Breaking News
light_mode

Edo Serahkan Buku Kompas Moral Wartawan kepada Koster, Tekankan Perlindungan Hak Publik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Emanuel Dewata Oja atau Edo menyerahkan buku Kompas Moral Wartawan kepada Gubernur Bali Wayan Koster, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kebebasan pers, memperkuat etika jurnalistik, dan melindungi hak publik di tengah derasnya arus informasi digital.

DENPASAR — Wartawan senior Emanuel Dewata Oja atau yang akrab disapa Edo menegaskan pentingnya menjaga kebebasan pers agar tetap sejalan dengan etika jurnalistik dan perlindungan hak masyarakat.

Pesan tersebut menjadi inti buku KOMPAS MORAL WARTAWAN: Menjaga Arah Jurnalisme, Melindungi Hak Publik di Era Digital yang diserahkannya kepada Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (22/10/2026) malam.

Kebebasan Pers Harus Berjalan Seiring Etika dan Profesionalisme

Dalam penyerahan buku tersebut, Edo didampingi editor buku Jeffry Karangan dan anggota Dewan Penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Dewa Suta Sastra Dhinata. Pada kesempatan itu, Koster menyatakan kesediaannya untuk hadir sekaligus meluncurkan buku tersebut secara resmi.

Edo menjelaskan, buku yang ditulis selama kurang lebih enam bulan itu berangkat dari kegelisahannya terhadap tantangan profesi jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut menghasilkan berita secara cepat, tetapi juga harus memastikan setiap informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, persoalan yang kami hadapi sebagai wartawan bukan semata-mata bagaimana berita diproduksi dan disebarluaskan, melainkan juga bagaimana hak masyarakat tetap terlindungi dalam setiap proses pemberitaan,” ujar Edo.

Ia menekankan, pemahaman mengenai langkah pencegahan risiko hukum dan penerapan standar profesional menjadi bekal penting bagi wartawan agar karya jurnalistik tidak berujung pada sengketa.

Menurut Edo, kebebasan pers tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Pengabaian verifikasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat, mulai dari pencemaran nama baik hingga pelanggaran privasi dan hak memperoleh informasi yang akurat.

Ia mengibaratkan etika sebagai kompas yang menjaga wartawan tetap berada pada jalur yang benar tanpa menghilangkan kemerdekaan pers.

“Pak Gub, bagi wartawan, tujuan itu bukan sekadar menghasilkan berita yang cepat dan menarik perhatian, atau mendapatkan trafik paling banyak, tetapi bagaimana menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Sengketa biasanya selalu berawal dari situ, Pak Gubernur,” kata Edo.

Pernyataan tersebut, menurut narasi yang disampaikan, diamini oleh Gubernur Wayan Koster.

Edo, yang juga dikenal sebagai penguji kompetensi wartawan, menjelaskan bahwa bukunya membahas sejumlah persoalan penting dalam praktik jurnalistik. Di antaranya batas aman wartawan, etika jurnalistik, penyelesaian sengketa pemberitaan, hak jawab dan koreksi, serta tantangan publikasi di ruang digital.

Melalui pembahasan tersebut, ia ingin mendorong wartawan menjadikan profesionalisme sebagai pertahanan pertama dalam menghadapi potensi sengketa, sebelum persoalan berkembang menjadi konflik hukum.

Edo juga menegaskan bahwa perlindungan hukum terhadap wartawan tetap diperlukan untuk menjaga kemerdekaan pers dari tekanan maupun kriminalisasi. Namun, perlindungan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional dalam menghasilkan berita.

Sebaliknya, upaya melindungi hak masyarakat juga tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk membungkam pers yang bekerja sesuai kaidah jurnalistik.

Baginya, kebebasan pers dan perlindungan hak publik bukan dua kepentingan yang saling bertentangan. Masyarakat membutuhkan pers yang berani mengungkap fakta, sedangkan pers membutuhkan kepercayaan publik yang dibangun melalui akurasi, integritas, dan kepatuhan terhadap etika.

