Inovasi PETAKERTA Perkuat Peran Posyandu 6 SPM di Banjar Kemenuh Kangin
- account_circle Budi Susilawarsa
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Foto: Kegiatan pendataan warga melalui Program PETAKERTA, sebagai inovasi Posyandu 6 SPM Banjar Kemenuh Kangin.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GIANYAR – Sepanjang Mei–Juni 2026, Posyandu 6 SPM Banjar Kemenuh Kangin, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar melaksanakan pendataan terhadap 184 KK melalui inovasi PETAKERTA (Pemetaan Terpadu untuk Keluarga Sejahtera). Hasil pendataan dengan cara pengisian kuesioner secara mandiri tersebut juga menjadi bagian dari usulan yang disampaikan banjar dalam Musyawarah Desa (Musdes) Kemenuh.
Kelian Banjar Dinas sekaligus Ketua Posyandu Banjar Kemenuh Kangin, I Putu Gede Raka, mengatakan pendataan dilakukan secara jemput bola dari rumah ke rumah oleh Kader Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) bersama kader Dasawisma PKK. Menurutnya, langkah ini penting agar kebijakan pembangunan benar-benar berangkat dari kondisi riil masyarakat.
“Pembangunan harus berbasis data, bukan asumsi. Berbagai program yang dikeluarkan pemerintah hendaknya benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga. Karena itu, kami ingin mengetahui langsung kondisi masyarakat sekaligus mendengar aspirasi mereka,” ujarnya, Minggu (12/7).
Melalui PETAKERTA, data yang dihimpun tidak hanya mencakup kondisi sosial ekonomi keluarga, tetapi juga kesehatan, pendidikan, sanitasi, lingkungan, hingga partisipasi sosial masyarakat. Pendataan juga dimanfaatkan untuk menjaring berbagai keluhan, kritik, masukan, dan harapan warga terhadap pelayanan publik maupun pembangunan di lingkungan banjar.
Dari hasil pendataan tersebut, sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat mulai terpetakan. Warga mengeluhkan air PDAM yang kerap mati, masih adanya gang lingkungan yang berupa jalan tanah dan membutuhkan perbaikan, penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran, serta minimnya penerangan jalan di beberapa titik.
Selain itu, masyarakat mengusulkan adanya program pembersihan dan penggelontoran sungai (pangkung) secara berkala untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mencegah pencemaran lingkungan. Warga juga berharap dilakukan normalisasi drainase yang sering mengalami penyumbatan dan menyebabkan genangan saat musim hujan.
Ada pula usulan bantuan teba modern, lubang resapan biopori, serta tempat sampah terpilah guna mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber. Usulan lainnya meliputi bantuan pembangunan WC bagi warga yang membutuhkan serta langkah pengendalian populasi anjing liar yang mulai menjadi perhatian masyarakat.
Raka menambahkan, Posyandu Banjar Kemenuh Kangin juga membuka ruang komunikasi melalui layanan pengaduan berbasis WhatsApp bertajuk “Lapor 6 SPM”. Layanan ini diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi maupun penanganan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. “Semua ini merupakan upaya mendekatkan layanan enam Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Saat ini belum ada komentar