Breaking News
light_mode

Jahe Panas, Bawang Dingin! Filosofi Segehan Bali yang Ternyata Sarat Logika dan “Sains” Leluhur

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Ritual segehan yang kerap dilakukan masyarakat Bali selama ini sering dipandang sekadar tradisi turun-temurun tanpa dipahami maknanya secara mendalam. Padahal, di balik kesederhanaan sarana segehan, tersimpan filosofi keseimbangan hidup sekaligus logika niskala yang relevan dengan kehidupan modern.

Hal tersebut diungkapkan Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran, sulinggih asal Bali, yang membedah makna segehan dari perspektif tattwa, filosofi, hingga pendekatan ilmiah. Menurutnya, setiap unsur dalam segehan bukanlah hiasan, melainkan simbol pengendalian diri dan harmonisasi alam.

“Segehan itu bukan hanya soal ritual, tetapi cara leluhur Bali mengajarkan keseimbangan emosi, etika sosial, dan kebersihan niskala,” ujar Ida Pedanda.

Ia menjelaskan, jahe dan bawang yang selalu hadir dalam segehan melambangkan pengendalian emosi manusia. Jahe bersifat panas sebagai simbol semangat dan energi, namun mengingatkan agar manusia tidak dikuasai amarah. Sebaliknya, bawang bersifat dingin yang mengajarkan ketenangan berpikir, tetapi tidak sampai kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Unsur penting lainnya adalah garam, yang secara niskala diyakini sebagai sarana penetralisir energi negatif. Garam dipandang memiliki sifat netral, sehingga berfungsi menyeimbangkan kekuatan yang tidak harmonis di suatu tempat. “Garam itu panelah sahananing ngaletehin, pembakar energi negatif,” jelasnya.

Yang tak kalah menarik adalah penggunaan tetabuhan arak dan berem. Ida Pedanda menyebut, secara filosofi dan logika, cairan beralkohol memiliki fungsi sterilisasi. Konsep ini sejalan dengan dunia medis modern yang memanfaatkan alkohol sebagai disinfektan. “Matabuh saat masegeh bertujuan mensterilkan wilayah secara niskala dan sekala, agar energi buruk, bakteri, maupun kuman yang merugikan tidak berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, nasi putih dua kepal dalam segehan merupakan simbol Rwa Bhineda, keseimbangan dua unsur berlawanan dalam kehidupan. Sedangkan taledan berbentuk segi empat melambangkan penguasaan dan harmonisasi empat arah mata angin.

Melalui pemahaman ini, Ida Pedanda menegaskan bahwa segehan bukanlah ritual “memberi makan Bhuta Kala” semata, melainkan sebuah sistem kearifan lokal Bali yang mengajarkan sanitasi spiritual dan fisik secara bersamaan.

“Kalau dipahami, segehan adalah warisan pengetahuan leluhur Bali yang sangat maju. Bukan sesuatu yang patut diremehkan,” pungkasnya.

Pemahaman mendalam terhadap ritual ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda Bali agar tidak sekadar “ikut-ikutan”, tetapi benar-benar menghayati nilai luhur di balik setiap yadnya yang dilakukan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamenko Polkam Belum Pastikan Penangkapan Anggota Densus 88 oleh BAIS TNI

    Wamenko Polkam Belum Pastikan Penangkapan Anggota Densus 88 oleh BAIS TNI

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    JAKARTA – Wakil Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk F. Paulus mengaku belum dapat mengonfirmasi kabar penangkapan anggota Densus 88 oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Informasi yang beredar menyebut penangkapan itu terjadi ketika anggota Densus tengah melakukan pengintaian terhadap pengusaha berinisial FYH di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat. […]

  • Viral! Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Tak Persoalkan Bendera One Piece di HUT RI

    Viral! Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Tak Persoalkan Bendera One Piece di HUT RI

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendadak viral setelah menyatakan tidak mempermasalahkan keberadaan bendera bajak laut Jolly Roger dari anime One Piece yang dikibarkan di momen Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan RI. Pernyataan ini disampaikannya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025). “Benderanya itu enggak ada masalah,” ujar Dasco, […]

  • Simbol Ular dalam Spiritualitas Timur, Mengapa Dibenci dalam Ajaran Abrahamik?

    Simbol Ular dalam Spiritualitas Timur, Mengapa Dibenci dalam Ajaran Abrahamik?

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Dalam bentangan sejarah spiritual dunia, simbol ular telah menjadi figur penuh makna, sekaligus kontroversial. Dalam ajaran Timur seperti Tantra, ular justru dipuja sebagai lambang energi spiritual tertinggi. Namun dalam tradisi agama-agama Abrahamik seperti Yahudi, Kristen, dan Islam, ular digambarkan sebagai musuh utama manusia, dikatakan sosok penggoda yang membawa petaka. Lalu, mengapa ada perbedaan […]

  • Ibadah dan Karya Bakti Berlangsung Harmonis di Rote Ndao

    Ibadah dan Karya Bakti Berlangsung Harmonis di Rote Ndao

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 4Komentar

    Rote Ndao – Suasana penuh hikmah dan harmonis mewarnai pelaksanaan ibadah dan karya bakti di Kabupaten Rote Ndao pada Minggu (31/8/2025). Rangkaian kegiatan yang berlangsung di gereja maupun masjid berjalan tertib berkat sinergi TNI, Polri, tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat. Di Gereja GMIT Talitakumi Nggauk, Dusun Tuambian, Desa Sakubatun, Kecamatan Rote Barat Daya, ibadah […]

  • Sampah! Sampah! Oh Sampah!  Drama Kebijakan Setengah Matang, Publik Jadi Korban

    Sampah! Sampah! Oh Sampah! Drama Kebijakan Setengah Matang, Publik Jadi Korban

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Kelucuan Pemerintah Provinsi Bali melalui Wayan Koster yang memastikan TPA Suwung harus resmi ditutup pada 23 Desember 2025, yang dengan tegasnya mengatakan, “Nggak, nggak, tetap tanggal 23 (Desember). Saya sudah putuskan, tetap tanggal 23,” kata Koster seusai menghadiri peresmian Pos Bantuan Hukum dan Pembukaan Pelatihan Paralegal Desa/Kelurahan Provinsi Bali, Jumat (12/12/2025) di Balai […]

  • Racun Lebah Buka Harapan Baru Pengobatan Kanker Payudara

    Racun Lebah Buka Harapan Baru Pengobatan Kanker Payudara

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Peneliti Temukan Senyawa Melittin Mampu Hancurkan Sel Kanker Agresif dalam Waktu Kurang dari Satu Jam   DENPASAR – Dunia medis diguncang oleh sebuah temuan mengejutkan yang berpotensi mengubah arah pengobatan kanker. Para peneliti menemukan bahwa racun lebah, khususnya senyawa bernama melittin, mampu menghancurkan seluruh sel kanker payudara agresif hanya dalam waktu kurang dari 60 menit […]

expand_less