Dua Balita Yatim di Lereng Kintamani Bertahan dalam Keterbatasan, Mengetuk hati dan Pendampingan
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peringatan:
Menghimbau untuk masyarakat yang mau membantu untuk datang langsung ke lokasi.
BANGLI – Duka belum genap sebulan menyelimuti sebuah keluarga kecil di Dusun Kayupadi, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Dua anak bersaudara, I Wayan Darta (2) dan Ni Wayan Sarmi (4 bulan), kini harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu yang meninggal dunia sekitar 22 hari lalu.
Sang ayah, I Parwata (27), seorang buruh tani, kini menjadi tulang punggung sekaligus pengasuh utama kedua balita tersebut. Dalam keterbatasan ekonomi, Parwata berjuang membagi waktu antara bekerja di ladang dan merawat anak-anaknya. Kondisi itu kian berat karena ia juga dibantu oleh nenek anak-anak tersebut yang sama-sama bekerja sebagai buruh tani.
Tak jarang, kedua balita itu terpaksa diajak ke ladang saat orang dewasa bekerja, menghadapi terik matahari maupun hujan. Situasi tersebut memunculkan keprihatinan warga setempat, mengingat usia mereka yang masih sangat rentan dan membutuhkan perawatan intensif.
Selain persoalan ekonomi, keluarga ini juga menghadapi kendala administrasi kependudukan. Ni Wayan Sarmi, bayi berusia empat bulan, diketahui belum tercatat dalam Kartu Keluarga. Kondisi ini berpotensi menghambat akses terhadap layanan dasar, termasuk jaminan kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah.
Sejumlah kebutuhan mendesak kini menjadi perhatian, antara lain perlengkapan bayi dan anak-anak, pendampingan untuk mengakses jaring pengaman sosial seperti BPJS PBI atau KIS, serta bantuan tunai untuk menopang kebutuhan harian.
Warga berharap ada perhatian dari pemerintah maupun masyarakat luas untuk meringankan beban keluarga tersebut. Di tengah berbagai program perlindungan sosial yang digaungkan, kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada keluarga rentan yang membutuhkan sentuhan nyata dan respons cepat, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun pendampingan administrasi agar hak-hak dasar anak dapat terpenuhi.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan atau memperoleh informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kontak person Jro Denistra di nomor 0812-3887-3715.
Di lereng Kintamani yang sejuk, dua balita itu kini bertahan dalam pelukan ayah dan neneknya. Harapannya sederhana: tumbuh sehat, terlindungi, dan tidak kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan hari ini.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar