Jetty Pelabuhan Sanur Mulai Menua, Keselamatan Ribuan Wisatawan Harus Jadi Prioritas
- account_circle Ray
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Pelabuhan Sanur yang menjadi gerbang utama penyeberangan menuju destinasi wisata unggulan Nusa Penida dan Nusa Lembongan kembali menjadi sorotan. Di tengah tingginya mobilitas wisatawan yang menggunakan layanan kapal cepat (fast boat), kondisi sejumlah fasilitas jetty (dermaga apung) dinilai memerlukan perhatian serius agar standar keselamatan tetap terjaga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa bagian jetty terlihat mengalami penurunan kualitas. Permukaan lantai di sejumlah titik, sambungan konstruksi, hingga beberapa elemen pendukung menunjukkan tanda-tanda keausan yang diduga dipengaruhi usia infrastruktur, tingginya intensitas penggunaan, serta paparan lingkungan laut yang berlangsung setiap hari.
Sebagai salah satu simpul transportasi laut tersibuk di Bali, Pelabuhan Sanur setiap harinya melayani ribuan penumpang, terutama wisatawan domestik maupun mancanegara yang hendak berwisata ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Saat periode libur, jumlah penumpang bahkan dapat mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 orang per hari. (Dikutip dari Antara News Bali)

Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan tidak hanya bergantung pada kelaikan armada kapal, tetapi juga pada kelayakan seluruh fasilitas pendukung yang digunakan penumpang sebelum naik maupun setelah turun dari kapal.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Aprianus Hangki, sebelumnya menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam operasional pelabuhan, termasuk di Pelabuhan Sanur. KSOP secara rutin melakukan pengawasan terhadap kelaikan armada yang beroperasi dari pelabuhan tersebut. (Dikutip dari Antara News Bali)
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan juga pernah menyampaikan bahwa pengelolaan Pelabuhan Sanur membutuhkan komitmen kuat dalam aspek pemeliharaan karena biaya perawatan fasilitas pelabuhan di kawasan laut relatif tinggi. Tantangan tersebut meliputi sedimentasi, korosi akibat air laut, hingga kebutuhan pemeliharaan infrastruktur secara berkala. (Dikutip dari Balipost)
Pengamat transportasi laut menilai, fasilitas seperti jetty merupakan bagian vital dalam rantai pelayanan pelabuhan. Kerusakan sekecil apa pun berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika terjadi lonjakan penumpang pada musim liburan atau saat cuaca kurang bersahabat.
Selain faktor keselamatan, kondisi infrastruktur juga berpengaruh terhadap citra pariwisata Bali. Pelabuhan Sanur merupakan titik awal pengalaman wisatawan sebelum menikmati keindahan pulau-pulau di wilayah tenggara Bali. Infrastruktur yang bersih, aman, dan terawat menjadi bagian dari kualitas pelayanan destinasi wisata kelas dunia.
Karena itu, evaluasi teknis secara berkala, inspeksi menyeluruh, serta percepatan perbaikan terhadap bagian-bagian yang mengalami penurunan kualitas dinilai penting dilakukan. Langkah tersebut tidak hanya mengurangi potensi risiko bagi pengguna jasa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga kepercayaan wisatawan terhadap transportasi laut Bali.
Pelabuhan Sanur bukan sekadar tempat keberangkatan menuju pulau-pulau eksotis, melainkan wajah pertama pariwisata bahari Bali. Di balik pesona perjalanan menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan, keselamatan tetap harus menjadi fondasi utama pelayanan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar