Breaking News
light_mode

Indonesia Dibilang Makmur, Anak Kecil Masih Tidur di Jalan! Slogan Belaka?

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah gaung Indonesia berdaulat, adil, dan makmur, pemandangan anak kecil yang masih tidur di jalan menjadi tamparan bahwa kesejahteraan belum dirasakan semua warga.

DENPASAR — Slogan tentang Indonesia yang makmur kembali menggema setiap momentum perayaan kemerdekaan.

Namun, di balik pidato, spanduk, dan seremoni kebangsaan, masih ada pemandangan yang menyisakan pertanyaan besar: bagaimana mungkin Indonesia disebut makmur jika masih ada anak-anak yang harus menghabiskan malam di jalan?

Pemandangan anak kecil tidur di trotoar, emperan toko, ruang publik, maupun sudut-sudut jalan bukan sekadar persoalan pemandangan kota. Kondisi tersebut menjadi cermin persoalan sosial yang jauh lebih dalam, mulai dari kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, persoalan keluarga, hingga lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan.

Kajian mengenai anak jalanan menunjukkan bahwa sebagian anak menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan untuk bekerja, mengemis, mengamen, atau bertahan hidup. Bahkan, ada yang menjadikan ruang publik sebagai tempat beristirahat dan tidur.

Ironisnya, kondisi tersebut berlangsung ketika narasi tentang kesejahteraan masyarakat terus dikedepankan.
Indonesia pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema itu semestinya tidak berhenti sebagai rangkaian kata dalam baliho, pidato pejabat, maupun seremoni tahunan.

Sebab, ukuran kemakmuran bukan hanya gedung tinggi, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau ramainya pusat perbelanjaan.

Kemakmuran juga seharusnya terlihat dari kemampuan negara memastikan anak-anak mendapatkan tempat tinggal yang layak, makanan yang cukup, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan.

Ketika seorang anak masih tidur di jalan, publik berhak bertanya apakah pembangunan benar-benar telah menjangkau kelompok paling rentan.

Persoalan anak jalanan bukan fenomena baru. Berbagai kajian dan pemberitaan sebelumnya juga menunjukkan bahwa kemiskinan dan keterbatasan ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong anak berada di jalan.

Anak-anak dalam kondisi tersebut bahkan rentan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan menghadapi berbagai bentuk eksploitasi.

Karena itu, persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan menertibkan mereka dari jalan.

Jika anak-anak hanya dipindahkan dari satu sudut kota ke sudut lainnya tanpa menyentuh akar persoalan, maka masalah yang sama akan terus berulang.

Negara membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari pendataan, perlindungan anak, intervensi keluarga, akses pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Di titik inilah slogan “Indonesia makmur” seharusnya diuji.

Kemakmuran tidak boleh hanya menjadi kalimat indah yang muncul setiap Agustus. Kemakmuran harus bisa dirasakan oleh mereka yang paling lemah dan paling mudah terpinggirkan.

Anak yang tidur di jalan tidak membutuhkan slogan. Mereka membutuhkan tempat yang aman untuk tidur, makanan, pendidikan, perlindungan, dan masa depan.

Jika kebutuhan paling dasar itu saja belum terpenuhi, maka pertanyaan tentang makna kemakmuran Indonesia bukanlah sebuah sindiran berlebihan. Justru menjadi pertanyaan yang layak dijawab secara serius oleh negara.

Sebab, sebuah bangsa tidak hanya dinilai dari seberapa megah pembangunan yang berhasil didirikan, tetapi juga dari bagaimana negara memperlakukan anak-anak yang tidak memiliki tempat untuk pulang.

Dan selama masih ada anak kecil yang menjadikan jalan sebagai tempat tidur, kata “makmur” tidak boleh sekadar menjadi slogan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • vnokvipbank

    The transaction speed here is impressive. I was worried about the deposits but everything went through in seconds. Very professional setup. Highly recommend vnokvipbank.

    Balas4 September 2026 1:46 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof Anom Sepakat dengan Puan, Soroti Koster yang Diduga Abai Terhadap Peringatan Dini Sektor Pariwisata photo_camera 4

    Prof Anom Sepakat dengan Puan, Soroti Koster yang Diduga Abai Terhadap Peringatan Dini Sektor Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali I Wayan Koster kembali menjadi sorotan tajam setelah dinilai terlalu optimistis dalam menanggapi isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pariwisata Bali. Pernyataannya yang menyebut isu PHK sebagai “kampanye hitam” dari pesaing destinasi wisata lain justru memicu kritik dari berbagai kalangan, termasuk akademisi pariwisata. Salah satu suara kritis datang dari Prof. […]

  • Brutal! Harga PS5 Turun Gila-Gilaan, Sony Bikin Gamer Panik Buru Diskon! 

    Brutal! Harga PS5 Turun Gila-Gilaan, Sony Bikin Gamer Panik Buru Diskon! 

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 9Komentar

    DENPASAR – Sony PlayStation kembali mengguncang dunia gaming dengan promo besar-besaran bertajuk 11.11 Power Deals 2025. Dalam promo yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 13 November 2025 ini, harga konsol PS5 anjlok drastis hingga jutaan rupiah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Versi digital PlayStation 5 yang biasanya dibanderol Rp 8.199.000 kini bisa dibeli mulai Rp 6.579.000. Sementara […]

  • ARUN DPD Bali Turun Bersama Gubernur dalam Gerakan Bali Bersih, Dukung Imbauan Presiden Prabowo

    ARUN DPD Bali Turun Bersama Gubernur dalam Gerakan Bali Bersih, Dukung Imbauan Presiden Prabowo

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bali Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) ambil bagian dalam kegiatan bersih pantai di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Bali Bersih yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), TNI, Kepolisian, siswa sekolah, hingga desa adat, bersama Pemerintah Provinsi Bali. Aksi […]

  • Pembunuhan Brutal Warga Australia di Munggu, Tiga Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejari Badung

    Pembunuhan Brutal Warga Australia di Munggu, Tiga Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejari Badung

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    BADUNG – Kasus pembunuhan berencana yang menewaskan warga negara Australia, Zivan Radmanovic, di vila mewah Vilia Casa Santisya 1 kawasan Pantai Munggu, Desa Munggu, Mengwi, Badung, kini memasuki babak baru. Pada Rabu (15/10/2025), Kejaksaan Negeri Badung resmi menerima pelimpahan tiga tersangka bersama barang bukti dari penyidik Polres Badung. Ketiga tersangka, yakni Darcy Francesco Jenson, Mevlut […]

  • Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia: Skandal Tebusan Narkoba Libatkan Oknum Aparat, Jurnalis Jadi Target

    Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia: Skandal Tebusan Narkoba Libatkan Oknum Aparat, Jurnalis Jadi Target

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    Sugiwaras – Sebuah investigasi jurnalistik mengenai dugaan praktik pelepasan tersangka narkoba dengan tebusan uang di wilayah hukum Desa Sugiwaras berujung pada ancaman pembunuhan terhadap sang jurnalis. Peristiwa ini menambah catatan kelam tentang betapa beratnya perjuangan menegakkan kebenaran, sekaligus memperlihatkan bahaya nyata yang mengintai para pencari fakta. Perlu dicatat, Sugiwaras adalah nama samaran yang digunakan untuk […]

  • PSN Bongkar Jejak Aksara Nusantara, dari Devanagari hingga Aksara Bali

    PSN Bongkar Jejak Aksara Nusantara, dari Devanagari hingga Aksara Bali

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Ngurah Wisnawa
    • 0Komentar

    Seminar PSN Bali mengulas perjalanan aksara Nusantara dari Devanagari dan Pranagari hingga perkembangan aksara daerah, termasuk aksara Bali, sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur. DENPASAR – Aksara bukan sekadar rangkaian simbol untuk menuliskan bahasa. Di balik bentuk dan perkembangannya, tersimpan jejak perjalanan peradaban yang turut membentuk identitas masyarakat Nusantara. Perspektif tersebut mengemuka dalam seminar […]

expand_less