Lima Pasien Meningitis Dirawat di RSUD Buleleng, Dokter Ingatkan Waspada Konsumsi Daging Babi Mentah
- account_circle Admin
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BULELENG – Kasus meningitis kembali menjadi perhatian di Kabupaten Buleleng. Saat ini, sedikitnya lima pasien meningitis tengah menjalani perawatan di RSUD Buleleng. Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan jumlah tersebut masih dalam kategori wajar dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, Jumat (27/2/2026), menjelaskan bahwa kasus yang paling sering ditemukan adalah meningitis bakterial, yakni peradangan pada selaput otak akibat infeksi bakteri. Kondisi ini terjadi ketika bakteri menyerang lapisan pelindung otak atau meningen.
Namun demikian, ada jenis meningitis lain yang dinilai lebih berbahaya, yakni Meningitis Suis. Penyakit ini merupakan radang selaput otak serius yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus suis, yang dapat menular dari hewan ke manusia.
“Meningitis bakterial biasanya karena infeksi bakteri yang mengenai selaput otak atau meningen. Sejauh ini pasien yang kami rawat tidak ada yang terindikasi meningitis suis,” jelas dr. Suteja.
Ia menerangkan, meningitis suis termasuk penyakit zoonosis yang dapat menular dari babi ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui konsumsi daging atau darah babi mentah, maupun melalui kontak langsung dengan babi yang terinfeksi, terutama jika terdapat luka pada tubuh.
Jenis infeksi ini dinilai lebih berisiko karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan saraf, kelumpuhan, hingga kematian apabila tidak ditangani dengan cepat.
Meski demikian, dr. Suteja menegaskan bahwa tidak semua kasus meningitis berkaitan dengan konsumsi makanan. Namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat mengonsumsi produk olahan daging babi.
Ia mengingatkan masyarakat agar memastikan makanan yang dikonsumsi telah dimasak dengan baik. Pasalnya, makanan mentah seperti lawar getih berpotensi membawa bakteri jika darah yang digunakan tidak melalui proses pemasakan yang sempurna.
“Darah yang tidak dimasak dengan baik masih memungkinkan mengandung bakteri hidup yang dapat memicu infeksi,” ujarnya.
Pihak rumah sakit pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saat mengolah bahan pangan serta menghindari konsumsi daging atau darah babi yang tidak dimasak hingga matang guna mencegah risiko penularan penyakit.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar