Tiongkok Kembangkan “Padi Air Laut”, Solusi Baru Hadapi Krisis Pangan Global
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEIJING – Para peneliti Tiongkok berhasil mencetak terobosan besar di bidang pertanian dengan mengembangkan varietas baru yang dijuluki “padi air laut”, yaitu padi yang mampu tumbuh di tanah asin dan berpotensi memberi makan ratusan juta orang pada akhir dekade ini.
Gagasan ini pertama kali dicetuskan oleh Yuan Longping, sosok yang dikenal sebagai “Bapak Padi Hibrida” Tiongkok. Kini, proyek tersebut diteruskan oleh Qingdao Saline-Alkali Tolerant Rice Research Centre.
Dalam uji coba di sekitar pesisir Laut Kuning, para ilmuwan meneliti lebih dari 200 varietas padi. Hasilnya, ditemukan strain padi yang tidak hanya mampu bertahan di air laut yang telah diencerkan, tetapi juga memberikan produktivitas tinggi—dalam beberapa kasus mencapai 10 ton per hektare.
Potensi ini membuka harapan besar bagi Tiongkok. Negara tersebut memiliki hampir 1 juta kilometer persegi lahan yang selama ini dianggap terlalu asin untuk pertanian. Para peneliti menyebutkan, jika hanya 10% lahan tersebut dikonversi menjadi area pertanian padi air laut, hasilnya bisa mencapai 50 juta ton beras, cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 juta orang.
Hingga 2024, padi air laut telah ditanam di lebih dari 400.000 hektare lahan dengan target perluasan hingga 667.000 hektare dalam beberapa tahun mendatang. Dengan langkah ini, produksi beras Tiongkok diperkirakan dapat meningkat hampir 20%.
Para ahli menilai inovasi ini bukan hanya penting bagi ketahanan pangan Tiongkok, tetapi juga dapat menjadi penopang strategis dalam menghadapi krisis pangan global, yang kian mengkhawatirkan di tengah perubahan iklim, pertumbuhan populasi, serta keterbatasan lahan subur. (Tim)

https://shorturl.fm/I1tR7
16 September 2025 5:00 PM