Breaking News
light_mode

Polda Sumsel Raih Kompolnas Award, Kapolda Dilaporkan ke Propam Terkait Kasus Tongkang Rp30 Miliar

  • account_circle Admin
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penghargaan Polda Terbaik 2026 disorot setelah PPWI melaporkan Kapolda dan tiga pejabat Polda Sumsel ke Divpropam terkait penanganan perkara tongkang dan dugaan pemerasan Rp75 juta.

PALEMBANG — Penghargaan Polda Terbaik dalam Kompolnas Awards 2026 yang diraih Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kini menjadi sorotan. Penghargaan tersebut diberikan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam malam penganugerahan di Sari Pacific Hotel, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Polda Sumsel dinyatakan sebagai Polda Terbaik setelah melalui proses penilaian yang mencakup validitas data, inovasi, dampak program, dan keberlanjutan. Penilaian tersebut juga menggunakan pendekatan 5P, yakni People, Prosperity, Planet, Peace, dan Partnership.

Namun, hanya beberapa hari setelah penghargaan tersebut diberikan, muncul persoalan lain. Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke disebut melaporkan Kapolda Sumsel beserta tiga pejabat di lingkungan Polda Sumsel ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri pada Senin (21/9/2026).

Laporan tersebut berkaitan dengan penanganan perkara dugaan penggelapan aset berupa kapal tongkang yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp30 miliar serta persoalan dugaan pemerasan yang melibatkan seorang penyidik Polda Sumsel.

Informasi mengenai laporan tersebut juga diberitakan sejumlah media pada 22 September 2026. Dalam laporan yang disebut diajukan PPWI, persoalan yang dipersoalkan antara lain dugaan pembiaran dan ketidakjelasan penanganan perkara serta proses pemeriksaan internal terhadap seorang anggota Polri.

Sebelumnya, Hanjono Susanto disebut telah melaporkan AKP Taufik Ismail terkait dugaan pemerasan dan/atau penipuan. Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor STTLP/B/1451/VIII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN tertanggal 31 Agustus 2026.

Berdasarkan keterangan pihak pelapor yang diberitakan sejumlah media, AKP Taufik Ismail diduga meminta uang sebesar Rp75 juta dengan alasan untuk menghadirkan saksi ahli dalam perkara yang sedang ditangani. Dugaan tersebut masih merupakan laporan dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta hukum yang telah terbukti.

Persoalan lainnya menyangkut proses pemeriksaan internal terhadap AKP Taufik Ismail. Pihak PPWI menyebut yang bersangkutan telah menjalani sidang kode etik dan/atau disiplin pada 8 Januari 2026. Namun, menurut keterangan Wilson Lalengke, pihaknya belum mendapatkan kejelasan mengenai hasil pemeriksaan tersebut.

Wilson juga mempersoalkan adanya perbedaan informasi mengenai pihak yang memiliki kewenangan memberikan penjelasan terkait hasil pemeriksaan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pihak pelapor harus berulang kali meminta informasi kepada sejumlah satuan kerja di lingkungan Polda Sumsel.

“Persoalannya bukan hanya soal siapa yang memegang dokumen hasil sidang, tetapi bagaimana sebuah laporan masyarakat mendapatkan kepastian mengenai proses dan hasil penanganannya,” demikian pokok keberatan yang disampaikan pihak PPWI sebagaimana diberitakan media terkait.

Laporan ke Divpropam tersebut membuat pemberian penghargaan Kompolnas Awards 2026 kepada Polda Sumsel ikut dipertanyakan dari sisi persepsi publik. Sebab, penghargaan diberikan pada 17 September, sedangkan laporan terhadap Kapolda Sumsel dan tiga pejabat lainnya disebut disampaikan empat hari kemudian.

Di sisi lain, dasar penilaian Kompolnas terhadap Polda Sumsel secara resmi mencakup validitas data, inovasi, dampak, dan keberlanjutan program. Polda Sumsel juga disebut menjalankan berbagai program seperti penguatan Command Center, layanan pengaduan masyarakat, pelayanan terintegrasi, pencegahan karhutla, serta penguatan pengawasan dan akuntabilitas internal.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja bersama seluruh jajaran.

“Alhamdulillah, hari ini Polda Sumatera Selatan mendapatkan penghargaan dari Kompolnas Award. Ini merupakan kerja keras dari seluruh anggota, baik itu di Polda maupun di seluruh jajaran polres di wilayah Polda Sumatera Selatan. Semuanya menunjukkan bahwa dengan kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas, maka akan membawa hasil yang maksimal,” ujar Sandi Nugroho.

Dengan adanya laporan ke Divpropam, publik kini menunggu bagaimana Polri akan memproses dugaan pelanggaran yang dilaporkan PPWI, termasuk memastikan apakah terdapat pelanggaran etik, disiplin, maupun penyalahgunaan kewenangan dalam penanganan perkara tersebut.

Pada saat yang sama, belum terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa penghargaan Kompolnas Awards 2026 berkaitan dengan atau dipengaruhi oleh persoalan yang dilaporkan PPWI. Begitu pula dugaan pemerasan terhadap AKP Taufik Ismail masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan mekanisme hukum yang berlaku.

Redaksi menempatkan seluruh tuduhan tersebut sebagai dugaan dan memberikan ruang kepada Polda Sumsel, Divpropam Polri, Kompolnas, maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan jurnalistik.

Editor – Ray

Naskah – Tim Advokasi Akal Sehat PPWI

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nusantara Diibaratkan Bahtera Penyelamat, Seruan Jaga Persatuan di Tengah Krisis Global

    Nusantara Diibaratkan Bahtera Penyelamat, Seruan Jaga Persatuan di Tengah Krisis Global

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, muncul sebuah narasi reflektif yang memaknai Nusantara bukan sekadar wilayah geografis, melainkan sebagai “bahtera penyelamat” yang membawa nilai-nilai peradaban, spiritualitas, dan persatuan. Sebuah pesan yang beredar luas di ruang publik menggambarkan Nusantara sebagai “Bahtera Agung” yang tengah berlayar di tengah badai dunia. Analogi ini merujuk pada […]

  • BNN Pertimbangkan Larangan Vape, Susul Kebijakan Ketat Singapura

    BNN Pertimbangkan Larangan Vape, Susul Kebijakan Ketat Singapura

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan kemungkinan pelarangan penggunaan rokok elektrik atau vape di Indonesia. Rencana ini mengemuka setelah Singapura lebih dulu mengambil langkah tegas dengan melarang peredaran vape di negaranya. “Ini bagian dari pendalaman yang akan kami lakukan. Kita perlu duduk bersama dulu, baru kita lihat seperti […]

  • Kasus Hasto Penuh Kejanggalan! Sintia Bongkar 5 Fakta Panas yang Tak Bisa Diabaikan Play Button

    Kasus Hasto Penuh Kejanggalan! Sintia Bongkar 5 Fakta Panas yang Tak Bisa Diabaikan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    Jakarta – Perkara hukum yang menyeret nama Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, kian ramai diperdebatkan. Namun di balik hiruk-pikuk opini publik, muncul lima kejanggalan mencolok yang disorot tajam oleh Sintia, mahasiswi magister hukum Universitas Indonesia. Ia menilai, kasus ini tak hanya lemah dari sisi hukum, tapi juga menyimpan indikasi kuat bahwa ada skenario politik […]

  • UHA HR Gathering #2 Bahas Kebijakan Ketenagakerjaan, Perkuat Sinergi Industri Hospitality dan Pemerintah

    UHA HR Gathering #2 Bahas Kebijakan Ketenagakerjaan, Perkuat Sinergi Industri Hospitality dan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Sekitar 70 profesional HR hotel di Ubud mengikuti forum “HR Meets Government” untuk memperbarui pemahaman regulasi, perizinan, hubungan industrial, hingga perlindungan tenaga kerja. UBUD, BALI — Ubud Hotels Association (UHA) kembali memperkuat komunikasi antara industri perhotelan dan pemerintah melalui HR Gathering #2 bertajuk “HR Meets Government”. Forum ini menjadi ruang bagi para profesional Human Resources […]

  • Musda! Sugawa Korry Tak Maju, Demer Otomatis Ketua Golkar Provinsi Bali Play Button

    Musda! Sugawa Korry Tak Maju, Demer Otomatis Ketua Golkar Provinsi Bali

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Digelarnya Musyawarah daerah (Musda) XI Golkar Provinsi Bali yang sempat tertunda kini dilaksanakan di The Meru Sanur, Minggu, 13 Juli 2025, dengan tajuk, “Momentum Pilih Pemimpin Daerah Yang Siap Menjawab Tantangan Menangkan Golkar” Hadir pula Muhammad Sarmuji, S.E., M.Si., selaku Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Ketua Bidang Bappilu Bali-Nusra DPP Golkar, Gde Sumarjaya […]

  • Roy Shakti: Polisi-Kejaksaan Damai, Rakyat Tetap Jadi Sasaran Oknum Play Button

    Roy Shakti: Polisi-Kejaksaan Damai, Rakyat Tetap Jadi Sasaran Oknum

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Roy Shakti menilai berakhirnya polemik antara kepolisian dan kejaksaan belum menyelesaikan persoalan utama, yakni dugaan praktik pemerasan oleh oknum aparat dalam proses penegakan hukum. JAKARTA – Konten kreator dan pengamat Roy Shakti menanggapi berakhirnya polemik yang sempat menjadi sorotan publik terkait hubungan antara institusi kepolisian dan kejaksaan. Dalam sebuah video yang diunggah melalui media sosial, […]

expand_less