Connect with us

Mangku Bumi

“SAMPUL TUHAN”

Published

on


Segenap wujud yang terwujud itu sampul pewujudnya, pewujud yang tidak lain maha hidup yang semula tiada wujud mewujudkan dirinya pada berbagai macam sampul hidupnya, dengan berbagai tingkat kesadaran sesuai bentuk wujudnya

Wujud-wujud itulah yang bercerita tentang penciptanya, tuhan berkomunikasi melalui seluruh wujud yang di jadikan atas eksistensi hidup ini, diantara berbagai macam wujud kesadaran atas sampul pembungkusnya, kesadaran di tubuh manusialah sampul pembungkus yang menjalani kesempurnaan sadar atas hidupnya, kesempurnaan yang mewujud yang tidak ada keduanya, kesadaranmu tunggal tidak ada yang kedua, sekalipun bawah sadar tetap bersumber pada kesadaran yang sama

Kemanakah yang hidup yang bersifat abadi itu pergi setelah kematian tubuh’nya, ia kembali tunggal pada sumbernya yaitu pada yang maha hidup, hanya memori atas hiduplah yang tertinggal di dimensi wujud,karena tubuh yang mati itu lah penterjemah kesadaran atas hidupnya, memori-memori itu yang ditemui oleh yang masih berkesadaran hidup di sampul hidupnya

Yang tidak memiliki cukup pengetahuan kesejatian hidup menganggap memori yang tertinggal itu kehidupan setelah mati, mereka mengira sampah
residu kehidupan sebagai kehidupan yang lebih mulia, semua itu semata-mata dikarenakan ketidaktauan

Pun,
terlalu melekat pada rasa hidup semasa menjalani hidup yang menjadi hantu penasaran (memori tanpa fisik) juga karena ketidaktauan, hantu yang menyisakan memori kebingunganya di dimensi tanpa fisik, ketidaktauan diri itu samasekali bukan kehidupan mulia, bukan rumah tuhan akan tetapi rumah hantu

Tuhan eh tuan hidup itu adalah tuan pembentuk sampul hidupnya sendiri, IA pulalah yang menjadi bermacam tingkat kesadaran didalam sampul yang dia jadikan

Tidak ada tuhan si tuan pencipta yang tidak berwujud, karena yang tidak berwujud tidak bisa dikatakan mencipta, yang tidak berkehendak tidak bisa mewujud, benih hidup itu sendiri memiliki kehendaknya atas hidupnya yang mewujud sesuai pengadaptasian pada lingkungan tempat keberadaanya, yang tidak mewujud tidak berkehendak

Kekuatan-kekuatan maya di dimensi-dimensi wujud yang berada diluar diri itu peninggalan pencapaian kehidupan masa lalu, yang tidak lagi bertuan karena telah ditinggal mati sang tuhan eh tuan yang semula bertubuh materi

Tuan raja dari segala raja Maya inilah yang ditemui para peeelancar spiritual, pencapian kekuatan cipta wujud Maya yang tetinggi itu juga dapat menyisakan residu kekuatan’nya, yang dapat mempengaruhi kehidupan maupun sisi imateri manusia disebabkan karena kesebangunan Maya setiap tubuh manusia

Lingkaran energi raja maya capaian kehidupan masa lalu yang tak lagi bertuan inilah yang harus ditundukan untuk mencapai kesejatian diri dan menjadi maha ghaib itu sendiri, untuk dapat membuka dan menyebarkan pengetahuan kesejatian diri, jika belum terlampaui maka si raja maya tak bertuan itu akan datang dan menahan dengan segenap kekuatan yang ada padanya, dan tak satu manusiapun yang sanggup menanggung efek dari kemarahannya

Maya itu tidak lain kekuatan cipta sang pencipta yang mengejawantah ya itu bayangan sang pencipta, pewaris kekuatan sang pencipta di atas tubuh yang termaterikan, dialah yang tertinggi sekaligus terendah, yang terkuat sekaligus yang terlemah,dia batas yang tiada batas, seperti tiada batasnya kesadaran ini

Semua wujud keberadaan adalah sampul tuhan, karena asal mula keberadaan adalah yang maha hidup,
Benih hidup maha hidup itu yang mencapai kondisi fisiknya, tuhan si maha hidup itulah yang memanifestasikan diri sebagai seluruh keberadaan

Yang maha hidup itu yang mewujud dan pada kesempurnaan
sadar atas hidupnya kemaha sempurnaanya mengejawantah, pada sampulnya yang maha sempurna itu pula yang mengandung Maya yang terkuat, bahkan yang menjadi maha ghaib yang ditemui diluar diri manusia, yang sesungguhnya kekuatan Maya tak bertuan peninggalan kehidupan masa lalu

Maha ghaib yang kemudian disebut Tuhan oleh yang tidak mmiliki cukup pengetahuan kebenaran hidup, ketidaktauan yang kemudian diwariskan turun-temurun, tentu saja ia maha ghaib karena sumber kegaibanya adalah kesadaran miliknya sendiri yang tidak mungkin dapat dilihat oleh dirihya sendiri

Dari sejuta yang mencari AKU mungkin hanya sepuluh yang mengetahuiku akan tetapi tak satupun darinya yang melihatku karena kesadaran itu memang tidak terlihat tetapi dirasa, rasa sadar atas hidupnya, rasa hidup yang mengejawantah bukan yang terlihat, maka iri disebut tidak terlihat (maha ghaib) karena ketiada batasan kesadaran itu sendiri

Yang tertipu melihatnya secara terbalik-balik, bercita-cita ingin bertemu penciptanya yang seincipun tidk pernah kemana-mana namun berada dimana-mana , sehingga kekonyolan yang tidak disadarinya memaksanya melihat sang pencipta dengan prasangka, karena ambisi dungu seseorang dari masa lalu yang ingin melihat tuhan dan mendapat kemuliaan hidup dengan mencoccotkan tuhan yang tidak dikenalinya

Sehingga tuhan disangkanya harta Karun yang baru dia temukan, karena dia tidaktau yang hidup yang berkesadaran sempurna itu tuhan tuan hidup yang mengejawantah pada kesempurnaan sadar atas hidupnya

Atlantia Ra


Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (5)

Published

on

Keseimbangan antar komponen tridosha sebagai salah satu syarat hidup sehat (harmoni).

Seperti yang sudah dipaparkan dalam tulisan sebelumnya bahwasannya tridosha menjadi titik pijak paling penting dalam pengejewantahan pengetahuan Ayurweda.

Apa itu tridosha? Tidak ada padanan yang tepat dalam Bahasa Indonesia. Beberapa referensi menyebutnya, dosha itu konstitusi tubuh, atau humor atau energi atau prinsip dasar bangun tubuh seseorang. Konsep dasar tri dosha diambil dari konsep filosofi Sankhya seluruh entitas di alam semesta disusun paling tidak oleh satu dari lima unsur dasar yang disebut Panca Maha Bhuta, yaitu ether, angin, api, air dan tanah.

Kombinasi antara unsur ether dan angin adalah Vata, kombinasi unsur api dan air adalah Pitta dan kombinasi unsur air dan tanah adalah Kapha.

Vata, Pitta dan Kapha inilah yang disebut tridosha. Semua anatomi (bentuk dan struktur) dan fungsi (fisiologis) tubuh, hobi, kebiasaan, kegemaran, kekuatan, kesadaran, psikologis pikiran (mental) dan logika digerakkan oleh tridosha. Termasuk juga tirdosha merupakan kekuatan pelindung tubuh seseorang.

Ketika seseorang dalam keseimbangan tridosha yang sempurna, orang tersebut dalam kondisi sehat yang sempurna. Sebaliknya, ketika tridhosa tidak seimbang (disharmoni) seseorang akan mengalami gangguan kesehatan, penderitaan dan sakit.

Setiap individu memiliki tipe dosha yang unik tergantung jenis dan komposisi dari dosha seseorang.

Tipe dosha yang dimiliki seseorang ditentukan ketika mulai proses konsepsi, yaitu pertemuan antara sel sperma dan sel telur dari orang tua laki-laki dan perempuan orang tersebut yang juga tergantung waktu, tempat dan konstelasi planet-planet pada saat pertemuan tersebut.

Inilah yang menjadikan dosha seseorang UNIK. Ini juga yang menentukan anatomi (bentuk dan struktur) dan fungsi (fisiologis) tubuh, hobi, kebiasaan, kegemaran, kekuatan, kesadaran, psikologis pikiran (mental) dan logika seseorang juga unik dan berbeda antar individu.

Lalu bagaimana menentukan tipe dosha seseorang? Ada serangkaian pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap individu secara jujur dan mendalam.

Tentu orang yang semakin mengenal dirinya secara baik, maka akan semakin tepat dalam menentukan tipe doshanya. Secara umum, tipe dosha seseorang adalah kombinasi yang unik juga dari tridosha (Vata, Pitta dan Kapha).

Penampahan Galungan,
18.02.20

Continue Reading

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (4)

Published

on

Bagaimana Ayurweda begitu yakin menjadi pengetahuan tentang hidup (the science of life)? Sekarang kita mengulas sepintas mengenai enam filosofi yang menjadi dasar-dasar pengetahuan Ayurweda.

Filosofi yang pertama, yaitu Sankhya. Filosofi Sankhya memberikan Ayurweda teori tentang evolusi dan teori tentang sebab akibat.

Kita dapat menerapkan pengetahuan filosofi Sankhya dalam keseharian menjalani kehidupan dari momen ke momen.

Bahwasanya kita bukanlah tubuh fisik ini, kita bukan ketakutan itu, kita bukan penderitaan itu, kita bukan rasa sakit itu. Singkatnya, kita hanya penghuni yang tinggal dalam tubuh ini. Kita adalah eksistensi yang lebih tinggi dan lebih mulia, yaitu kesadaran murni (pure Consciousness).

Dengan menerapkan pengetahuan filosofi Sankhya ini dalam hidup keseharian, kita menyembuhkan diri kita sendiri.

Kita harus menyembuhkan diri kita sendiri. The best doctor is our own self. Filosofi yang kedua, Nyaya dan Vaisheshika.

Pengetahuan filosofi Nyaya dan Vaisheshika memberikan Ayurweda dasar berpikir yang runut dan logis. Bahwa tubuh ini adalah suatu mesin materi yang harus dipelihara dan diperbaiki.

Tubuh adalah sarana untuk mencapai tujuan hidup, maka tubuh harus tetap sehat dengan pola hidup sehat yang holistik. Filosofi yang ketiga, yaitu Mimamsa.

Pengetahuan filosofi Mimamsa tentang kerja adalah bagian dari hidup yang mana untuk mencapai pembebasan dengan melaksanakan kebenaran/kewajiban (Dharma).

Sumbangsih filosofi Mimamsa pada Ayurweda meliputi metode dan cara-cara mencapai Tuhan melalui ritual, upacara dan puasa.

Filosofi yang keempat, yaitu Vedanta. Pengetahuan filosofi Vedanta memberikan pemikiran yang mendalam pada Ayurweda tentang Tuhan yang abadi, yang merupakan pencapaian terkahir dari setiap manusia.

Untuk mencapai tujuan ini, setiap individu mutlak memiliki kesehatan yang sempurna. Filosofi yang kelima, yaitu Yoga.

Ayurweda menggunakan Yoga secara terapetik untuk tujuan kesehatan dan sesungguhnya setiap sistem yoga memiliki nilai kesehatan yang sangat besar. Filosofi yang keenam, yaitu Buddhisme.

Empat Kebenaran yang Mulia dalam ajaran Buddha, yaitu adanya penderitaan, ada penyebab dari penderitaan, ada akhir dari penderitaan dan ada sarana untuk mengakhiri penderitaan. Buddha mengatakan, segala sesuatu akan berkahir.

Jangan khawatir pada penyakit, karena penyakit akan berakhir.

Pengetahuan filosofi Buddha mengajarkan ada penderitaan dan cara sederhana untuk bebas dari penderitaan adalah kesabaran, dengan memberikan waktu tubuh untuk menyembuhkan dirinya. Inilah sumbangsih filosofi Buddhisme terhadap Ayurweda.

(Prof. I Ketut Adnyana)

15.02.20
Rahayu

Continue Reading

Mangku Bumi

HARMONY WITH AYURVEDA (3)

Published

on

Masih tentang keseimbangan (harmoni), karena itu memang konsep besar sehat menurut Ayurweda.

Untuk tetap sehat, seorang individu harus juga menjaga keseimbangan antara mikrokosmos (bhuana alit) dan makrokosmos (bhuana agung). Dimana menurut Astrologi Weda, konstelasi planet-planet akan mempengaruhi keseimbangan (harmoni) seseorang bahkan juga perjalanan kehidupan seseorang.

Konstelasi planet-planet akan mempengaruhi musim, suhu global bumi yang tentu setiap individu harus menyesuaikan aktivitas hariannya bila tetap mengharapkan sehat (harmoni) dari waktu ke waktu.

Konstelasi ini akan mempengaruhi keseimbangan konstitusi (tridosha), gejolak emosi dan kecenderungan pikiran seseorang yang secara holistik akan menentukan dinamika harmoni seseorang.

Harmoni seseorang juga dipengaruhi oleh dua modal besar, yaitu genetik dan lingkungan.

Genetik ini adalah faktor keturunan yang kalau dirunut merupakan jejak-jejak dari kehidupan seseorang sebelumnya yang disebut karma wasana. Inilah jawabannya mengapa seseorang lahir dari keturunan keluarga yang mengalami diabetes, hipertensi, dislipidemia, pemarah, bandel dan lain sebagainya terlalu banyak kalau disebutkan karena memang unik untuk setiap individu.

Kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah modal genetik ini. Namun, kita masih memiliki modal besar yang kedua, yaitu lingkungan. Meminjam formula Einstein yang sangat terkenal yaitu E=mC2, dimana suatu materi memiliki energi potensial sebesar massanya dikali kecepatan cahaya kwadrat.

Bisa dihitung bagaimana besarnya energi suatu materi. Namun disini kita tidak sedang membahas formula Einstein.

Lalu apa hubungannya dengan harmoni menurut Ayurweda? Saya menganalogikan E adalah Equilibrium (keseimbangan atau harmoni), m adalah man atau individu itu sendiri yang bersifat unik dan cenderung tetap (genetik).

Sedangkan C adalah circumstances (keadaan atau lingkungan). Jadi sekali lagi, harmoni seorang individu ditentukan oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan. Yang perlu diingat, lingkungan menjadi penentu paling besar harmoni seseorang.

Karena kalau disesuaikan dengan formula Einstein, lingkungan nilainya sangat besar dan dikwadratkan lagi. Artinya, harmoni individu sebagian besar ada dalam kendali individu itu sendiri, yaitu dengan syarat mampu mengendalikan faktor lingkungan hidupnya.

Apa saja yang menjadi faktor lingkungan yang mempengaruhi harmoni individu? Tiga besar lingkungan saya sebutkan disini, yaitu pola pikir, pola makan (diet) dan pola hidup (lifestyle termasuk aktivitas fisik atau olahraga).

(Prof. I Ketut Adnyana)

Rahajeng rahina Sugihan Bali,
14.02.20

Continue Reading

Wonderful Indonesia

Ads

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam