Breaking News
light_mode

Uang Bukan Biang Kerok Keserakahan, Melainkan Cermin Karakter Manusia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Uang kerap menjadi pihak yang disalahkan atas berbagai persoalan sosial, mulai dari keserakahan, pengkhianatan, hingga penyalahgunaan kekuasaan. Namun sejumlah pengamat sosial menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, karena uang pada dasarnya hanyalah alat yang tidak memiliki kehendak, moral, maupun niat.

Dalam berbagai fenomena kehidupan, uang dinilai lebih berperan sebagai pengungkap karakter dibandingkan sebagai penyebab perubahan perilaku seseorang. Kehadiran kekayaan sering kali hanya memperbesar sifat yang telah ada dalam diri seseorang sejak awal.

Orang yang dikenal murah hati saat hidup dalam keterbatasan umumnya tetap menunjukkan kepedulian yang sama ketika memiliki kelimpahan materi. Sebaliknya, individu yang cenderung egois ketika hidup sederhana kerap memperlihatkan sikap yang lebih mementingkan diri sendiri setelah memperoleh kekayaan.

Pandangan tersebut muncul karena uang memberikan kebebasan, pilihan, serta akses yang lebih luas kepada seseorang. Dalam kondisi demikian, karakter asli yang sebelumnya tertutupi oleh keterbatasan ekonomi menjadi lebih mudah terlihat.

Kesombongan yang sebelumnya tidak tampak dapat muncul ke permukaan ketika seseorang memiliki kekuasaan finansial. Demikian pula dengan ketamakan, yang menjadi lebih terlihat saat kesempatan untuk mengumpulkan kekayaan semakin terbuka. Namun di sisi lain, kebaikan, kepedulian sosial, dan kemurahan hati juga dapat berkembang lebih besar ketika seseorang memiliki sumber daya yang memadai untuk membantu sesama.

Karena itu, sejumlah kalangan menilai bahwa uang tidak seharusnya dipandang sebagai sumber kejahatan. Fokus penilaian justru perlu diarahkan kepada individu yang menggunakan uang tersebut dan bagaimana mereka memanfaatkannya.

Pada akhirnya, kekayaan dipandang bukan semata-mata ukuran keberhasilan materi, melainkan sebuah ujian karakter. Bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki seseorang, tetapi tentang bagaimana ia bersikap ketika memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun yang diinginkannya.

Dengan demikian, uang tidak mengubah siapa seseorang sebenarnya. Uang hanya membuka tabir yang selama ini menutupi karakter asli manusia dan memperlihatkannya kepada dunia.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasabha V MWBW Dirangkaikan HUT Ke-95 Kemoncolan, Alit Widana Kembali Terpilih 

    Mahasabha V MWBW Dirangkaikan HUT Ke-95 Kemoncolan, Alit Widana Kembali Terpilih 

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR – Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) menggelar Mahasabha V di Gedung SPB/IPBI, Jalan Kecak No. 12, Gatot Subroto, Denpasar, Minggu (12/10/2025). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-95 MWBW, yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah, seperti Bali, NTB, Lampung, dan Sulawesi. Mahasabha V mengusung tema “Melalui Mahasabha V Moncol Pusat Maha Warga […]

  • TNI Benarkan Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Tak Berkaitan dengan Penggeledahan Polri

    TNI Benarkan Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Tak Berkaitan dengan Penggeledahan Polri

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    JAKARTA – Markas Besar (Mabes) TNI akhirnya memberikan penjelasan terkait keberadaan sejumlah personel TNI yang melakukan pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas membenarkan bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan resmi […]

  • Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh Upacarai 54 Sawa, Libatkan Kelompok Serati untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

    Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh Upacarai 54 Sawa, Libatkan Kelompok Serati untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    GIANYAR – Sebagai rutinitas 3 tahunan, Desa Adat Kemenuh di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, kembali menyelenggarakan Atiwa-tiwa Masa Kinembulan. Rangkaian upacara diawali dengan mapakeling pada 19 Juni 2025, sedangkan puncak ngaben pada Kamis, 26 Juni 2025. Karya Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh tahun 2025 mengupacarai sebanyak 54 sawa. Pelaksanaan upacara ini melibatkan tiga banjar adat yang […]

  • Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Sebuah potret lawas dari tahun 1920 mengungkap sisi lain kehidupan masyarakat Bali pada masa kolonial. Dalam foto arsip milik Leiden University tersebut, tampak aktivitas mengisap opium atau yang dikenal dengan istilah “madat”, yang kala itu menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, konsumsi opium tidak hanya terjadi […]

  • Agama di KTP, Simbol Iman atau Bentuk Pemaksaan

    Agama di KTP, Simbol Iman atau Bentuk Pemaksaan

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Jakarta, 22 September 2025 – Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 18.963 warga Jawa Tengah memilih mengubah kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi “Penghayat Kepercayaan”. Fenomena ini memicu perdebatan sengit setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan penolakannya, dengan alasan penghayat kepercayaan tidak memenuhi syarat sebagai agama. Menurut Ketua MUI Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan, […]

  • Hadir untuk Amati Kasus Kriminalisasi! Eks Wakapolri Oegroseno Sebut Kasus Kanwil BPN adalah Mekanisme Administratif

    Hadir untuk Amati Kasus Kriminalisasi! Eks Wakapolri Oegroseno Sebut Kasus Kanwil BPN adalah Mekanisme Administratif

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    DENPASAR – Kasus Praperadilan yang diajukan Kepala Kanwil BPN Bali I Made Daging, A.Ptnh., M.H., menyeret banyak tokoh Nasional seperti Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.H., mantan wakil Ketua KPK 2011-2015., Jumat (30/1/2026). Sekarang hadir dalam sidang praperadilan Komjen Pol (Purn) Oegroseno mantan Wakapolri 2013-2014, Selasa 3/2/2026 yang menyebutkan tertarik dengan kasus ditetapkannya Made Daging […]

expand_less