Pemerintah Tetapkan Harga Minimum Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg Mulai 15 Juli 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menetapkan harga minimum ayam hidup (live bird) sebesar Rp19.500 per kilogram dan telur ayam Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada 15 Juli 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga unggas nasional sekaligus memastikan peternak memperoleh keuntungan yang layak tanpa memicu lonjakan harga di tingkat konsumen.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara Kementerian Pertanian, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, asosiasi perunggasan, pelaku usaha, serta perwakilan peternak.
“Hasil keputusannya adalah mulai tanggal 15 Juli nanti harga live bird atau ayam pedaging di seluruh peternak, berapa pun ukurannya, ditetapkan minimal Rp19.500 per kilogram. Sementara harga telur ayam di tingkat peternak ditetapkan Rp24.000 per kilogram,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pemerintah akan mengawasi implementasi kebijakan tersebut agar seluruh pelaku usaha mematuhi harga yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan untuk mencegah praktik pembelian di bawah harga minimum yang dapat merugikan peternak.
Sudaryono menegaskan, kebijakan ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Di satu sisi, peternak diharapkan memperoleh margin usaha yang lebih sehat, sementara di sisi lain harga jual di pasar tetap terkendali dan tidak melampaui ketentuan harga eceran tertinggi (HET).
Pemerintah berharap penetapan harga acuan ini mampu memperkuat stabilitas sektor perunggasan nasional, terutama di tengah dinamika biaya produksi dan fluktuasi harga pasar yang selama ini menjadi tantangan bagi peternak ayam pedaging maupun peternak telur.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar