Connect with us

Mangku Bumi

“BELAJAR DARI REALITA”

Published

on


Realitas hidup tempat kita belajar kebenaran, adakah yang mengetahuinya atau sekedar ingin mengetahui , sebab sebaik apapun sebuah klaim atas theory hidup akan muncul sebagai realitas , klaim tinggalah klaim jika kenyataan menunjukan yang berbeda

Sebuah ajaran yang sekalipun mengklaim diri mengajarkan adab akan tetapi jika menghasilkan prilaku barbar, itu ajaran barbar, dapat dipastikan ajaran dimaksud pasti tidak mengandung nilai-nilai kebijaksanaan, sehingga tidak mengarah panutan mencapai kebijaksanaan

Kita tidak menyetel radio untuk menonton gambar, kita tidak belajar agama untuk menjadi orang baik, karena tuntunan tidak lebih hanya cara menuju, ajaran tidak pernah lebih dari apa yang tertulis di dalamnya, dan yang tertulis itu yang membentuk karakter pengikut – pengikutnya, sedangkan tata cara manusia hidup dengan keragaman dinamikanya tidak akan pernah bisa dituliskan secara keseluruhan, tidak bisa ditebak dan diseragamkan, tidak juga oleh Tuhan

Bagaimana mungkin Tuhan tidak menyadari perkara yang paling sederhana, bahwa hidup tidak bisa bergantung pada teks karena hidup bergantung kesadaran, siapakah Tuhan ini yang begitu gegabah memerintahkan manusia hidup berdasarkan teks dari perintahnya

Bukankah seharusnya Tuhan Maha Bijak mengetahui setiap perkara kehidupan, ataukah dia sengaja memberlakukan penyesatan itu pada suatu kaum, agar yang lain belajar dari prilaku barbar yang mereka pertontonkan, tentu saja kita membutuhkan pengamatan seksama dan kritis, bagi mereka yang berpikir

Bagi mereka yang pikiranya telah mati termakan doktrin, sudah nasib mereka atas kehendak Tuhan-NYA, mereka akan tetap melakukan apa yang diperintahkan tanpa berpikir lebih jauh karena itu dari Tuhan, karena Tuhan Maha benar, dan menjadi hak Tuhan pula menutup dan menyesatkan mereka yang bodoh karena lupa dan tidak mampu melihat kebenaran dan belajar dari realitas yang dia saksikan

Menumbal mereka yang bodoh karena hidup tidak mengandalkan kesadaran, mungkin itu dijadikan oleh Tuhan-NYA sebagai alat pembelajaran bagi mereka yang berkesadaran penuh, pemberlakuan seleksi alam, seperti ledakan yang disebabkan gunung berapi yang menakutkan yang memuntahkan material yang berguna untuk kesuburan bumi, mungkin demikian juga dengan tumbal-tumbal manusia, jika dia berkehendak demikian

Maka akan dia sesatkan orang-orang yang dia inginkan, dengan segala cara, bahkan dengan menurunkan sebuah ajaran jika di butuhkan, untuk memastikan tercapainya tujuan dimaksud, tentu saja semua itu bagian dari hak prerogatif Tuhan

Yang sadar melihat relitas kekinian sebaiknya menarik diri, mengamati dengan seksama dalam kewaspadaan, ngono-yo-ngono ning-ojo-ngono, tidak usah ikut-ikutan membebek hanya untuk sebuah kemuliaan tampak, kemuliaan hore-hore atau kemegahan semu, kita dibekali akal pikiran di guna kewaspadaan untuk mengamati dan belajar dari kejadian hidup

Hidup tidak akan menemukan keagungannya hanya dengan mengikuti teks, karena hidup tentang menyadari apa yang berlangsung sebagai realitas yang nyata untuk di cermati, jika sebuah ajaran menghasilkan kegaduhan dan mereka kukuh bertahan di dalamnya, itu kebodohan, bacalah, sadari dari realitas bukan dari buku teks, karena buku tidak ikut merasakan hasil dari apa yang dia katakan, manusialah objek penderita atas relitas yang dijalani