Usai menyerahkan buku kepada Gubernur Bali, Edo kembali menegaskan bahwa kemerdekaan pers akan kehilangan makna apabila pelaksanaannya justru mengorbankan hak masyarakat.

“Kebebasan yang kehilangan arah bukan hanya berisiko mencederai kepercayaan publik, tetapi juga dapat membuat hak-hak masyarakat remuk di bawah langkahnya sendiri. Maka ingat, pena harus tetap tajam mengungkap kebenaran, tetapi kompas moral harus memastikan ketajamannya tidak melukai hak publik,” pungkasnya.

Melalui buku KOMPAS MORAL WARTAWAN, Edo berharap insan pers semakin memahami bahwa profesionalisme, kebebasan pers, dan perlindungan hak publik harus berjalan beriringan, terutama ketika teknologi digital membuat informasi tersebar semakin cepat dan luas.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selat Hormuz Memanas, Kapal Tugboat Musaffah 2 Meledak! Tiga WNI Masih Hilang

    Selat Hormuz Memanas, Kapal Tugboat Musaffah 2 Meledak! Tiga WNI Masih Hilang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah insiden ledakan kapal tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz yang menyebabkan tiga warga negara Indonesia (WNI) hingga kini masih dinyatakan hilang. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman. Kapal yang berbendera Uni […]

  • Kritik MBG Menguat, Presiden Dinilai Gunakan Logika Dikotomis dalam Menjawab Publik

    Kritik MBG Menguat, Presiden Dinilai Gunakan Logika Dikotomis dalam Menjawab Publik

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Jakarta – Pernyataan Presiden terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik setelah dianggap menyederhanakan persoalan menjadi dua pilihan ekstrem. Dalam sebuah wawancara bersama jurnalis Najwa Shihab, Presiden menyatakan akan mempertahankan program MBG “daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat bisa makan.” Sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut menghadirkan dikotomi yang tidak sepenuhnya tepat. Kritik publik menyebut […]

  • Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kematian menandai berhentinya seluruh fungsi vital tubuh. Namun secara biologis, proses di dalam jasad belum sepenuhnya usai. Setelah dikuburkan, tubuh manusia mengalami serangkaian tahapan alami yang dalam dunia medis dan forensik dikenal sebagai proses dekomposisi atau penguraian. Secara ilmiah, perubahan itu dimulai dalam hitungan jam. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai oksigen ke seluruh […]

  • Panggung Musik Dunia di Bali Utara, Tantowi: Bisa Jadi Mesin Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi

    Panggung Musik Dunia di Bali Utara, Tantowi: Bisa Jadi Mesin Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    UID Bali Campus – Menemui Tantowi Yahya dalam kesibukannya menjadi Presiden United in Diversity (UID), ia dulu juga adalah seorang penyanyi, pembawa acara televisi, politikus dan aktor berkebangsaan Indonesia. Tantowi pernah menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia masa jabatan 2009-2017 dari Partai Golkar, memiliki visi dibangunnya sebuah pusat penyelenggaraan konser dan festival musik kelas […]

  • Waspadai “Penumpang Gelap” Reformasi Polri, Habiburokhman: Jangan Sampai Melemahkan Institusi

    Waspadai “Penumpang Gelap” Reformasi Polri, Habiburokhman: Jangan Sampai Melemahkan Institusi

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman, mengingatkan publik agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang dinilai menunggangi isu percepatan reformasi Polri untuk kepentingan tertentu. Ia menyebut adanya “penumpang gelap” yang mengatasnamakan reformasi, namun diduga memiliki agenda tersembunyi di balik kritik yang dilontarkan. Dalam keterangannya, Selasa (11/2/2026), Habiburokhman menilai sejumlah pihak kerap […]

  • Mabes TNI Ungkap Identitas Empat Prajurit Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Mabes TNI Ungkap Identitas Empat Prajurit Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Jakarta – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) akhirnya merilis identitas empat oknum prajurit yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (18/3/2026), […]

expand_less