Connect with us

Mangku Bumi

SABDA ORANG BINGUNG

Published

on


Jika Tuhan maha pencipta, dia Tuhan berbicara melalui seluruh yang dia wujudkan, seluruh wujud yang dia jadikan adalah jalan Sang Maha Pencipta mengkomunikasikan dirinya kepada ciptaanya, kesempurnaan yang termanifestasi pada wujud-wujud yang disertai segenap kesempurnaan masing-masing, dan pada wujud manusia lah dia Sang Maha hidup itu mencapai kesadaran sempurna’nya, begitulah kebenaran yang sesungguhnya kebenaran, jika Tuhan mu tidak berwujud maka dia Tuhan yang tidak mewujudkan apa-apa, kamu tertipu oleh ketidaktauanmu

Tidak ada pencipta yang tidak mewujud, yang tidak mewujud berarti sama sebangun tidak ada, bahwa di dalam yang mewujud itulah wujud dan juga tiada wujudnya tunggal, itulah yang dimaksud rwa bineda, ada dan tiada-nya tunggal, sisi negatif dan sisi positifnya dualitas tunggal dan yang ketiga adalah kesadaran yang mengetahuinya, keberadaan lah yang dapat mengenali ketiadaan, yang menyatakan tinggi rendah adalah yang wujud , yang mengetahui batas tiada batas adalah wujud, dan kesemua itu dikenali oleh kesadaran atas keberadaan, tanpa keberadaan tidak ada yang dapat dikenali dan mengenali , dan nabi anda kebingungan menyadari kebenaran sesederhana itu

Sekali lagi Tuhan berkomunikasi melalui apa yang dia wujudkan,kekuatan ciptanya menjadi pada apa yang dia cipta, tanpa yang berwujud dia bukan apa-apa, dia tidak mungkin dikenal sebagai pencipta, dia harus mewujud untuk menjadi Pencipta,dia bekerja mencipta dan seluruh yang dia cipta yang mengkomunikasikan tentang keberadaan-NYA, dan yang terpenting dari yang paling penting yang berkesadaran paling sempurna yang menyebutnya sebagai “Sang Pencipta” yakni manusia

Dia tidak berbicara untuk membuat manusia menjadi baik, tetapi dia bekerja memelihara kebaikan manusia tanpa bicara tanpa sabda, karena dia ada disetiap yang hidup, dia ada disetiap yang berkesadaran, dia asal, dia pula wujud, dia yang berkesadaran di dalam wujud yang dia jadikan, yang hidup itu yang berkesadaran atas hidupnya, dan kesadaran yang paling sempurna adalah pada diri manusia ini, kesempurnaan mewujud pada kesempurnaan dirinya

Tuhan yang tidak memahami dirinya sendiri berbicara tentang dirinya, tidak memahami dirinya yang bergerak mencipta dan seluruh yang dia cipta yang berbicara tentang dirinya, dan ketika dia berbicara tentang dirinya itu sama dengan dia berbicara tentang ketidaktauannya sendiri tentang dirinya, dia mengatakan begini dan begitu sesuai prasangka nya belaka, karena dia lupa oleh wujudnya yang berkesadaran sempurna yang telah menipunya

Mengapa kita membicarakan Tuhan karena Tuhan telah beredar luas di pasaran, karena Tuhan telah lupa siapa dirinya yang sesungguhnya hanya bergerak mencipta, bahkan ia mencipta kehancuran kehidupan karena kondisi lupanya yang tidak terkendali, karena dia lupa sadar menyadari kesejatian dirinya sehingga tidak dia sadar telah mencipta kehancuran, dia mencipta penyesatan kesadaran murni manusia yang sesungguhnya dia jadikan dari kesempurnaan miliknya

Sang Pencipta yang tidak lain Sang Maha hidup yang merupakan sebab dari segala sebab seluruh keberadaan, dan keberadaan dirinya yang termanifestasi sebagai yang paling sempurna adalah sebagai manusia, bahwa dia menganggap dirinya pikiran, dia terkelabui oleh kesadaran sempurnanya yang berasal mula kesempurnaan itu sendiri, dan di dalam kebingungan-nya dia bersabda menyabdakan kebingungan dirinya

Kesadaran murni adalah kesadaran yang melampaui pikiran, itu sama sebangun dengan ungkapan Tuhan tidak terpikirkan, karena pikiran terbatasi prasangka, karena pikiran adalah ranah persepsi dan hanya sebatas nilai yang diketahui, sebatas apa yang diketahui maka sebatas itu pula nilai yang di miliki, sekalipun itu atas Tuhan hanyalah sebuah nilai yang terbatas apa yang diketahui belaka

Berbeda pada kesadaran murni yang tiada batas, tidak terikat batas maupun nilai, yang dapat menyadari apapun bahkan yang dapat menyadari yang tiada-batas itu tidak lain kesadaran terjemahan dari hidup yang berasal mula Maha Hidup itu sendiri

Kesadaran sempurna inilah bukti kesempurnaan ciptanya, kesempurnaan Sang Maha Pencipta yang termanifestasi pada kesempurnaan yang nyata, bukti nyata wujud kesempurnaan yang di miliki-nya, wujud Maha Sempurna yang berkesadaran sempurna inilah pembuktian teerbaik dari kesempurnaan yang di miliki-nya, dan kita sebagai diri-diri yang mewakili kesempurnaan itu idealnya rendah hati karena masih belum mampu melampaui keterkungkungan keterbatasan ini

Dan ketika kita mengetahui diri mewakili kesadaran hidup Sang Maha Pencipta, idealnya kita tau GUNA hidup untuk melayani kemuliaan yang di wariskan kepada setiap diri, GUNA mewujudkan kemuliaan hidup sesuai kemampuan masing-masing diri, yang pasti kita hidup bukan untuk memperseterukan yang tidak kita tau, kita di beri hidup bukan untuk meributkan kebodohan kita, bukan mempertengkarkan lupa kita atas ke dirian sejati kita

Jika Yang Maha Hidup adalah sebab dari segala sebab yang memulai semua keberadaan ini, kita yang berkesadaran sempurna inilah perwakilan paling sempurna dari yang hidup dimaksud, jika Yang Maha Hidup itu Tuhan maka yang berkesadaran hidup sempurna itulah Tuhan, Maha Hidup yang mencapai kesempurnaan sadarnya tercipta dari kesempurnaan miliknya sendiri, dia dirinya sendiri yang mencapai wujud sempurnanya

Dia yang mewujud sebagai seluruh keberadaan dan yang berkemampuan mengenali semua itu adalah kesadaran sempurna manusia, karena memang itulah tujuanya mencapai kesempurnaan untuk mengenali kesempurnaan dirinya melalui kedirian itu sendiri, namun kesempurnaan itu sendiri membuat Sang Diri tersesat, ketika Sang diri memilih berdiri pada bayangannya, ketika Sang Diri tidak lagi mengenal cara mempertahankan kemurnian sadarna, dan mereka jatuh kedalam ketidaktauan, mereka tersesat dan hidup diatas prasangka belaka

Sekawanan burung tidak pernah berdoa tetapi mereka hidup dan mencari makan, golongan ikan dan binatang lain-nya juga sama memiliki kesadaran dan berkemampuan adaptasi pada lingkungan hidup masing-masing karena sejak awal telah tercipta sedemikian rupa, kumpulan planet khusunya bumi yang kita tinggali pun hidup, mereka bergerak dan bekerja sedemikian rupa sesuai keadaan wujudnya, lalu manusia yang kesadaranya paling sempurna memilih sibuk berdoa

Manusia yang tidak berpengetahuan memilih sibuk berseteru tentang Tuhan yang setiap saat menghidupinya karena dia pikir Tuhan ada di dalam agama, karena mereka menyangka agama lebih hidup dibanding manusia, mereka tidak sadar manusialah yang memberi jiwa pada agama, bahkan menjiwai Tuhan yang di yakinin’nya, semata-mata karena ketidaktauan

Aku bersaksi bahwa kesadaran murni Sang Tuan Penyaksi hidupnya, kesadaranku adalah batas yang tiada batas, IA yang terbatas pada prasangka, IA tiada-batas pada kemurnian, IA yang mengetahui yang tertinggi sekaligus yang terendah, yang terbesar sekaligus yang terkecil , IA pembatas ketiadaan batasan dirinya, IA pula yang tidak terbatas pada kemurnian’nya, adakah Tuhan-Tuhan itu sudah mencapai pengetahuan kebijaksanaan tertinggi ini, jika belum – apakah dia layak mengklaim diri sebagai Tuhan yang tertinggi, ataukah Tuhan hanya sebatas yang mampu di klaim oleh kesadaran miliknya

Tentu saja Tuhan sejatinya Tuhan tidak melakukan klaim karena penciptaan ini bersifat final pada kesempurnaan miliknya, bersifat final karena tidak ada lawan selain kesempurnaan dirinya yang mewujud di atas kesempurnaan itu, lalu apa alasan logisnya dia mengklaim diri sebagai Pencipta yang Maha sempurna jika dia berkemampuan mewujud pada kesempurnaan yang mengejawantah pada ke’dirian’nya, jika dia Maha Sempurna maka dia akan memilih mewujudkan diri pada kesempurnaan yang melekat padanya, sehingga kesempurnaan’nya bukan hanya sebatas klaim

Jika kebesaran DIA-Tuhan mampu mewujud pada apapun yang dikehendaki-Nya, tentu pilihan dia adalah menjadikanya ada – bukan memilih hanya melakukan klaim belaka, apalah lagi “BERJANJI” karena Sang Pencipta tidak pernah berhutang pada apa yang dia cipta, karena dia mencipta wujud berserta seluruh penopang kehidupan wujud yang dia jadikan, dalam artian – tanpa penopang – tidak ada wujud yang dapat menjadi, semisal kesempurnaan alam bumi yang semula dia jadikan yang kemudian mahluk-mahluk biologis dapat hidup di atasnya

Orang-orang bingung bersabda diatas kebingungan-nya, berbicara tanpa kebijaksanaan diatas ketertipuan kesempurnaan sadarnya, dan yang tertipu mengikutinya tanpa kecerdasan karena mereka lebih senang mendengar apa yang ingin mereka dengar, bukan yang seharusnya mereka ketahui dan di sadari,seketika itu mereka membiarkan diri terbuai ilusi’nya

Setiap saat mereka berperang melawan dirinya sendiri, seumur hidup bersusah payah mengingkari pesan-pesan yang setiap saat digetarkan kesadaran murni yang tertutup kegelapan prasangka, IA yang setiap saat selalu mengingatkan dirinya, bahwa penderitaan hidup yang selalu bergelayut di rasa hidup yang di jalani berasal mula ketersesatan yang tidak disadari, ketersesatan yang diyakini sebagai kebenaran, ketertipuan yang di sangka sebagai kebenaran

Bagian yang manakah dari kesadaran sempurna itu yang tidak merasa memiliki kebenaran, terlepas apakah kebenaran yang disadarinya diungkapkan atau tidak, sebab seluruh DIRI-DIRI yang SADAR itu tidak lain Maha Hidup yang rasa hidupnya diterjemahkan oleh tubuh Manusia Yang Maha Sempurna ini, tentu saja diri-diri itu akan merasa memiliki dan mengetahui “kebenaran” karena asal mula munculnya kesadaran itu sendiri tidak lain “kebenaran” yang mewujud

Capaian tingkat kebijaksanaan lah yang menjadi pembeda kebenaran-kebenaran tersebut, dan kebenaran tertinggi tidak lain tercapainya kebijaksanaan tertinggi oleh yang berkesadaran sempurna, yang demikian yang dimaksud sebagai Tuhan bukan yang mengklaim akan tetapi yang menjadi

Atlantia Ra


Mangku Bumi

PSN Kuta Selatan dan Komunitas Si Komo berbagi di Desa Adat Padang Sambian.

Published

on


GATRADEWATA.COM|| Rabu,20 April 2022.
PSN Kuta Selatan dan Kumintas Si Komo berbagi di Desa Adat Padang Sambian.

Pinandita Sanggraha Nusantara ( PSN ) Korlap Kecamatan Kuta Selatan bersama Komunitas Si Komo berbagi melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada para pemangku di desa adat Padangsambian.

Sebanyak 70 Pemangku hadir dalam acara tersebut yang juga disaksikan oleh Jro Bendesa Padangsambian, Ketua PSN Korwil Bali, Korda Badung, Korda Denpasar, dan Korcam Denpasar Barat.

Dalam Kesempatan tersebut Ketua PSN Korwil Bali, Pinandita I Wayan Dodi Arianta sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh PSN Kuta Selatan dan Komunitas Si Komo Berbagi. ” Dalam masa Pandemi ini para pemangku sebagai pelayan umat memang seharusnya di perhatikan kesejahteraannya.

Sementara itu Jro Bendesa Padangsambian menyambut baik kegiatan PSN, disamping kegiatan kepedulian terhadap kesejahteraan Pinandita, juga melaksanakan pelatihan- pelatihan bagi pemangku seperti Kursus Teologi Hindu dan seminar-seminar keagamaan. Misalkan pelatihan sangging yang dilaksanakan di Balai desa disini.
Beliau berpesan supaya pemangku di desa adat Padangsambian memiliki keinginan terus belajar, karena tantangan yang dihadapi umat Hindu sangat majemuk.

Pinandita I Made Wira Adi Topan, S.Fil Ketua PSN Kuta Selatan dan mewakili komunitas Si Komo berbagi menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak ada motivasi selain ingin berbagi kepada para Pinandita.
Dimana diawali dengan pengumpulan dana sukarela dari komunitas sampai akhirnya ada yang tersentuh dengan kegiatan kami.
Saat ini kami melaksanakan pembagian100 paket sembako setiap Minggu kepada pemangku dan masyarakat umum. Dari 100 yang disalurkan 70% nya disalurkan untuk para pemangku.(INN.W.)

Continue Reading

Mangku Bumi

Upacara RSI Yadnya Apodgala Dwijati di Griya Tegal Harum

Published

on

Sebelum Apodgala Dwijati dilaksanakan, Tgl 6 Maret 2022 sudah dilaksanakan acara Diksa Pariksa pula.

GATRA DEWATA ● BALI | Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., terlihat menghadiri acara Apodgala Dwijati Ida Bhawati Putu Gede Adnyana, S.H., M.Ag., bersama istri Ida Bhawati Istri Nyoman Sumarni, yang dilaksanakan pada hari Kamis 17 Maret 2022 bertepatan dengan Purnama Kadasa di Griya Tegal Harum Banjar Deloduma, Kaba-Kaba Tabanan Bali.

Acara dimulai dari pk 17.00 WITA hingga selesai. Dihadiri pula oleh Bendasa Adat Kaba-Kaba, PHDI Kabupaten, Ketua MGPSSR Tabanan, pasemetonan Pasek, tokoh masyarakat dan lainnya yang mendukung terlaksananya acara tersebut.

Seperti biasa acara dimulai dengan panyembrahma, kemudian pembacaan Bhisama Pasek, Pembacaan SK Diksa, Sambrahma wacana dari Bendesa adat setempat, Sambrahma wacana dari Ketua MGPSSR Tabanan, Sambrahma wacana dari PHDI Kabupaten Tabanan sekaligus menyerahkan Diksa.

Upacara RSI Yadnya Apodgala Dwijati ini juga ‘dipuput’ oleh Nabe Napak Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharyananda, dari Griya Mumbul Sari, Banjar Serongga, Lebih, Gianyar. Nabe Waktra Ida Pandita Mpu Nabe Darma Reka Santika Tanaya, dari Griya Mandara Jati, Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud. Nabe Saksi Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Siwa Putra Shanti Yoga dari Griya Agung Pasek Sari Tegal, Jln Gunung Karang Tegal Denpasar.

“Total biaya yang dikeluarkan dari tgl 6 Maret hingga kemarin itu menghabiskan dana 50 juta, dan itu dana pribadi, “jelas Gus Agung putra beliau kepada awak media melalui pesan elektronik.

Harapan yang dilontarkan Ida Nak Lingsir anyar presida ngemargiang swadarma dados kasulinggihan, memberikan pelayanan dan pencerahan ke Umat Hindu seluruhnya. (JA)

Continue Reading

Mangku Bumi

Pura Kuno Akses Jalan Diblokir Rumah Kost

Published

on

By

Kadek Garda (kiri) dan Jro Bima (kanan)

GATRA DEWATA | BALI | Pedih bila dipikirkan, rasa toleransi yang terpupuk sejak lama di Bali antara masyarakat sekitar menjadi teruji kembali dengan adanya peristiwa penutupan akses jalan ke Pura Dalem Bingin Nambe, Banjar Adat Titih Kaler, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat.

Kejadian yang sudah berlangsung lama kurang lebih 10 tahun, bukan tidak melakukan perlawanan, tetapi upaya itu kandas kemungkinan karena lawannya adalah seorang mantan Jaksa (orang yang memahami hukum). Fakta persidangan mungkin melihat bahwa tanah yang tentu masih merupakan wilayah Pura Dalem Bingin Nambe (Duwen Pura), karena Pura tersebut tercatat berdiri sejak abad-18, telah tersertifikatkan bahkan ditembok beton.

Bangunan permanen yang menutup akses jalan keluar masuk (pemedal) bagi pemedek (umat) Pura Dalem Bingin Nambe memiliki cerita dibalik beralihnya tanah tersebut. Itu dilontarkan spontan oleh Kadek Mariata (Kadek Garda) yang juga sebagai pengempon pura.

“Pura ini sudah lama berdiri bahkan sejak zaman penjajahan Belanda, lihat level tanahnya masih dibawah, dan juga arsitektur candi bentar sudah ratusan tahun, “ungkapnya, Senin (07/02/2022).

Ia juga menceritakan bahwa waktu dirinya masih kecil dirinya masuknya dari arah selatan, dari jalan Pulau Ternate. Selanjutnya dirinya tidak mengetahui kondisi selanjutnya, yang dia pahami tembok itu telah menutup pintu utama pura. Dirinya juga curiga adanya patgulipat terhadap kepemilikan tanah yang sesungguhnya merupakan bagian dari Pura yang ada sebelum negara ini merdeka.

Pengemponnya ada sekitar 200 KK (Kepala Keluarga) dari Jimbaran, Pemogan, Pagan dan Natah Titih Denpasar.

“Yang saya dengar dulu di sini anak laki-laki yang putung atau tidak punya anak. Kemudian dia minta anak. Anaknya ini lalu minta bagian, dan yang diminta bagian di depan pura ini. Setelah dapat tanah ini, atau sebelumnya katanya dia pindah agama. Dan setelah pindah agama lalu ditutuplah jalan ini,” bebernya dan berharap PHDI juga turut menelusuri fakta yang sebenarnya terhadap kondisi ini.

Terlihat hadir Perbekel Perbekel Desa Dauh Puri Kangin, kapolsek Denpasar Barat dan Para pengempon Pura tersebut, terlihat juga I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) yakni tokoh pemerhati Bali dan I Nyoman Kenak selaku ketua PHDI Kota Denpasar.

“Kami mohon semua pihak untuk dapat menahan diri dan sabar. Kita akan berusaha akan memediasi, karena fungsi kita bukan lembaga eksekutor, “ujar Kenak yang berjanji akan merapatkan hal ini kepada seluruh pengurus disemua tingkatan PHDI.

Ia juga mengatakan akan memanggil seluruh pihak untuk ikut menyelesaikan permasalahan yang ada. Ditanya soal mediasi bila terjadi deadlock, dirinya mengaku memiliki cara pendekatan khusus.

“Tidak ada pura yang tidak punya akses jalan, saya akan berupaya memediasi agar pura ini memiliki akses jalan. Kita juga baru tahu ini kalo tidak dari media, karena tidak mungkin kita cari-cari tempat yang bermasalah, “pungkasnya. (Ray)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku