Breaking News
light_mode

Highlighting British YouTuber’s Content, Somya: Chasing Sensation, Should Be on Immigration Watchlist

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – A recent video by British YouTuber and influencer Zoe Rae has sparked backlash among Balinese locals and cultural figures, after she claimed that Bali was not as beautiful as it appears on social media. Rae abruptly left the island just two days after arriving, opting instead to celebrate her wedding anniversary in Dubai.

In a vlog posted to her YouTube channel with over 140,000 subscribers, Zoe expressed disappointment, stating that “the reality of Bali is very different from what we saw on social media.” She also criticized the Uluwatu area, despite staying at the five-star Radisson Blu hotel, claiming it did not meet her expectations.

The video drew strong reactions not only from Indonesian netizens but also from Balinese community leaders. One of the most vocal responses came from I Made Somya Putra, a Balinese advocate and activist, who accused Zoe of deliberately undermining Bali’s image.

“In my view, this YouTuber is trying to bring Bali down with content that seems to follow a particular agenda, possibly even a sponsored one,” Somya asserted.

He emphasized that Zoe’s opinion was out of sync with the majority of influencers who frequently praise Bali’s natural beauty and world-class destinations, especially the Uluwatu area, known for its stunning beaches and luxury accommodations.

“It’s like taking one sip of seawater and claiming to understand the entire ocean. It’s completely unfair to judge Bali after just 48 hours and present that view as the full truth,” Somya added.

While he acknowledged the importance of free expression, Somya warned that commercial content made without permits especially when misleading could harm Bali’s reputation on a global scale.

“Immigration should place individuals like this on a watchlist. If they attempt to re-enter Indonesia, their motives should be scrutinized. We cannot let people exploit Bali to generate income from provocative and negative content,” he urged.

Although Zoe later admitted that their poor experience may have stemmed from a lack of personal research, she stood by her comment that “Bali is just not for us” a statement that further fueled the perception that the couple was chasing online controversy.

Public concern has also turned to potential legal violations. As an influencer monetizing content while in Indonesia, Zoe may have breached immigration laws by working without a proper visa. Foreign nationals engaging in unauthorized work face penalties, including fines, deportation, and entry bans.

Several figures from Bali’s tourism sector have called for Zoe’s content to be reported and potentially blocked for its misleading nature.

“They don’t understand what Bali really is, yet they pass judgment and broadcast to the world that Bali is a disappointment. That’s simply unfair,” said Yuli Budi Santoso, a local travel agent.

Though Zoe and her husband are now enjoying a lavish vacation at Atlantis The Royal in Dubai, the wave of criticism against their Bali statements continues. The episode serves as a stark reminder that some destinations cannot be evaluated at a glance and that Bali, with its deep cultural roots, is not a playground for content creators who lack respect. (Ray)

As reported by dailymail.co.uk

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (11)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSN Korda Bali Lakukan Upacara Banyu Pinaruh di 3 titik, Lakukan 7 jenis Penglukatan

    PSN Korda Bali Lakukan Upacara Banyu Pinaruh di 3 titik, Lakukan 7 jenis Penglukatan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Ngurah Wisnawa
    • 5Komentar

    DENPASAR – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali bersama Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korda Denpasar dan Yayasan Dharma Pinandita (YDP) Cabang Bali menyelenggarakan Pengelukatan Agung Banyu Pinaruh yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Banyu Pinaruh adalah upacara yadnya (persembahan suci) umat Hindu Bali yang dilakukan sehari setelah Hari Raya Saraswati untuk membersihkan diri secara jasmani dan […]

  • Selat Bali Padat Saat Mudik, Wacana Jembatan Tuai Penolakan PHDI

    Selat Bali Padat Saat Mudik, Wacana Jembatan Tuai Penolakan PHDI

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JEMBRANA – Lonjakan arus mudik kembali memicu kepadatan di jalur penyeberangan Selat Bali. Antrean panjang kendaraan terlihat di Pelabuhan Gilimanuk, terutama didominasi sepeda motor yang digunakan pemudik dari Jawa menuju Bali. Sebagai jalur utama penghubung dua pulau, Selat Bali kerap menjadi titik krusial setiap musim mudik. Meski jaraknya relatif pendek, tingginya volume kendaraan menyebabkan waktu […]

  • Merneptah dan Misteri Firaun yang Tenggelam, Antara Sejarah dan Narasi Kitab Suci

    Merneptah dan Misteri Firaun yang Tenggelam, Antara Sejarah dan Narasi Kitab Suci

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 9Komentar

    DENPASAR – Identitas Firaun yang disebut tenggelam saat mengejar Nabi Musa AS masih menjadi salah satu perdebatan panjang dalam kajian sejarah, arkeologi, dan keagamaan. Di antara sejumlah nama yang muncul, Merneptah, penguasa keempat Dinasti ke-19 Mesir Kuno, menjadi salah satu kandidat yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa tersebut. Merneptah memerintah Mesir sekitar tahun 1213 hingga […]

  • Refleksi Hidup Man Tayax: Dari Kurang Bersyukur Menuju Kesadaran Diri dan Lelaku Bermakna

    Refleksi Hidup Man Tayax: Dari Kurang Bersyukur Menuju Kesadaran Diri dan Lelaku Bermakna

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    I Nyoman Sukataya / Man Tayax DENPASAR – Sebuah refleksi mendalam tentang perjalanan hidup dan kesadaran diri disampaikan oleh sosok yang dikenal dengan nama Man Tayax. Dalam perenungannya, ia mengakui bahwa salah satu kekurangan terbesar dalam hidupnya adalah masih kurangnya rasa syukur, meskipun perjalanan panjang kehidupan telah memberinya banyak pelajaran berharga. Ia mengungkapkan, setiap fase […]

  • HARRIS Sunset Road Bali Rayakan 14 Tahun Kiprah, Perkuat Komitmen Sosial dan Pelayanan Kreatif

    HARRIS Sunset Road Bali Rayakan 14 Tahun Kiprah, Perkuat Komitmen Sosial dan Pelayanan Kreatif

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – HARRIS Hotel & Residences Sunset Road Bali merayakan hari jadinya yang ke-14 dengan mengusung tema “Be Creative – Be Unstoppable”. Perayaan yang digelar di Kecak Grand Ballroom pada 9 Juni 2026 itu menjadi momentum refleksi perjalanan hotel sekaligus penegasan komitmen untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Perayaan ulang tahun […]

  • 260 Mahasiswa RI Terbang ke Eropa, Dapat Beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa

    260 Mahasiswa RI Terbang ke Eropa, Dapat Beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Sebanyak 260 mahasiswa dan dosen dari seluruh Indonesia berhasil meraih beasiswa prestisius Erasmus+ dari Uni Eropa untuk tahun akademik 2025. Program ini akan membawa mereka menempuh pendidikan pascasarjana dan mengikuti pertukaran akademik di berbagai universitas bergengsi di Eropa, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerja sama internasional di bidang […]

expand_less