Connect with us

Mangku Bumi

ADA-TIADA

Published

on

Sumber foto : Facebook Wall

Ketika seseorang merasa diri tidak ada, dia cenderung berusaha mengada-adakan diri, berusaha tampil dengan cara yang di ketahui, Ego mulai bermain tak terkendali hingga tak disadari mengerak di hati

Inti masalahnya karena yang bersangkutan tidak mampu menyadari keberadaan hingga mewujudkan diri di luar, berusaha mencitrakan diri sedemikian rupa untuk menutup dan memenuhi bahkan meramaikan rasa kehampaan diri

Pada “tingkat spiritualitas’nya” sering kita dengar seseorang menyatakan di dunia ini tidak ada apa-apa, itu karena mereka keliru menapaki jalan, bersusah payah menjadi kosong, mereka lupa yang berusaha menjadi kosong tidak lain persepsi wujud’nya, berangkat dari persepsi wujud menuju kosong

Yang sebenar’nya diam “menjadi”, pada kemurnian kosong yang mengendarai wujud pembungkus hidupnya, bukan menuju bukan mencapai, namun menjadi, melepas keterikatan wujud berupaya menjadi Raja atas wujud hidupnya

Halnya seseorang berkata hendak tidur artinya belum tidur, sama seperti yang “menuju kosong” selamanya berputar-putar dalam angan-angan, karena kosong tentang menjadi bukan keinginan

Halnya tidur adalah kondisi tidur bukan akan tidur bukan ingin tidur, sedemikian kosong itu kondisi menjalani wujud, tidak mungkin tidak menjalani apa-apa atau menyatakan tidak ada apa-apa di dunia ini, pernyataan tidak ada apa-apa itu sendiri sesungguhnya apa-apa

Yang telah benar-benar menyadari kesejatian tidak memiliki alasan mendasar menyatakan tidak ada apa-apa di dunia ini, karena realitanya dia-aku-kamu-mereka sedang menjalani wujud dengan seluruh dinamikanya, faktanya hidup dan berkehidupan tentang “ADA”nya di dalam wujud pembungkus hidup’nya

Lalu yang mana yang dimaksud sebagai “tidak ada apa-apa” di dunia ini, kecuali sebuah pengingkaran belaka, ini sebuah bentuk rasa frustasi spiritual yang merasa menemukan senjata untuk meringankan penderitaan rasa hidup yang ditanggung

Sebagian lagi psikologis spiritualis adalah kondisi jiwa yang terbelah, ada yang merasa ingin cepat mati karena merasa sudah sampai atau sudah mengetahui kebenaran, sudah berada di tingkatan moksa lalu merasa tidak terimbas karma buruk, berbuat semaunya

Hidup yang berasal mula maha hidup tentang kondisi saat ini, tentang keberadaan’NYA di dalam wujud, bagaimana kita menyebut semua ini menjadi “tidak ada apa-apa” ketika dialah yang mewujud sebagai segalanya, tentu saja kondisi wujud yang kesadaranya sedang kebingungan lah yang melihat kosong tidak ada apa-apa

Kosong penyaksi wujud, wujud penyaksi kosong

Di sisi yang manapun spiritualitas memiliki celah kebingungan, mengetahui kebenaran yang sejati membuat pelaku rendah hati, tidak semena-mena mengumbar keEgoan spiritualitas, Eling Waspada tidak mempertontonkan kebodohan, setidaknya jangan merusak jika tak mampu mencipta, karena kita tidak pernah tau apa yang di hadapi kedepan

Spiritualitas bukan tentang tinggi rendah namun tentang respect, tentang loyalitas, kehormatan dan kesetiaan, berbakti pada kesadaran hidup yang sedang dijalani, ketinggian spiritualitas akan juga tumbang bila dasarnya rapuh, seperti bangunan tanpa dasar yang kokoh, seperti kesadaran tanpa pengetahuan yang benar

Bukan masalah orang lain tidak tau kamu menipu untuk empati, orang yang memberi dan menolongmu bukan berarti karena dia tertipu, bisa ini – bisa juga itu, mungkin saja hanya sebatas pemenuhan universal sesuai sifat karakter, seperti air yang menyesuaikn bentuk danau, sungai,lautan bahkan awan sesuai fungsi dan sifat pemenuhan’nya

Jangan Merasa !!!

Kosong yang melihat di balik materi adalah “ada-tiada” kosong dan badan, ditengah – tengah’nya ada *rasa*, menjadilah engkau yang terbaikk diantara’mu, yang terbaikk diantara wujud (badan wadag) dan tiada wujud (yang melihat di balik materi) adalah rasa nyaman, menjadilah engkau pada rasa terbaikk

Dan Engkaulah TUAN yang paling mengerti cara mengelola sikap prilaku dan yang paling berkuasa dalam mencapai kenyamanan rasa dimaksud

Darakha Ruba


Daerah

Rayakan HUT ke-14, Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Gelar Serangkaian Acara

Published

on

Draft gambar rencana pembangunan situs Kerajaan Kertalangu

GatraDewata, Denpasar – Serangkaian memperingati HUT ke-14 Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih (PW-AWBP) Provinsi Bali/Pusat digelar kegiatan gotong-royong atau bersih-bersih di lahan bekas Kerajaan atau Puri Kertalangu (berdiri tahun 1350 – 1615 M dengan raja terakhirnya Kyai Anglurah Agung Pinatih Mantra) berlangsung di eks Balitex Jl. WR Supratman, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Minggu (23/10/2022) pukul 07.30 Wita.

Nampak hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PW-AWBP Bali/Pusat I Gusti Ngurah Jaya Negara (IGN Jaya Negara), Ketua Harian Nyoman Swastika, Sekretaris Umum Wayan Sudiarta, Sekretaris I IGN Murthana beserta seluruh Pengurus, Sabha Maha Widya, Sabha Walaka, Pengurus PW-AWBP kabupaten/kota se-Bali, ibu-ibu AWBP, termasuk pengurus Yowana AWBP Provinsi Bali.

Jajaran pengurus PW-AWBP saat diwawancarai di lokasi bersih – bersih, Kertalangu, Denpasar

“Pemilihan tempat di lahan seluas 16 are ini dimaksudkan untuk melakukan napak tilas situs Kerajaan Kertalangu. Napak Tilas yang dimaksud yaitu untuk mengenang situs kerajaan (AWBP) di masa lalu,” ungkap Jaya Negara yang juga menjabat Wali Kota Denpasar ini

Ia juga menandaskan melalui perayaan hari ulang tahun dengan acara bersih- bersih, juga dimaksudkan untuk meningkatkan kebersamaan dan menjaga spirit gotong royong dan ikatan pasemetonan (kekeluargaan) agar semakin erat. Pada saat bersamaan pengurus juga membagikan puluhan paket sembako kepada petugas kebersihan DLHK Kota Denpasar di lokasi kerja bakti.

“Di sini ada tonggak sejarah Kerajaan Kertalangu yang ingin kita hidupkan lagi. Mengingat lahan ini merupakan milik Pemprov maka kami berharap Pak Gubernur mau membangun di sini, yang nantinya juga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata budaya. Kami siap untuk merawatnya,” tandas Jaya Negara yang juga Panglingsir Puri Penatih ini.

Di sela-sela kegiatan Sekretaris Umum Wayan Sudiarta merasa bersyukur karena hari ini bisa berkumpul dan bergotong-royong sebagai bentuk kebersamaan, yang diwakili oleh pengurus dan panglingsir, termasuk ibu-ibu setempat.

Penanaman pohon langka di lokasi bekas kerajaan Kertalangu

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran para semeton Pinatih di acara gotong royong ini yang bertujuan meningkatkan rasa kebersamaan, persatuan, dan motivasi semua elemen. Sebagaimana dikatakan Pak Ketua, kami berharap pak Gubernur mau membangun di sini sehingga seluruh kegiatan warga Bang Pinatih nantinya terpusat di sini,” imbuhnya.

Di kawasan eks Kerajaan Kertalangu yang di sebelahnya kini juga berdiri SMP 14 Denpasar, SMA Negeri 9 Denpasar dan SMK ini rencananya akan dibangun wantilan untuk kegiatan paiketan, aktivitas sosial, seni dan budaya dari keluarga besar Arya Wang Bang Pinatih se-Bali/Indonesia.

“Yang kedua, kami juga melakukan penanaman pohon langka tadi secara simbolis dan sebanyak 50 buah seperti Majegau dan Nagasari. Selanjutnya kita serahkan kepada Jro Bandesa Adat Kesiman untuk ditanam di lingkungan sendiri yang akan bermanfaat untuk generasi kita di masa depan,” papar Sudiarta.

Disinggung awak media terkait peran dan posisi paiketan menjelang perhelatan Pilkada 2024 ini, Sudiarta menjawab diplomatis dan menyatakan pihaknya tak ada sangkut pautnya dengan ranah politik.

“Tiyang (saya-red) kira seperti komen dulu yang disampaikan oleh Sabha Walaka, kami di paiketan tidak masuk pada ranah itu. Jadi walaupun warga Arya Wang Bang Pinatih terdiri dari berbagai warna itu adalah pada posisi satu hal, tetapi dalam Pemilu 2024 kami tak berada pada ranah itu,” pungkas Sudiarta.

Rangkaian acara HUT ke-14 Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Bali/Pusat sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan Penyegaran Kepemangkuan Sasana Sangkul Putih yang diakhiri dengan pembagian paket sembako kepada sebanyak 115 Jro Mangku di Hotel Golden Tulip, Jl. Gatsu Barat, Denpasar, Jumat (14/10/2022) lalu.

Acara bersih – bersih pada perayaan HUT ke-14 PW-AWBP

Dalam waktu dekat ini juga akan digelar persembahyangan bersama di Pura Dalem Mutering Jagat Kesiman Kertalangu pada Rabu, 26 Oktober 2022. Untuk aksi sosial kemanusiaan digelar donor darah sekaligus merayakan puncak acara HUT ke-14 PW-AWBP Bali/Pusat di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang Denpasar, pada Minggu, 6 November 2022 mendatang.

Sedangkan Mahasabha IV Tahun 2021 Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali/Pusat telah rampung digelar di Hotel Golden Tulip, Denpasar Barat pada Minggu 31 Oktober 2021 lalu yang kembali memandatkan IGN Jaya Negara sebagai Ketua Umum PW-AWBP Bali/Pusat masa bhakti 2021 – 2026.

Continue Reading

Mangku Bumi

PSN Kuta Selatan dan Komunitas Si Komo berbagi di Desa Adat Padang Sambian.

Published

on


GATRADEWATA.COM|| Rabu,20 April 2022.
PSN Kuta Selatan dan Kumintas Si Komo berbagi di Desa Adat Padang Sambian.

Pinandita Sanggraha Nusantara ( PSN ) Korlap Kecamatan Kuta Selatan bersama Komunitas Si Komo berbagi melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada para pemangku di desa adat Padangsambian.

Sebanyak 70 Pemangku hadir dalam acara tersebut yang juga disaksikan oleh Jro Bendesa Padangsambian, Ketua PSN Korwil Bali, Korda Badung, Korda Denpasar, dan Korcam Denpasar Barat.

Dalam Kesempatan tersebut Ketua PSN Korwil Bali, Pinandita I Wayan Dodi Arianta sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh PSN Kuta Selatan dan Komunitas Si Komo Berbagi. ” Dalam masa Pandemi ini para pemangku sebagai pelayan umat memang seharusnya di perhatikan kesejahteraannya.

Sementara itu Jro Bendesa Padangsambian menyambut baik kegiatan PSN, disamping kegiatan kepedulian terhadap kesejahteraan Pinandita, juga melaksanakan pelatihan- pelatihan bagi pemangku seperti Kursus Teologi Hindu dan seminar-seminar keagamaan. Misalkan pelatihan sangging yang dilaksanakan di Balai desa disini.
Beliau berpesan supaya pemangku di desa adat Padangsambian memiliki keinginan terus belajar, karena tantangan yang dihadapi umat Hindu sangat majemuk.

Pinandita I Made Wira Adi Topan, S.Fil Ketua PSN Kuta Selatan dan mewakili komunitas Si Komo berbagi menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak ada motivasi selain ingin berbagi kepada para Pinandita.
Dimana diawali dengan pengumpulan dana sukarela dari komunitas sampai akhirnya ada yang tersentuh dengan kegiatan kami.
Saat ini kami melaksanakan pembagian100 paket sembako setiap Minggu kepada pemangku dan masyarakat umum. Dari 100 yang disalurkan 70% nya disalurkan untuk para pemangku.(INN.W.)

Continue Reading

Mangku Bumi

Upacara RSI Yadnya Apodgala Dwijati di Griya Tegal Harum

Published

on

Sebelum Apodgala Dwijati dilaksanakan, Tgl 6 Maret 2022 sudah dilaksanakan acara Diksa Pariksa pula.

GATRA DEWATA ● BALI | Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., terlihat menghadiri acara Apodgala Dwijati Ida Bhawati Putu Gede Adnyana, S.H., M.Ag., bersama istri Ida Bhawati Istri Nyoman Sumarni, yang dilaksanakan pada hari Kamis 17 Maret 2022 bertepatan dengan Purnama Kadasa di Griya Tegal Harum Banjar Deloduma, Kaba-Kaba Tabanan Bali.

Acara dimulai dari pk 17.00 WITA hingga selesai. Dihadiri pula oleh Bendasa Adat Kaba-Kaba, PHDI Kabupaten, Ketua MGPSSR Tabanan, pasemetonan Pasek, tokoh masyarakat dan lainnya yang mendukung terlaksananya acara tersebut.

Seperti biasa acara dimulai dengan panyembrahma, kemudian pembacaan Bhisama Pasek, Pembacaan SK Diksa, Sambrahma wacana dari Bendesa adat setempat, Sambrahma wacana dari Ketua MGPSSR Tabanan, Sambrahma wacana dari PHDI Kabupaten Tabanan sekaligus menyerahkan Diksa.

Upacara RSI Yadnya Apodgala Dwijati ini juga ‘dipuput’ oleh Nabe Napak Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharyananda, dari Griya Mumbul Sari, Banjar Serongga, Lebih, Gianyar. Nabe Waktra Ida Pandita Mpu Nabe Darma Reka Santika Tanaya, dari Griya Mandara Jati, Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud. Nabe Saksi Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Siwa Putra Shanti Yoga dari Griya Agung Pasek Sari Tegal, Jln Gunung Karang Tegal Denpasar.

“Total biaya yang dikeluarkan dari tgl 6 Maret hingga kemarin itu menghabiskan dana 50 juta, dan itu dana pribadi, “jelas Gus Agung putra beliau kepada awak media melalui pesan elektronik.

Harapan yang dilontarkan Ida Nak Lingsir anyar presida ngemargiang swadarma dados kasulinggihan, memberikan pelayanan dan pencerahan ke Umat Hindu seluruhnya. (JA)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku