Nuanu Gelar Genius Future Summit 2026, Pakar Dunia Bedah Masa Depan AI, Robotika hingga Pendidikan
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Suasana penyelenggaraan Genius Future Summit 2026 di Labyrinth Convention Center, Nuanu Creative City, Bali, pada 5–6 November 2026. Kredit Foto: Nuanu Creative City
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BALI – Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, mempertemukan sejumlah tokoh dan pakar internasional dalam Genius Future Summit 2026 yang berlangsung pada 5–6 November 2026. Konferensi internasional edisi kedua ini mengangkat isu perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, teknologi longevity, pendidikan, hingga kewirausahaan yang dinilai akan menentukan arah kehidupan manusia di masa depan.
Sebanyak 18 pembicara dari berbagai bidang hadir dalam forum yang diikuti peserta dari lebih dari 15 negara tersebut. Di antara tokoh yang menjadi perhatian adalah fisikawan teoretis sekaligus penulis Dr. Michio Kaku, pendiri XPRIZE Peter Diamandis, pengusaha Indonesia Merry Riana, serta Pendiri dan CEO Genius Group, Roger James Hamilton.

Sesi Nuanu Forum membahas perkembangan kawasan dan berbagai inisiatif di Nuanu Creative City. (Ki-Ka; Auditya Sari, Project Manager Nuanu Social Fund; Ni Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden; dan Angela Stead, Direktur Genius Group.) Kredit Foto: Nuanu Creative City
Kegiatan yang berlangsung di Labyrinth Convention Center dan Labyrinth Dome, Nuanu Creative City, ini menjadi ruang pertemuan lintas negara untuk membicarakan perubahan teknologi, tantangan dunia kerja, serta peluang baru dalam pendidikan dan bisnis.
Peter Diamandis menyampaikan presentasi utama mengenai percepatan perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Sementara itu, Dr. Michio Kaku menutup rangkaian konferensi melalui diskusi bersama Roger James Hamilton. Merry Riana turut memberikan perspektif mengenai arah dan masa depan pendidikan Indonesia.
Pendidikan Jadi Sorotan, Genius City Disiapkan Hadapi Perubahan Zaman
Salah satu isu penting yang mengemuka dalam konferensi tersebut adalah transformasi pendidikan. Perkembangan AI dan teknologi dinilai menuntut perubahan pendekatan pembelajaran agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan membangun peluang usaha.
Roger James Hamilton menegaskan bahwa sistem pendidikan perlu beradaptasi dengan perubahan dunia yang semakin cepat. Menurutnya, pendidikan harus mampu membekali generasi muda dengan kepercayaan diri, keterampilan, dan kesempatan untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Roger James Hamilton, Pendiri dan CEO Genius Group, dalam Genius Future Summit 2026 di Nuanu Creative City. Kredit Foto: Nuanu Creative City
“Dunia berubah begitu cepat, terutama dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru. Namun, sebagian besar sistem pendidikan kita masih mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi dunia yang sudah tidak lagi relevan,” ujar Roger James Hamilton.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut menjadi salah satu landasan pengembangan Genius City di kawasan Nuanu.
“Itulah yang sedang kami bangun melalui Genius City, sebuah tempat di mana proses belajar berlangsung berdampingan dengan para pengusaha, pelaku bisnis, dan teknologi, sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk mewujudkan gagasan mereka menjadi sesuatu yang nyata,” tambahnya.
Pengembangan Genius City berkaitan dengan kolaborasi Nuanu Creative City dan Genius Group (NYSE American: GNS). Kerja sama tersebut mencakup pengembangan ekosistem pendidikan dan kewirausahaan, termasuk penerapan model Genius School dan program Genius Apprentice di ProEd Global School.
Selain menghadirkan pembicara internasional, Genius Future Summit 2026 juga memberikan ruang bagi pengenalan berbagai program yang dikembangkan di dalam ekosistem Nuanu. Dalam sesi Nuanu Forum, Angela Stead selaku Direktur Genius Group, Auditya Sari selaku Project Manager Nuanu Social Fund, serta Ni Komang Sri Junisabtika selaku Venue Manager Magic Garden memaparkan perkembangan kawasan, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai inisiatif yang sedang dijalankan.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menyampaikan bahwa forum internasional tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan Nuanu sebagai ruang pertemuan berbagai pemikiran dan keahlian.
“Mempertemukan orang-orang dengan beragam pemikiran dan keahlian, baik pembicara maupun peserta, merupakan salah satu tujuan utama Nuanu dibangun. Kami ingin menciptakan ruang bagi orang-orang untuk saling bertukar gagasan dan berdiskusi,” ujar Lev Kroll.

Dr. Michio Kaku dalam sesi diskusi Genius Future Summit 2026 di Nuanu Creative City. Kredit Foto: Nuanu Creative City
Menurutnya, kegiatan seperti Genius Future Summit menjadi kesempatan untuk belajar bersama, mempertanyakan berbagai hal, serta memahami perubahan dunia melalui pertukaran perspektif dari berbagai latar belakang.
Pada hari terakhir penyelenggaraan, sejumlah pembicara dan tamu VIP juga mengikuti kunjungan ke beberapa lokasi di Nuanu, termasuk kampus ProEd di kawasan tersebut dan Luna Beach Club.
Nuanu Creative City sendiri merupakan kawasan terpadu seluas 44 hektare di pesisir Tabanan, Bali. Kawasan ini mengintegrasikan pendidikan, seni dan budaya, kesehatan, kebugaran, alam, hunian, serta gaya hidup dalam satu ekosistem.
Penyelenggaraan Genius Future Summit 2026 mempertegas posisi Bali sebagai salah satu ruang pertemuan internasional untuk membicarakan perkembangan teknologi, pendidikan, dan kewirausahaan. Melalui forum tersebut, Nuanu tidak hanya menawarkan tempat penyelenggaraan konferensi, tetapi juga mendorong pertukaran gagasan dan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi perubahan masa depan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar