Breaking News
light_mode

Kritik MBG Menguat, Presiden Dinilai Gunakan Logika Dikotomis dalam Menjawab Publik

  • account_circle Admin
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pernyataan Presiden terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik setelah dianggap menyederhanakan persoalan menjadi dua pilihan ekstrem. Dalam sebuah wawancara bersama jurnalis Najwa Shihab, Presiden menyatakan akan mempertahankan program MBG “daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat bisa makan.”

Sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut menghadirkan dikotomi yang tidak sepenuhnya tepat. Kritik publik menyebut masih terdapat opsi lain, seperti melakukan perbaikan desain program agar lebih terukur, efisien, dan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat miskin. Selain itu, sebagian kalangan mengusulkan agar sebagian anggaran dialihkan untuk pembenahan sanitasi dan akses air bersih yang selama ini dinilai berkontribusi besar terhadap masalah stunting.

Dalam analisis yang berkembang, pendekatan Presiden juga dinilai cenderung menutup ruang kritik dengan membangun narasi berbasis empati, seperti menyoroti kondisi anak-anak stunting. Meski dinilai manusiawi, pendekatan tersebut dianggap tidak cukup kuat sebagai landasan utama dalam perumusan kebijakan publik yang berskala nasional.

Di sisi lain, Presiden sebelumnya juga mengakui adanya persoalan klasik dalam birokrasi, seperti budaya Asal Bapak Senang (ABS), kebocoran anggaran, hingga gaya hidup pejabat yang tidak sederhana. Namun, kritik muncul karena implementasi MBG dinilai justru berpotensi menciptakan titik-titik baru kerawanan, terutama dengan rencana pembangunan puluhan ribu dapur MBG serta puluhan ribu Koperasi Merah Putih (KMP) di berbagai daerah.

Pengamat menilai, perluasan skala program secara masif tanpa penguatan sistem pengawasan berpotensi meningkatkan risiko inefisiensi. Kompleksitas distribusi dan logistik di tingkat nasional juga dinilai berbeda jauh dengan keberhasilan program serupa dalam skala kecil atau percontohan desa.

Selain itu, klaim mengenai dampak ekonomi melalui efek pengganda (multiplier effect) turut menjadi sorotan. Beberapa pihak menilai asumsi penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi dari MBG perlu diuji secara lebih realistis, mengingat tantangan distribusi dan integritas aparat di lapangan.

Kritik juga diarahkan pada penggunaan referensi global dalam mendukung program MBG. Meski lembaga internasional kerap menyebut program makan bergizi sebagai investasi berdampak tinggi, para pengamat mengingatkan pentingnya penyesuaian dengan konteks lokal Indonesia, termasuk kondisi rantai pasok dan tata kelola birokrasi.

Di tengah perdebatan tersebut, muncul pula perbandingan gaya kepemimpinan Presiden dengan tokoh sejarah seperti Napoleon Bonaparte. Namun, sebagian pihak menilai analogi tersebut tidak relevan dan justru berpotensi memicu persepsi negatif terhadap sensitivitas pemerintah dalam menangani kebijakan publik.

Perdebatan mengenai MBG menunjukkan pentingnya ruang dialog yang terbuka antara pemerintah dan publik. Pengamat menekankan bahwa kebijakan berskala besar memerlukan evaluasi berkelanjutan, transparansi, serta kesiapan sistem pengawasan agar tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara efektif.

Menutup pernyataannya, sejumlah pihak tetap mengajak masyarakat menjaga suasana kebersamaan, khususnya dalam momentum Hari Raya Idulfitri, sembari berharap perumusan kebijakan publik ke depan semakin inklusif dan berbasis data.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Australia Tawarkan Peluang Studi di Festival Pendidikan Unud 2025

    Australia Tawarkan Peluang Studi di Festival Pendidikan Unud 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR — Konsulat-Jenderal Australia di Bali berpartisipasi dalam Festival Pendidikan dan Kebudayaan Internasional Universitas Udayana (Unud) ke-5 yang digelar pada 7–8 November 2025 di Denpasar. Melalui stan edukasi yang dihadirkan, Australia memamerkan beragam peluang studi di sekolah, universitas, dan lembaga vokasi berkelas dunia. Konsul Bagian Diplomasi Publik Australia, Lachlan Norton, turut hadir dalam kegiatan yang […]

  • Ratu Silver Bali Lengser

    Ratu Silver Bali Lengser

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BADUNG – Kondisi Pandemi covid-19 ini memukul banyak industri di Bali terutama seni perhiasan Silver. Toko Ratu Silver atau yang sekarang Cintamani Silver yang beralamat di Jalan Raya Legian No.373, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, mendapatkan surat yang berkop bernomor W24.U1/5205/HT.02/12/2020, dari pengadilan negeri Denpasar, bahwa toko tersebut melalui Putu Adi Yuliartha, SH memohonkan eksekusi […]

  • Darah di Arena Sabung Ayam, Pria Tewas Ditikam Taji Jago Sebelum Laga Dimulai

    Darah di Arena Sabung Ayam, Pria Tewas Ditikam Taji Jago Sebelum Laga Dimulai

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Suasana mencekam menyelimuti arena sabung ayam ilegal yang dikenal dengan sebutan “Kampus” di Abian Tubuh, Denpasar Timur, Minggu siang (27/7/2025), setelah seorang pria tewas secara tragis akibat serangan ayam aduan bertaji tajam sebelum pertandingan dimulai. Korban diketahui bernama I Nengah Sudana (50), warga asal Desa Angantelu, Karangasem, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian […]

  • Menguak Tabir Sepak Terjang Kasus Made Daging! Laporkan 12 Advokat, Humas H2B Law Office Sebut Potensi Salah Ketik Sangat Minim 

    Menguak Tabir Sepak Terjang Kasus Made Daging! Laporkan 12 Advokat, Humas H2B Law Office Sebut Potensi Salah Ketik Sangat Minim 

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Pasca ditolaknya permohonan praperadilan Nomor 1/Pid.Pra/2026/PN.Dps oleh Pengadilan Negeri Denpasar dan dimutasinya Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, ke jabatan baru sebagai Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan Kementerian ATR/BPN, dinamika hukum kembali bergulir. Kali ini, sorotan tertuju pada laporan polisi terhadap 12 advokat yang tergabung dalam tim penasihat […]

  • Label Halal–Nonhalal Adalah Perlindungan Konsumen, Bukan Instrumen Pembentukan Moral

    Label Halal–Nonhalal Adalah Perlindungan Konsumen, Bukan Instrumen Pembentukan Moral

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 59Komentar

    Klungkung – Manggala Madya Pasikian Pecalang Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung, Putu Yudhi Pasek Kusuma, menilai kebijakan kewajiban pencantuman label halal dan nonhalal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) harus ditempatkan secara proporsional sebagai bagian dari perlindungan konsumen, bukan sebagai instrumen pembinaan moral publik. Pernyataan tersebut disampaikan Yudhi menanggapi penegasan Kepala BPJPH, Haikal […]

  • Australian Consulate-General Bali Promotes Online Safety for Indonesian Women

    Australian Consulate-General Bali Promotes Online Safety for Indonesian Women

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    DENPASAR – The Australian Consulate-General in Bali held an information session on 9 December 2025 to support the global “16 Days of Activism Against Gender-Based Violence” campaign. With this year’s theme, “UNiTE to End Digital Violence Against All Women and Girls,” the event focused on helping Indonesian women recognise digital threats and stay safe online. […]

expand_less