Connect with us

News

Kasus Ungasan, Orang Misterius Hadir ditengah Upacara sebut Kutukan Telah Jalan

Published

on

Keluarga Ahli Waris laksanakan Upacara Sakral, salah satu keluarga ada yang nangis terisak histeris yang menunjukan mistiknya Upacara ini

GATRA DEWATA ● BADUNG ● Tanah Ahli Waris Made Suka, pada waktu yang lalu akan dieskekusi, kini selain meminta pengayoman hukum kepada manusia selaku para penegak keadilan, keluarga besar ahli waris mengadakan upacara Guru Piduka Caru Siap Brumbun dan Mepegat Sot. Upacara sakral yang dapat membuktikan kebenaran atas kezoliman yamg menimpa keluarganya.

Relawan Masyarakat Bali yang tergabung dalam Yayasan Kesatria Keris Bali, terlihat menghadiri upacara tersebut. Sedangkan duka masih dirasakan oleh ahli waris dan keluarga, belum genap upacara kematian keluarga yang menjadi korban mafia tanah, akibat syok. Sekarang mereka menggugat keadilan secara niskala (gaib).

Msnemui I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) mengatakan bahwa dirinya tidak ada deal apapun terkait pembelaannya selama ini, ia menerangkan bahwa itu murni dari dalam hatinya dalam menjaga tanah Bali dari ketamakan, kelicikan sebuah konspirasi kotor mafia tanah.

“Saya akan membela tanah Bali. Siapapun yang pernah datang ke tanah Bali, pasti mengerti begitu sakralnya tanah Bali, karena ini merupakan tanah betara-betari dan lelangit yang ada untuk kebaikan Bali, “ungkapnya, Jumat (11/03/2022), di Ungasan.

Upacara yang diadakan keluarga besar I Made Suka adalah upacara yang dapat mendatangkan kutukan, kesengsaraan dan sekaligus keadilan bagi seseorang untuk mendapatkan petunjuk Tuhan Yang Maha Esa.

“Upacara ini merupakan tanda perminta maafan kami kepada Ibu Pertiwi, Leluhur dan Tuhan atas kesalahan yang kami alami. Tetapi ini adalah bagian dari keadilan sesuai kehendak yang maha kuasa, “Ujar Made Suka kepada awak media, yang lagi kepanasan karena terik matahari yang lagi tinggi.

Upacara ini dipimpin oleh Ida pandita Empu Uoga Daksa Paramitha, yang berasal dari Griya Batur Sari Paraupan, di Peguyangan Kangin.

I Made Mariata atau akrab disapa Kadek Garda ini juga terlihat hadir menyaksikan undangan upacara yang dilakukan oleh ahli waris.

“Saya melihat kondisi ini ngeri, ‘sing main-main’ ini dapat menciptakan malapetaka bagi orang yang menzolimi orang yang benar, “tekannya.

Ia juga yang saat itu ditemani oleh Kuasa Hukum dari I Made Suka, dirinya mengatakan bahwa bersyukur tanah tersebut batal di eksekusi pada waktu yang lalu. Bisa saja terjadi bunuh diri atau sebagainya yang tidak dikehendaki semua orang. Dirinya juga mengatakan bahwa aparat penegak hukum (APH) harus mulai melihat fakta kebenaran yang menjadi fakta hukum di lapangan.

“Mudah-mudahan bapak-bapak yang terkait dengan kasus ini bisa sadar, bisa disadarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Saya melihat orang Bali yang terzolimi seperti ini, kalo saya diam salah saya sebagai orang Bali, “harapnya.

Ditanya soal langkah hukum selanjutnya dirinya mengatakan lagi akan konsultasi terhadap para advokat yang tergabung karena rasa simpati yang sama, terhadap ahli waris. “Ya kita akan diskusikan itu nanti, agar tidak lagi ada orang-orang Bali yang diperlakukan seperti ini, “ucapnya.

Diakhir acara sungguh tidak disangka-sangka, ada seorang misterius yang tidak mau ditanyakan namanya, berteriak-teriak membangkitkan roh dan penunggu tanah yang bersengketa itu, agar datang membantu keluarga yang lagi dizolimi.

Ia juga mengungkapkan bahwa kutukan sudah berjalan, hati-hati peringatnya kepada orang sekitar. Suaranya yang berubah-ubah seperti tidak terkontrol itu membuat bulu kuduk merinding, mendengar teriakannya yang komat-kamit dengan suara-suara yang asing di telinga kita.

Ditanya siapa oleh keluarga besar ahli waris yang hadir, tidak ada yang paham. “Ia tiba-tiba saja hadir ditengah-tengah keluarga lagi melaksanakan upacara, saya tidak kenal dan paham. Saya berharap beliau ikut juga membantu secara niskala (gaib) untuk permasalahan yang kita alami, “pungkas keluarga ahli waris kepada awak media gatra dewata. (Ray)


Kebanggaan sebagai wartawan adalah selalu silahturahmi kepada semua pihak, tetap belajar dan selalu konfirmasi dalam pemberitaan yang adil dan berimbang.

News

Parade Busana Adat Khas Nusantara, Bangun Kemampuan Wanita Untuk Mandiri

Published

on

By

DENPASAR – Parade busana adat khas Nusantara yang digelar dalam acara Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Bali dengan mengikutsertakan sejumlah perempuan mengenakan busana adat khas Nusantara dalam acara Pagelaran Busana Nusantara di Denpasar, Minggu (26/5).

Kegiatan ini juga menunjukan bahwa perempuan juga bisa berdaya di zaman modern. Dalam kesempatan seperti ini perempuan djharapkan mampu berkontribusi bagi negara dan keluarga yang memiliki peran untuk meningkatkan perekonomian.

Putu Sawitri selaku Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK), mengatakan bahwa sangat penting meningkatkan nilai dalam diri perempuan. Sehingga hal tersebut akan berpengaruh pada tumbuhnya kepercayaan diri para perempuan untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa dan asosiasi kemasyarakatan.

“Acara ini dari kita untuk kita, anggota perempuan dari kabupaten dan kota kita minta berperade menggunakan pakaian se-Nusantara,” ujarnya saat kegiatan Talkshow Women Empowering Women and Fashion Show di Denpasar, Minggu (26/5).

Belasan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga terlihat memeriahkan acara ini. Pelaku usaha binaan Partai Golkar memamerkan produknya berupa kuliner, fesyen, perawatan kulit dan produk lainnya.

Kondisi ini juga dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya yang akan menjadikan pelaku usaha perempuan memiliki daya saing dan terdorong meningkatkan kualitas produknya.

Kegiatan ini berasal dari  berbagai organisasi sayap partai dan bersatu menjadi Perempuan Golkar Bersatu.

“Kami membuat inisiatif membuat acara ini sebagai suatu gerakan rilaksasi setelah Pilpres. Kami merayakan Hari Kartini 2024 kemudian Hari Kebangkitan Nasional 2024 dan Hari Pendidikan Nasional 2024 digabung menjadi satu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pameran terhadap UMKM binaaan dan parade busana Nusantara untuk merayakan Hari Kartini Tahun 2024 juga dilakukan kegiatan diskusi terkait memberdayakan perempuan dan band hiburan.

“Kegiatan ini untuk memberdayakan perempuan terutama Perempuan Golkar Bersatu yang ada di 11 organisasi sayap partai,” ungkapnya.

Kemudian Gusti Ayu Putu Ardaba Kory selaku Ketua KPPG Provinsi Bali, ia berharap kegiatan yang terdapat juga Talkshow Women Empowering Women and Fashion Show akan ada konsolidasi setelah pemilihan legislatif beberapa waktu lalu.

“Perempuan Golkar ada yang lolos ke DPRD Tingkat I dan II. Kemudian persiapan ke Pilkada di akhir tahun nanti. Jadi mulai sekarang kita rapatkan barisan karena terdiri dari banyak Ormas Perempuan Golkar di Bali ada 11 kita solidkan kembali persiapan untuk Pilkada”

Pada kegiatan ini ada Pagelaran Busana Nusantara bahwa harus diingat lagi kekayaan leluhur, dengan memberikan ruang bagi perempuan untuk berkreasi di manapun berada asalkan positif.

“Pagelaran Busana Nusantara ini juga melibatkan perempuan Golkar yang ada di masing-masing kabupaten/kota di Bali, ” pungkas Kory. (Tim)

Continue Reading

News

Diduga melebihi kuota, Pengiriman Sapi Ditemukan Banyak Tanpa Ear Tag

Published

on

Jembrana – Pengiriman sapi dari pulau Bali ke pulau Jawa akhir- akhir ini dikwatirkan melebihi kuota. Bagaimana tidak, dari penelusuran di lapangan, dalam satu truck saja banyak ditemukan sapi-sapi tanpa Ear Tag.

Dinas terkait di Bali telah menetapkan kuota pengiriman sapi potong ke luar Bali untuk menjaga populasi sapi di pulau tersebut. Oleh karena itu, setiap sapi yang dikirim ke luar Bali diwajibkan memiliki tanda (ear tag) yang terpasang di telinga dan tercantum jelas pada izin pengiriman.

Selain untuk kuota ear tag juga berfungsi sebagai tanda bahwa sapi telah melalui pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syarat untuk dikirim ke luar daerah. Namun, belakangan ini banyak ditemukan sapi potong asal Bali yang dikirim ke Jawa tanpa ear tag. Hal ini disinyalir karena lemahnya pemeriksaan oleh petugas Karantina di Pelabuhan Gilimanuk. Petugas Karantina diduga tidak memeriksa ear tag sapi secara detail, sehingga sapi yang tidak memiliki tanda bisa lolos ke luar Bali.

Truck- truck bermuatan sapi yang banyak ditemukan tanpa Ear Tag pada rabu malam (22/5/2024)

Penelusuran tim investigasi di Pelabuhan Gilimanuk pada Rabu (22/5/2024) malam menemukan beberapa ekor sapi dalam satu truk yang tidak memiliki ear tag. Hal ini ditemukan di hampir semua truk pengangkut sapi. Saat ditanyai, seorang supir truk beralasan bahwa ear tag sapi tersebut mungkin terjatuh saat perjalanan menuju pelabuhan. “Itu sebenarnya semua sapi ada ear tagnya. Mungkin ada yang lepas dari telingganya saat dalam perjalan karena sapi-sapi itu bergesekan dalam perjalan,” kilah seorang supir yang enggan menyebutkan namanya, Rabu (22/5/2024).

Diduga, sapi-sapi yang tidak menggunakan ear tag tersebut merupakan sapi “sisipan” di luar pengiriman resmi. Hal ini berpotensi menyebabkan pengiriman sapi potong ke luar Bali melebihi jumlah kuota yang telah ditentukan.

Terkait hal tersebut, Penanggungjawab Kantor Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja Gilimanuk I Nyoman Ludra sebelumnya mengakui bahwa petugas Karantina tidak melakukan pemeriksaan Ear Tag sapi secara detail.

“Pemeriksaan ear tag sapi dilakukan secara acak (sampel). Kami tidak mengetahui terkait jumlah kuota pengiriman sapi dari Bali ke luar daerah karena itu diatur di provinsi,” papar Ludra.

Continue Reading

Hukum

Bikin Geger Jembrana, Anak Putus Sekolah Digilir 3 Orang Pria

Published

on

Jembrana – Persetubuhan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana. Kali ini menimpa korban Bunga (14) asal kecamatan Melaya.

Berawal saat korban mengenal tersangka FZ (20) asal Tegal Badeng Timur, senin tanggal 15 april mereka berjanji untuk ke suatu tempat dan dijemputlah korban di depan gang rumah korban sekira pukul 17.00 wita selanjutnya setelah korban dibujuk rayu dan dijanjikan uang sebesar Rp.100.000,- diajaklah korban ke salah satu hotel yang berlokasi Banjar Anyar desa Baluk kecamatan Negara.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto pagi tadi saat memberikan keterangan kepada awak media, selasa (21/5/2024)

Setelah berhasil disetubuhi, selanjutnya korban diantar tersangka FZ kedepan Kantor Perbekel Cupel. Ternyata Bunga juga sudah berjanji untuk bertemu dengan tersangka kedua bernisial NF (23) asal banjar Pebuahan desa Banyubiru. Korban yang awalnya tidak mau disetubuhi pelaku diajak ke pantai untuk dicocoki minuman keras, selanjutnya sekira pukul 23.30 wita korban diajak pelaku ke salah satu hotel yang berlokasi di banjar Rening desa Baluk.

Selanjutnya setelah korban berhasil disetubuhi, tersangka NF memberi korban uang sebanyak Rp.50.000,- dan mengantar korban untuk bertemu tersangka 3 dengan inisial FI (23) asal Desa Pengambengan yang notabene pacar korban Bunga. Selasa 16 april sekira pukul 16.00 wita tersangka mengajak korban ke hotel yang sama dengan tersangka NF dengan mengiming-imingi korban akan menikahinya. Setelah berhasil menyetubuhi korban tersangka FI mengantar korban pulang ke rumah nenek korban. Orang tua korban yang tidak terima perlakuan para tersangka langsung melaporkan tersangka ke Polres Jembrana.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto berpesan untuk lebih berhati-hati dan lebih peduli trutama anak perempuan, “kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan gerak-gerik anak-anak dirumah dan tetap waspada kepada setiap orang yang diduga membahayakan,” ucap Kapolres Endang.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dikenakan pasal 81 ayat (2) undang- undang republik indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman kurungan penjara selama minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku