KEK Kura Kura Bali Gandeng Komunitas Nukari, Optimalkan Lahan dan Kolam untuk Berdayakan Warga Serangan
- account_circle Ray
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Bali – KEK Kura Kura Bali memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan ruang terbuka hijau melalui kolaborasi bersama Komunitas Nukari Desa Serangan. Sinergi ini diwujudkan lewat dua program utama, yakni Planting Program dan Floating Garden, yang bertujuan meningkatkan produktivitas kawasan sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.
Dalam kerja sama tersebut, pihak KEK menyediakan area pengembangan, sementara Komunitas Nukari bertindak sebagai pelaksana teknis di lapangan. Nukari yang dikenal aktif dalam kegiatan daur ulang plastik, instalasi seni, serta pembibitan tanaman, menghadirkan pendekatan kreatif dengan tetap mengedepankan nilai budaya dan tradisi lokal.
Perwakilan Nukari, I Wayan Darmaja, menjelaskan bahwa lahan yang digarap sejak tiga bulan terakhir mulai menunjukkan hasil. Beragam tanaman pangan seperti pisang, ketela rambat, ubi kayu, kunyit, aneka sayuran, hingga cabai kini tumbuh dan sebagian telah berbuah. Hasil panen tersebut dimanfaatkan bersama oleh anggota komunitas.

Menurut Darmaja, metode penanaman dilakukan secara alami tanpa pupuk kimia. Di sekitar tanaman utama, ditanam pula serai yang berfungsi sebagai pestisida nabati. Hingga kini, belasan jenis tanaman pangan tersebut tumbuh berdampingan dengan sekitar 700 ribu tanaman lain yang berada di dalam kawasan KEK Kura Kura Bali.
Tak hanya mengoptimalkan lahan darat, kolaborasi ini juga mengembangkan Floating Garden atau taman terapung di atas kolam seluas 1.713 meter persegi. Kolam yang sebelumnya berfungsi sebagai elemen dekoratif kini diubah menjadi area produktif sekaligus memperkaya ekosistem ruang hijau terbuka.
Dengan kadar salinitas rendah dan pergerakan air yang stabil, kolam tersebut dinilai ideal sebagai lokasi percontohan budidaya tanaman terapung. Saat ini terdapat enam unit media tanam sebagai prototipe uji coba. Sejumlah tanaman seperti rumput lilin, tanaman pisang-pisangan, hingga jambu air tengah dikembangkan, termasuk uji coba penanaman padi yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Darmaja menyebut, inisiatif ini dirancang untuk menumbuhkan local champions di Desa Serangan agar masyarakat memiliki ruang kepemimpinan dan kreativitas. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan mampu menginspirasi lebih banyak inisiatif positif dari warga.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi PT Bali Turtle Island Development, Zefri Alfaruqy, menegaskan bahwa pelibatan masyarakat sekitar merupakan bagian penting dalam pengembangan kawasan. Menurutnya, semangat tumbuh bersama menjadi landasan utama berbagai program yang dijalankan.
Ia menambahkan, selain fokus pada produktivitas lahan, perusahaan juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga Desa Serangan dan sekitarnya.
Melalui inovasi penghijauan dan pemanfaatan kolam tersebut, KEK Kura Kura Bali berupaya menciptakan ekosistem berkelanjutan yang menyinergikan alam, kreativitas, dan partisipasi masyarakat dalam satu kawasan terpadu.
Editor – Ray

Refer friends, earn cash—sign up now!
20 Februari 2026 1:27 PM