Buku sekalipun itu bertuliskan kata-kata Tuhan tidak akan pernah bisa melebihi keagungan manusia, karena buku dan ucapan Tuhan membutuhkan manusia untuk sampai ke manusia yang lain, Tuhan tidak berdaya menyampaikan sabdanya tanpa ada manusia, tentu bagi mereka yang belum mencapai kebijaksanaan menganggap kata-kata seperti ini sebuah kesombongan, mereka lupa menjadi pintar karena tidak mengembangkan kesadaran dirinya

Realitas hidup yang sangat kacau mengarah prilaku barbarian, masih belum mampu membuka mata hati mereka, karena mereka bertumpu di hati sehingga mereka bercinta dengan kegelapan sadarnya, tentu saja semua itu kehendak bebas, bebas menentukan nasib hidupnya

Dan benar sebenar-benarnya semua itu mutlak atas ketentuan Tuhan mereka, karena jiwa mereka penuh kepasrahan sekalipun untuk digelapkan oleh Tuhan mereka sendiri, dan mereka tidak mau berdaya karenanya karena mereka telah berjanji iklas sejak semula, kita yang diluar pagar lebih beruntung menjadi saksi prilaku mereka yang gelap mata, bukankah sejelas itu juga yang di sabda-kan Tuhan mereka, bagi mereka yang berpikir

Atlantia Ra


Daerah

Rayakan HUT ke-14, Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Gelar Serangkaian Acara

Published

on

Draft gambar rencana pembangunan situs Kerajaan Kertalangu

GatraDewata, Denpasar – Serangkaian memperingati HUT ke-14 Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih (PW-AWBP) Provinsi Bali/Pusat digelar kegiatan gotong-royong atau bersih-bersih di lahan bekas Kerajaan atau Puri Kertalangu (berdiri tahun 1350 – 1615 M dengan raja terakhirnya Kyai Anglurah Agung Pinatih Mantra) berlangsung di eks Balitex Jl. WR Supratman, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Minggu (23/10/2022) pukul 07.30 Wita.

Nampak hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PW-AWBP Bali/Pusat I Gusti Ngurah Jaya Negara (IGN Jaya Negara), Ketua Harian Nyoman Swastika, Sekretaris Umum Wayan Sudiarta, Sekretaris I IGN Murthana beserta seluruh Pengurus, Sabha Maha Widya, Sabha Walaka, Pengurus PW-AWBP kabupaten/kota se-Bali, ibu-ibu AWBP, termasuk pengurus Yowana AWBP Provinsi Bali.

Jajaran pengurus PW-AWBP saat diwawancarai di lokasi bersih – bersih, Kertalangu, Denpasar

“Pemilihan tempat di lahan seluas 16 are ini dimaksudkan untuk melakukan napak tilas situs Kerajaan Kertalangu. Napak Tilas yang dimaksud yaitu untuk mengenang situs kerajaan (AWBP) di masa lalu,” ungkap Jaya Negara yang juga menjabat Wali Kota Denpasar ini

Ia juga menandaskan melalui perayaan hari ulang tahun dengan acara bersih- bersih, juga dimaksudkan untuk meningkatkan kebersamaan dan menjaga spirit gotong royong dan ikatan pasemetonan (kekeluargaan) agar semakin erat. Pada saat bersamaan pengurus juga membagikan puluhan paket sembako kepada petugas kebersihan DLHK Kota Denpasar di lokasi kerja bakti.

“Di sini ada tonggak sejarah Kerajaan Kertalangu yang ingin kita hidupkan lagi. Mengingat lahan ini merupakan milik Pemprov maka kami berharap Pak Gubernur mau membangun di sini, yang nantinya juga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata budaya. Kami siap untuk merawatnya,” tandas Jaya Negara yang juga Panglingsir Puri Penatih ini.

Di sela-sela kegiatan Sekretaris Umum Wayan Sudiarta merasa bersyukur karena hari ini bisa berkumpul dan bergotong-royong sebagai bentuk kebersamaan, yang diwakili oleh pengurus dan panglingsir, termasuk ibu-ibu setempat.

Penanaman pohon langka di lokasi bekas kerajaan Kertalangu

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran para semeton Pinatih di acara gotong royong ini yang bertujuan meningkatkan rasa kebersamaan, persatuan, dan motivasi semua elemen. Sebagaimana dikatakan Pak Ketua, kami berharap pak Gubernur mau membangun di sini sehingga seluruh kegiatan warga Bang Pinatih nantinya terpusat di sini,” imbuhnya.

Di kawasan eks Kerajaan Kertalangu yang di sebelahnya kini juga berdiri SMP 14 Denpasar, SMA Negeri 9 Denpasar dan SMK ini rencananya akan dibangun wantilan untuk kegiatan paiketan, aktivitas sosial, seni dan budaya dari keluarga besar Arya Wang Bang Pinatih se-Bali/Indonesia.

“Yang kedua, kami juga melakukan penanaman pohon langka tadi secara simbolis dan sebanyak 50 buah seperti Majegau dan Nagasari. Selanjutnya kita serahkan kepada Jro Bandesa Adat Kesiman untuk ditanam di lingkungan sendiri yang akan bermanfaat untuk generasi kita di masa depan,” papar Sudiarta.

Disinggung awak media terkait peran dan posisi paiketan menjelang perhelatan Pilkada 2024 ini, Sudiarta menjawab diplomatis dan menyatakan pihaknya tak ada sangkut pautnya dengan ranah politik.

“Tiyang (saya-red) kira seperti komen dulu yang disampaikan oleh Sabha Walaka, kami di paiketan tidak masuk pada ranah itu. Jadi walaupun warga Arya Wang Bang Pinatih terdiri dari berbagai warna itu adalah pada posisi satu hal, tetapi dalam Pemilu 2024 kami tak berada pada ranah itu,” pungkas Sudiarta.

Rangkaian acara HUT ke-14 Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Bali/Pusat sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan Penyegaran Kepemangkuan Sasana Sangkul Putih yang diakhiri dengan pembagian paket sembako kepada sebanyak 115 Jro Mangku di Hotel Golden Tulip, Jl. Gatsu Barat, Denpasar, Jumat (14/10/2022) lalu.

Acara bersih – bersih pada perayaan HUT ke-14 PW-AWBP

Dalam waktu dekat ini juga akan digelar persembahyangan bersama di Pura Dalem Mutering Jagat Kesiman Kertalangu pada Rabu, 26 Oktober 2022. Untuk aksi sosial kemanusiaan digelar donor darah sekaligus merayakan puncak acara HUT ke-14 PW-AWBP Bali/Pusat di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang Denpasar, pada Minggu, 6 November 2022 mendatang.

Sedangkan Mahasabha IV Tahun 2021 Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali/Pusat telah rampung digelar di Hotel Golden Tulip, Denpasar Barat pada Minggu 31 Oktober 2021 lalu yang kembali memandatkan IGN Jaya Negara sebagai Ketua Umum PW-AWBP Bali/Pusat masa bhakti 2021 – 2026.

Continue Reading

Mangku Bumi

PSN Kuta Selatan dan Komunitas Si Komo berbagi di Desa Adat Padang Sambian.

Published

on


GATRADEWATA.COM|| Rabu,20 April 2022.
PSN Kuta Selatan dan Kumintas Si Komo berbagi di Desa Adat Padang Sambian.

Pinandita Sanggraha Nusantara ( PSN ) Korlap Kecamatan Kuta Selatan bersama Komunitas Si Komo berbagi melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada para pemangku di desa adat Padangsambian.

Sebanyak 70 Pemangku hadir dalam acara tersebut yang juga disaksikan oleh Jro Bendesa Padangsambian, Ketua PSN Korwil Bali, Korda Badung, Korda Denpasar, dan Korcam Denpasar Barat.

Dalam Kesempatan tersebut Ketua PSN Korwil Bali, Pinandita I Wayan Dodi Arianta sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh PSN Kuta Selatan dan Komunitas Si Komo Berbagi. ” Dalam masa Pandemi ini para pemangku sebagai pelayan umat memang seharusnya di perhatikan kesejahteraannya.

Sementara itu Jro Bendesa Padangsambian menyambut baik kegiatan PSN, disamping kegiatan kepedulian terhadap kesejahteraan Pinandita, juga melaksanakan pelatihan- pelatihan bagi pemangku seperti Kursus Teologi Hindu dan seminar-seminar keagamaan. Misalkan pelatihan sangging yang dilaksanakan di Balai desa disini.
Beliau berpesan supaya pemangku di desa adat Padangsambian memiliki keinginan terus belajar, karena tantangan yang dihadapi umat Hindu sangat majemuk.

Pinandita I Made Wira Adi Topan, S.Fil Ketua PSN Kuta Selatan dan mewakili komunitas Si Komo berbagi menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak ada motivasi selain ingin berbagi kepada para Pinandita.
Dimana diawali dengan pengumpulan dana sukarela dari komunitas sampai akhirnya ada yang tersentuh dengan kegiatan kami.
Saat ini kami melaksanakan pembagian100 paket sembako setiap Minggu kepada pemangku dan masyarakat umum. Dari 100 yang disalurkan 70% nya disalurkan untuk para pemangku.(INN.W.)

Continue Reading

Mangku Bumi

Upacara RSI Yadnya Apodgala Dwijati di Griya Tegal Harum

Published

on

Sebelum Apodgala Dwijati dilaksanakan, Tgl 6 Maret 2022 sudah dilaksanakan acara Diksa Pariksa pula.

GATRA DEWATA ● BALI | Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., terlihat menghadiri acara Apodgala Dwijati Ida Bhawati Putu Gede Adnyana, S.H., M.Ag., bersama istri Ida Bhawati Istri Nyoman Sumarni, yang dilaksanakan pada hari Kamis 17 Maret 2022 bertepatan dengan Purnama Kadasa di Griya Tegal Harum Banjar Deloduma, Kaba-Kaba Tabanan Bali.

Acara dimulai dari pk 17.00 WITA hingga selesai. Dihadiri pula oleh Bendasa Adat Kaba-Kaba, PHDI Kabupaten, Ketua MGPSSR Tabanan, pasemetonan Pasek, tokoh masyarakat dan lainnya yang mendukung terlaksananya acara tersebut.

Seperti biasa acara dimulai dengan panyembrahma, kemudian pembacaan Bhisama Pasek, Pembacaan SK Diksa, Sambrahma wacana dari Bendesa adat setempat, Sambrahma wacana dari Ketua MGPSSR Tabanan, Sambrahma wacana dari PHDI Kabupaten Tabanan sekaligus menyerahkan Diksa.

Upacara RSI Yadnya Apodgala Dwijati ini juga ‘dipuput’ oleh Nabe Napak Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharyananda, dari Griya Mumbul Sari, Banjar Serongga, Lebih, Gianyar. Nabe Waktra Ida Pandita Mpu Nabe Darma Reka Santika Tanaya, dari Griya Mandara Jati, Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud. Nabe Saksi Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Siwa Putra Shanti Yoga dari Griya Agung Pasek Sari Tegal, Jln Gunung Karang Tegal Denpasar.

“Total biaya yang dikeluarkan dari tgl 6 Maret hingga kemarin itu menghabiskan dana 50 juta, dan itu dana pribadi, “jelas Gus Agung putra beliau kepada awak media melalui pesan elektronik.

Harapan yang dilontarkan Ida Nak Lingsir anyar presida ngemargiang swadarma dados kasulinggihan, memberikan pelayanan dan pencerahan ke Umat Hindu seluruhnya. (JA)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku