Breaking News
light_mode

AHY Dipuji Tokoh Melayu, Dialog 8 Kesultanan Soroti Tanah Ulayat Sumut

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Datok Yan Djuna menilai keterbukaan AHY berdialog dengan delapan kesultanan di Sumatera Utara mencerminkan sikap rendah hati sekaligus penghormatan terhadap sejarah dan budaya Melayu.

MEDAN — Tokoh pemuda Melayu sekaligus penyiar RRI Pro 4 FM Medan, Datok Yan Djuna, mengapresiasi dialog Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama delapan kesultanan di Sumatera Utara.

Dialog tersebut berlangsung tertutup di kediaman tokoh masyarakat Sumatera Utara sekaligus Ketua Overlanding Sumut, H. Irmansyah Lubis, di Jalan Rajawali, Sunggal, Medan, Kamis (3/7/2026) malam. Pertemuan tersebut dikoordinasikan tokoh masyarakat Sumatera Utara, H. Syarifuddin Siba.

Menurut Datok Yan Djuna, pertemuan tersebut memiliki arti penting karena mempertemukan pemerintah dengan para pemangku sejarah dan budaya Kesultanan Melayu di Sumatera Utara.

“Saya mengapresiasi dialog tersebut karena saya hadir di acara ketika AHY bersama jajarannya menemui para Sultan dan membuka dialog. AHY datang dengan penuh keramahan dan senyuman meskipun Kota Medan saat itu sedang diguyur hujan,” ujar Datok Yan Djuna.

Ia menilai kesediaan AHY menemui para Sultan di tengah agenda kenegaraan menunjukkan sikap terbuka dan rendah hati. Saat itu, AHY diketahui berada di Medan dalam rangka menghadiri sejumlah agenda, termasuk Rakernas XVIII APEKSI 2026 serta perhelatan Gelar Melayu Serumpun (GEMES).

Datok Yan Djuna menyampaikan pandangannya tersebut ketika berkumpul bersama sejumlah musisi Melayu Kota Medan di Cafe Wak Bogeng, Medan Marelan. Pertemuan itu sekaligus membahas perkembangan kebudayaan Melayu di Kota Medan.

Dalam kesempatan tersebut hadir Jamal Accordion, eks personel Lebah Begantong, pemain gitar Syahrizal, serta keyboardist Syamsul Baqi, putra almarhum Prof. Ahmad Baqi, maestro gambus dan seniman legendaris musik Melayu serta qasidah Kota Medan yang juga merupakan pimpinan OM El-Surayya.

Delapan Kesultanan Sampaikan Aspirasi

Delapan kesultanan yang hadir dalam dialog tersebut masing-masing Kesultanan Asahan, Deli, Langkat, Serdang, Billah, Kualuh, Panai, dan Kota Pinang.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah aspirasi terkait sekitar 5.000 hektare tanah ulayat yang masa konsesinya telah berakhir.

Dalam dialog tersebut, AHY menyampaikan bahwa persoalan tanah ulayat harus ditangani secara hati-hati, dengan mengedepankan ketentuan hukum dan prinsip keadilan.

Dalam kerangka reforma agraria, terdapat dua aspek yang menjadi perhatian, yakni pengelolaan aset pertanahan yang berkaitan dengan kepemilikan serta pengelolaan akses pertanahan yang menyangkut pemanfaatan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

AHY juga disebut memahami adanya dimensi sejarah yang kuat dalam persoalan tanah ulayat Kesultanan. Karena itu, pemerintah akan melihat persoalan tersebut secara objektif dan sesuai koridor hukum.

Klaim historis, dalam konteks yang disampaikan dalam dialog, dapat menjadi dasar pengajuan hak apabila didukung bukti penguasaan fisik, administratif, dan hukum atas objek tanah yang dimaksud.

Pemerintah juga akan mendorong koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian ATR/BPN untuk melakukan verifikasi data dan kajian teknis secara menyeluruh.

Warisan Kesultanan Juga Jadi Perhatian

Selain tanah ulayat, para perwakilan kesultanan turut menyampaikan aspirasi mengenai keberadaan aset dan bangunan bersejarah yang masih tersisa setelah Revolusi Sosial 1946.

AHY menilai pelestarian warisan budaya merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Persoalan tersebut akan dikomunikasikan dengan kementerian terkait untuk menjajaki kemungkinan revitalisasi, rehabilitasi, maupun penguatan status sebagai cagar budaya.

Bagi Datok Yan Djuna, dialog tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan para pemangku sejarah serta budaya Melayu.

“Apa yang dilakukan AHY ketika menemui para Sultan benar-benar tak terlupakan dan sangat layak menjadi contoh teladan bagi rakyat Indonesia, sebab memiliki sikap rendah hati dan mendengarkan aspirasi di tengah kesibukannya AHY sebagai negarawan, Menteri Koordinator maupun Ketua Umum Partai Demokrat,” katanya.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah, kesultanan, akademisi, sejarawan, budayawan, dan masyarakat dapat terus dibangun.

“Komunikasi antara pemerintah, Kesultanan, akademisi, budayawan, dan masyarakat dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya menjaga sejarah, memperkuat kebudayaan Melayu, serta mencari solusi yang adil dan sesuai dengan ketentuan hukum terhadap berbagai persoalan yang menyangkut warisan Kesultanan di Sumatera Utara,” lanjutnya.

Ditutup Kuliner Melayu dan Musik Tradisional

Suasana silaturahmi semakin hangat setelah dialog. AHY bersama jajaran disebut menikmati sejumlah kuliner khas Melayu Deli, di antaranya bubur pedas, roti jala dengan kari kambing, gulai asam ikan baung, serta berbagai kue tradisional seperti rasidah dan tempur banda.

Para tamu juga menikmati aneka manisan atau halwa sembari menyaksikan hiburan musik Melayu klasik dan modern yang dibawakan para musisi.

Datok Yan Djuna mengaku turut memberikan kenang-kenangan berupa Tengkulok Mahkota Alam dan kain songket hasil dukungan serta karya pelaku UMKM Melayu kepada AHY melalui H. Irmansyah Lubis selaku tuan rumah.

“Saya juga bergembira hati sebab berkesempatan memberikan kenang-kenangan berupa Tengkulok Mahkota Alam beserta songket hasil dukungan dan karya para pelaku UMKM Melayu untuk AHY melalui H. Irmansyah Lubis yang menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri akademisi, sejarawan, cendekiawan Muslim, tokoh masyarakat, serta para pelaku dan pemerhati kebudayaan Melayu Sumatera Utara.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disiplin dari Kolam Renang, Kei Han Wakili Tabanan ke O2SN Provinsi Bali

    Disiplin dari Kolam Renang, Kei Han Wakili Tabanan ke O2SN Provinsi Bali

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    TABANAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Tabanan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 cabang olahraga renang tingkat sekolah dasar. Siswa kelas V SD Triamarta, I Gde Pasek Kei Han, berhasil lolos mewakili Kabupaten Tabanan ke tingkat Provinsi Bali setelah meraih dua medali emas dan dua medali perak pada seleksi O2SN […]

  • United Educations Versi ITB Stikom Bali, Dari Kampus ke Gerakan Global

    United Educations Versi ITB Stikom Bali, Dari Kampus ke Gerakan Global

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Denpasar – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali terus menunjukkan transformasi luar biasa, khususnya dalam bidang manajemen bisnis, pengembangan sumber daya manusia mahasiswa, dan kerja sama internasional. Rektor ITB Stikom Bali, Dr. Dadang Hermawan, menyebut perubahan yang terjadi bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga cara berpikir mahasiswa. “Dulu mereka mengerjakan tugas di kafe, sekarang […]

  • Lulus Cum Laude, dr. Agus Manik Kembangkan Disertasi Model Desa Bijak Antibiotika untuk Lawan Resistensi Antimikroba

    Lulus Cum Laude, dr. Agus Manik Kembangkan Disertasi Model Desa Bijak Antibiotika untuk Lawan Resistensi Antimikroba

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 19Komentar

    DENPASAR – Promovendus dr. I Wayan Agus Gede Manik Saputra, M.Ked.Klin, Sp.MK., Mempertahankan disertasi-nya dengan tema Pengembangan Model Desa Bijak Antibiotika (SAJAKA) dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Resistensi Antimikroba dengan Pendekatan One Health, Kamis 13 November 2025 di Gedung Fakultas Kedokteran Lt. IV Ruang Pertemuan dr. A.A. Made Djelantik. Prof. dr. I Made Ady Wirawan, […]

  • Ketum PPWI Kritik Somasi Demokrat, SBY Semestinya Bersikap Negarawan dalam Polemik Ijazah Jokowi

    Ketum PPWI Kritik Somasi Demokrat, SBY Semestinya Bersikap Negarawan dalam Polemik Ijazah Jokowi

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, menyampaikan keberatan keras atas langkah hukum yang diambil Partai Demokrat terhadap sejumlah pemilik akun media sosial, khususnya di TikTok dan YouTube, yang mengangkat isu dugaan keterlibatan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mendukung Roy Suryo dan kawan-kawan mempersoalkan keabsahan ijazah Presiden Joko […]

  • Green Illusion! Ketika Mobil Listrik Tak Lebih Ramah dari Hybrid

    Green Illusion! Ketika Mobil Listrik Tak Lebih Ramah dari Hybrid

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    Akio Toyoda Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Tren EV Global DENPASAR – Di tengah derasnya arus global menuju kendaraan listrik (EV), sebuah peringatan datang dari Jepang. Akio Toyoda, Chairman Toyota dan tokoh berpengaruh dalam industri otomotif dunia, mengguncang persepsi umum dengan pernyataan kontroversial. Mobil listrik bisa lebih mencemari lingkungan daripada mobil hybrid, terutama jika energi […]

  • Ritual Ceng Beng di Carangsari Dimeriahkan Piodalan, Hiburan dan Inovasi Kesehatan

    Ritual Ceng Beng di Carangsari Dimeriahkan Piodalan, Hiburan dan Inovasi Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    BADUNG – Perkumpulan Suka Duka Sari Semadhi Carangsari ikut serta memeriahkan tradisi Ceng Beng (atau Cheng Beng/Qingming), kegiatan ini adalah tradisi ziarah kubur tahunan masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur, yang jatuh setiap tanggal 4 atau 5 April, di Perkuburan China, di Wilayah Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Jumat, 3 April 2026. Ritual ini melibatkan […]

expand_less