Breaking News
light_mode

Seribu Talenta Sastra Ikuti Manajemen Talenta Nasional di Singaraja

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Lebih dari seribu talenta sastra dari kalangan siswa, mahasiswa dan umum di Singaraja mengikuti acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya dengan pembicara penulis Boy Candra dan JS Khairen di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Minggu (10/8/2025).

Acara ini merupakan bagian dari Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya Bidang Sastra serangkaian Singaraja Literary Festival (SLF) 2025 yang diselenggarakan Yayasan Mahima Indonesia berkolaborasi Kementerian Kebudayaan RI. Program ini dirancang untuk menggali, membimbing, dan mempromosikan talenta sastra Indonesia secara berkelanjutan, agar karya anak negeri bisa bersaing di tingkat global.

Kegiatan MTN di auditorium, yang diikuti seribu talenta, diisi dengan pelatihan menulis cerpen dan novel oleh Boy Candra dan JS Khairen. Sementara di kampus Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha diisi dengan pelatihan menulis puisi oleh sastrawan Oka Rusmini. Sehari sebelumnya, Sabtu (9/8/2025), ada sastrawan Putu Juli Sastrawan yang berbagi ilmu penulisan cerpen.

Boy Candra dikenal sebagai penulis novel dan kumpulan cerita yang kerap mengangkat kisah cinta, kehidupan, dan perasaan dengan bahasa sederhana namun menyentuh. Karyanya seperti Origami Hati, Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang, dan Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi telah menjadi best seller dan menginspirasi banyak pembaca muda.

Sedangkan JS Khairen, populer lewat novel Dompet Ayah Sepatu Ibu. Itu adalah salah satu dari sekian karya menariknya. Karya-karyanya memadukan tema persahabatan, perjuangan hidup, dan nilai-nilai positif yang dibungkus dengan narasi mengalir. Selain menulis, ia aktif menjadi pembicara literasi di berbagai kota untuk mendorong generasi muda mencintai dunia membaca dan menulis.

Di depan seribu peserta, keduanya bukan sekadar berbicara soal teknik menulis, tapi juga berbagi tentang perjalanan hidup, proses kreatif, hingga makna mendalam di balik setiap kata yang mereka tuangkan. Kehangatan interaksi ini membuat pelajar tak hanya menjadi pendengar, tetapi juga merasa menjadi bagian dari cerita.

Direktur SLF, Dr. Kadek Sonia Piscayanti, menegaskan bahwa peluang promosi sastra Indonesia sangat besar jika dikemas dengan inovasi. “Melalui SLF, kami ingin menjadikan Bali sebagai salah satu pusat pengembangan sastra nasional. Kementerian Kebudayaan RI bersama Yayasan Mahima Indonesia berkomitmen mewujudkan itu dengan langkah konkret,” ujarnya.

MTN sendiri memiliki dua kegiatan utama: MTN Ikon Inspirasi yang menghadirkan seribu talenta sastra, dan MTN Asah Bakat yang diikuti 200 peserta. Sebelumnya, penulis Dewi Lestari dan sastrawan Oka Rusmini telah mengisi sesi inspiratif di program ini.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Undiksha, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes mengapresiasi keterlibatan Undiksha dalam ajang ini. “Perguruan tinggi harus menjadi rumah bagi masyarakat dan membawa manfaat luas. Singaraja punya sejarah sebagai pusat kebudayaan, dan acara ini mengingatkan kita akan kekayaan itu,” ungkapnya. Ia juga menegaskan komitmen Undiksha melalui tagline “Diktisaintek Berdampak” untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan, Drs. I Nyoman Wisantika, Bupati Buleleng menyoroti pentingnya sastra sebagai media pelestarian budaya. Namun, tantangannya adalah rendahnya minat baca dan minimnya interaksi antara penulis dan pembaca. “Kita perlu memanfaatkan media sosial, membentuk komunitas sastra, memasukkan sastra ke kurikulum, dan melibatkan berbagai pihak untuk menjaga eksistensi sastra,” pesannya.

Bagi David Irianto dari Tim MTN Kemdikbud RI, acara ini adalah wadah untuk menyalakan imajinasi generasi muda. “Kami ingin anak-anak muda terinspirasi, berani berkarya, dan menjadikan sastra bagian dari hidup mereka,” ujarnya. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (7)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 73 Kapal Pesiar Mewah Dijadwalkan Singgah di Pelabuhan Benoa pada 2026

    73 Kapal Pesiar Mewah Dijadwalkan Singgah di Pelabuhan Benoa pada 2026

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Minat operator kapal pesiar dunia untuk masuk ke Bali terus meningkat. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mencatat sebanyak 73 kapal pesiar mewah telah mendaftar untuk singgah di Pelabuhan Benoa pada tahun 2026, seiring rampungnya pengembangan fasilitas di Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). “Dari sisi fasilitas dan layanan, kami siap menjadi markas pelabuhan pariwisata,” kata […]

  • PHDI Gelar Doa Lintas Agama di Denpasar, Serukan Kepedulian dan Harmoni Hadapi Rentetan Bencana

    PHDI Gelar Doa Lintas Agama di Denpasar, Serukan Kepedulian dan Harmoni Hadapi Rentetan Bencana

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Di tengah rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar doa bersama lintas iman di Ruang Indraprasta, Kampus UNHI Denpasar, Jumat (12/12/2025). Suasana khusyuk menyelimuti ruang pertemuan saat para pemimpin majelis agama se-Bali duduk berdampingan, memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa. Kegiatan ini digelar […]

  • Ecosystem Reengineering, Kalibrasi Ulang Tata Ruang KEK Kura Kura Bali Menuju Pembangunan Harmonis

    Ecosystem Reengineering, Kalibrasi Ulang Tata Ruang KEK Kura Kura Bali Menuju Pembangunan Harmonis

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik tata ruang dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali mengemuka di tengah tarik-menarik kepentingan investasi dan kelestarian lingkungan. Di tengah dinamika tersebut, pendekatan Ecosystem Reengineering dinilai dapat menjadi solusi terintegrasi untuk menyelaraskan ambisi pertumbuhan ekonomi nasional dengan kedaulatan spasial daerah serta perlindungan ekologi Bali. Agung Wirapramana, VP Business Development […]

  • Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar Play Button

    Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Siswa SMAN 4 Denpasar melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai Langkah Awal Menyelamatkan Nyawa”, Sabtu (27/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang multimedia SMAN 4 Denpasar, Jalan Gunung Rinjani No. 1, Tegal Harum, Denpasar Barat, ini diikuti […]

  • Indonesia di Pusat Peta Emas Dunia, Cadangan Raksasa Terbentang dari Papua hingga Sumatra

    Indonesia di Pusat Peta Emas Dunia, Cadangan Raksasa Terbentang dari Papua hingga Sumatra

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama emas dunia. Dengan cadangan yang secara konsisten menempatkan Indonesia dalam lima besar global, kekayaan emas Nusantara terbentang luas dari Papua hingga Sumatra, dikendalikan kuat oleh faktor geologi yang kompleks dan dinamis. Letak Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik besar—Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik—menjadi kunci […]

  • Man Tayax Menggugat! Kritik Cadas untuk PSI dan Pembelaan Terbuka untuk Megawati

    Man Tayax Menggugat! Kritik Cadas untuk PSI dan Pembelaan Terbuka untuk Megawati

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Pemikir kritis Bali, I Nyoman Sukataya atau Man Tayax, melontarkan kritik yang tajam dan tanpa tedeng aling-aling terhadap Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, setelah pernyataannya yang menyebut Megawati Soekarnoputri sebagai “nenek-nenek”. Bagi Man Tayax, ini bukan sekadar serangan politik, melainkan penghinaan terhadap martabat perempuan dan bentuk diskriminasi yang tidak bisa ditoleransi. Man Tayax […]

expand_less