Breaking News
light_mode

Kepengurusan Baru PAMKI Bali Dikukuhkan, Peran Penting Penjaga Bali dari Penyakit Infeksi

  • account_circle Ray
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dalam acara Pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Cabang Bali Masa Bakti 2025 -2028, mengesahkan Dr. dr. I Wayan Agus Gede Manik Saputra, M.Ked.Klin., Sp.MK., masa bakti 2025 – 2028, yang menggantikan Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K)., masa bakti 2022-2025, pada Denpasar, 13 Desember 2025.

Dalam sambutannya Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PAMKI, Prof. Dr. sc. agr. dr. Anis Karuniawati, Sp.MK(K), Ph.D., menekankan pentingnya sosok Sp.MK (Spesialis Mikrobiologi Klinik) pada masa Covid -19 melanda negeri.

“Sampai tidak libur dalam menjaga dan bermanfaat bagi masyarakat”

Ia juga berharap kepada anggota PAMKI dapat maju bersama untuk kepentingan kesehatan negara Indonesia. Belum lagi pujian yang dilakukannya tentang tersebarnya peran Sp.MK di Bali sampai di pelosok – pelosok daerah.

“Mungkin PAMKI Bali bisa membuat dokumentasi terhadap keberhasilan tersebut agar bisa dighetok tularkan kepada daerah lainnya diluar Bali, ” Ungkapnya.

Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K)., ketua PAMKI Bali sebelumnya.

PAMKI yang memiliki 23 PAMKI cabang, di seluruh Indonesia dan terus berkembang, acara ini juga merupakan sosialisasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Pihak Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Bali. Dimana transformasi Kesehatan dikatakan harus dapat memberikan sumbangsih dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Mohon juga kepada pimpinan kepala daerah mungkin masih terjadi efisieansi tetapi untuk penyakit infeksi harus menjadi prioritas”

“Sehingga diperlukan peran Mikrobiologi Klinik dalam menanganinya, yang belum tentu dapat diatasi oleh profesi lainnya, ” Ungkap Ketua Umum PP PAMKI.

PAMKI juga dapat bekerja di Komunitas, Tuberculosis (TB) yang masih menjadi nomer 2 terbanyak yang terjangkit di Indonesia selain penyakit infeksi lainnya, tentu ini bisa ikut meringankan pekerjaan pemerintah daerah.

Kemudian berlanjut menanyai pihak DR. Dr. I Made Sudarmaja, M.Kes., selaku ketua IDI wilayah Bali dengan masa bakti 2024 – 2027, yang menyebutkan bahwa profesi Mikrobiologi Klinik dapat menolong profesi dokter lainnya untuk dapat menunjukan bukti nyata bila terjadi tuntutan.

“UU kesehatan yang baru resiko tuntutan kepada dokter itu tinggi, sebelum melakukan terapi kepada pasien dokter harus berbasis bukti atau Evidence-based, ” Ujar Sudarmaja dalam wawancaranya.

Ia juga menekankan bahwa PAMKI – lah sebuah organisasi yang dapat menemukan itu. Apa obat yang tepat yang harus diberikan kepada pasien, penyebab pasien itu panas itu termasuk infeksi virus atau bakteri dan lain sebagainya merupakan peran dari organisasi PAMKI.

Ia juga menekankan bahwa penyakit Lepra, Rabies dan lain sebagainya yang sepintas terlihat sudah lenyap tentu diperlukan kepastian dari pihak Mikrobiologi klinik adanya sebuah riset yang musti dilakukan terlebih dahulu sebelum menyatakan hal semacam itu.

Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Cabang Bali Masa Bakti 2025 -2028.

“Saya berharap PAMKI dapat menjaga kompetensi anggotanya, karena ilmu pengetahuan itu terus berkembang. Kemudian saya berharap PAMKI juga dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya dengan mengatur distribusi, menemukan lowongan dan lain sebagainya, ” Jelas Ketua IDI Bali.

Kemudian berlanjut ke Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Putu Camellia, M.Kes, menerangkan bahwa hubungan pemerintah terhadap PAMKI ini sungguh erat sekali, apalagi semasa wabah Covid -19 berlangsung.

“Setelah itu berlalu, Pemerintah masih memerlukan organisasi semacam PAMKI ini seperti program resestensi antibiotika (SAJAKA) dan mendorong penelitian – penelitian berbasis infeksi, ” Sebutnya.

Ia juga menghimbau PAMKI agar solid dan dapat bersinergi dengan program – program pemerintah Provinsi Bali. Ia juga berharap ujung dari hasil riset dan penelitian nantinya harus berguna buat masyarakat luas.

“Tuan kita adalah masyarakat, jadi saya berharap keberhasilan suatu program itu kelak berguna bagi masyarakat luas”

Menanyakan anggaran yang masih minim dan seperti memandang sebelah mata terhadap keberadaan Mikrobiologi Klinis ini, dokter Camellia ini mohon melihat kontribusi itu harus dilihat dalam arti luas.

“Kita harus melihat itu dari 2 arah, dari sisi pemerintah dan juga sisi perhimpunan. Bila satu saja berjalan tidak akan jalan, jadi program pemerintah dan PAMKI sendiri harus berjalan bersama dan bersinergi, saling rangkul jadi kalo melihat hal itu harus dari big picturenya, “pesan dokter Camellia.

dr. I Wayan Agus Gede Manik Saputra, M.Ked.Klin., Sp.MK., selaku ketua PAMKI Bali terpilih juga menekankan bahwa pentingnya Sp. MK ini bagi pemerintah Bali karena Bali merupakan tujuan dari Wisatawan dunia.

“Betul sekali, peran Pemerintah sangat penting bagi organisasi profesi yang bergerak sebagai pendeteksi penyebab penyakit infeksi, guna mendukung kegiatan dari mereka kedepannya”

Setting manajemen laboratorium antimikroba itu perlu mendapatkan perhatian dan sentuhan dari pemerintah juga dalam menentukan regulasi peran dari Sp.MK di masing – masing Rumah Sakit di Bali.

“Tentu ini juga berkaitan dengan anggaran yang digunakan untuk penempatan Spesialis Mikrobiologi Klinik di masing – masing Rumah Sakit Negeri ataupun Swasta agar tujuan kita bersama bahwa penanganan penyakit infeksi harus memiliki kapasitas diagnostik laboratorium yang memadai, ” Ungkap Doktor Manik ini.

Penyebaran Sp.MK di Bali yang mendapat pujian dari Ketua Umum PAMKI itu, Doktor Manik menekankan bahwa itu merupakan peran dari ketua PAMKI Bali sebelumnya Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K).

“Prof Budayanti telah banyak berbuat untuk menyarankan dokter – dokter yang bertugas di seluruh Bali ini agar mengambil Sp.MK, itu membuat persediaan tenaga ahli tersebut tersedia di masing – masing kabupaten dan Kota, untuk Badung dalam waktu dekat ini akan tersedia, ” Sebutnya.

Kemudian acara berlanjut dengan memaparkan presentasi ilmiah dari perwakilan IDI Bali, Dinas Kesehatan Provinsi dan PP PAMKI. (Ray)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langit Bali Menghitam! Saat Edukasi Gagal dan TPST Tak Menjawab Krisis Sampah

    Langit Bali Menghitam! Saat Edukasi Gagal dan TPST Tak Menjawab Krisis Sampah

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Bali — Asap tebal membumbung di berbagai sudut wilayah. Bukan dari aktivitas industri besar, melainkan dari pembakaran sampah oleh warga. Fenomena ini menjadi potret keras: ketika sistem pengelolaan sampah belum berjalan optimal, masyarakat memilih jalan cepat, meski berisiko bagi kesehatan dan lingkungan. Di sisi lain, pemerintah telah menggelontorkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk pembangunan dan […]

  • Samsung Galaxy S26 Ultra Resmikan Era Baru Layar AI, Privasi, Fleksibilitas, dan Desain Futuristik Play Button

    Samsung Galaxy S26 Ultra Resmikan Era Baru Layar AI, Privasi, Fleksibilitas, dan Desain Futuristik

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 36Komentar

    DENPASAR – Samsung kembali mendobrak batas teknologi smartphone dengan meluncurkan Galaxy S26 Ultra, perangkat flagship terbaru yang membawa inovasi besar pada sisi layar. Meski mempertahankan ukuran 6,89 inci seperti pendahulunya, Galaxy S25 Ultra, generasi anyar ini hadir dengan serangkaian pembaruan yang menjanjikan pengalaman visual lebih imersif, aman, dan personal. Di jantung inovasi ini, Samsung memperkenalkan […]

  • Fakultas Peternakan Unud Dorong Kemandirian Peternak Lewat Hilirisasi dan Demo Konsentrat Pakan di Badung

    Fakultas Peternakan Unud Dorong Kemandirian Peternak Lewat Hilirisasi dan Demo Konsentrat Pakan di Badung

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 11Komentar

    Badung, Bali – Fakultas Peternakan Universitas Udayana melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat menggelar kegiatan Hilirisasi dan Demo Pembuatan Konsentrat Pakan Babi dan Unggas di Kelompok Peternak Babi Tani Werdhi Ayu, Banjar Lipah, Desa Petang, Kabupaten Badung, pada Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan peternak pada pakan pabrikan yang harganya fluktuatif sekaligus memberdayakan kelompok […]

  • Bukan Sekadar Pariwisata, KEK Kura Kura Bali Didorong Jadi Ruang Hidup Pelestarian Bahasa dan Budaya

    Bukan Sekadar Pariwisata, KEK Kura Kura Bali Didorong Jadi Ruang Hidup Pelestarian Bahasa dan Budaya

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR, BALI – Upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali kembali mendapat sorotan dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali 2026. Bali Turtle Island Development (BTID) menggelar Workshop Aksara Bali dan Konservasi Lontar di Kampus UID, kawasan KEK Kura Kura Bali, Jumat (27/2), yang diikuti sekitar 40 peserta dari kalangan pelajar dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut diikuti 20 […]

  • Laboratorium Narkoba Tersembunyi Milik WNA Rusia Terbongkar di Gianyar, Dua Orang Ditangkap

    Laboratorium Narkoba Tersembunyi Milik WNA Rusia Terbongkar di Gianyar, Dua Orang Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BADUNG – Operasi gabungan yang melibatkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai berhasil membongkar sebuah clandestine laboratory atau laboratorium rahasia pembuatan narkotika di wilayah Gianyar, Bali. Dalam operasi senyap yang berlangsung sejak Kamis malam (5/3/2026) hingga Jumat dini hari, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) […]

  • Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Di masa ketika keadilan sering kali dikendalikan oleh rasa takut, abad pertengahan menyimpan banyak kisah kelam tentang hukuman yang tak hanya menyakiti tubuh, tetapi juga menghancurkan jiwa. Salah satu bentuk penyiksaan paling mengerikan yang pernah tercatat dalam sejarah adalah penyiksaan dengan tikus, metode yang dirancang bukan untuk membunuh dengan cepat, melainkan untuk membuat […]

expand_less