HUT PSN ke-27 di Badung, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Pinandita dan Pelayanan Hukum Inklusif
- account_circle Ray
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG – Semangat pengabdian dan pelayanan keagamaan kembali ditegaskan dalam pelaksanaan kegiatan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali ke-27 dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sewanam Dharma Shanthi Nusantara ke-1.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Kita Wujudkan Dharma Seva Pinandita Sanggraha Nusantara dalam Meningkatkan Pelayanan Keagamaan yang Berkualitas.”

Momentum ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan peran para Pinandita dan unsur pendukungnya dalam memberikan pelayanan spiritual kepada umat Hindu di Bali.

Pinandita I Wayan Dodi Arianta selaku Ketua PSN (Pinandita Sanggraha Nusantara) Korwil Provinsi Bali.
Hal itu disampaikan oleh Ketua PSN (Pinandita Sanggraha Nusantara) Korwil Provinsi Bali dijabat oleh Pinandita I Wayan Dodi Arianta, dalam pidato sambutannya.
Ia juga menekankan pada visi awal dari PSN yakni meningkatkan profesionalisme 21.709 Pinandita yang tergabung dalam PSN serta kesejahteraannya.
“Kedepan kami akan lebih fokus kepada pemangku – pemangku yang di daerah – daerah, kesejahteraan ini nanti kami akan sinergikan bersama dengan pemerintah dan donatur lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan Pinandita, ” Ungkapnya, Kamis 21 Mei 2026.

Tidak hanya menitikberatkan pada aspek keagamaan, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pendampingan hukum dan sosial bagi masyarakat melalui kehadiran LBH Sewanam Dharma Shanthi Nusantara.
Pinandita I Wayan Parnama selaku ketua LBH Sewanam Dharma Shanthi Nusantara, menekankan pentingnya seorang Pinandita memahami hukum agar tidak terjebak dalam kasus – kasus yang sebenarnya tidak diperlukan.

Pinandita I Wayan Parnama selaku ketua LBH Sewanam Dharma Shanthi Nusantara.
LBH Sewanam Dharma Shanthi Nusantara ini sendiri akan disosialisasikan sampai pelosok daerah dan pelayanannya tidak saja kepada anggota tetapi masyarakat luas bahkan lintas agama sekalipun.
“Edukasi hukum menjadi penting, seperti kasus penyayang binatang karena ketidaktahuannya bisa bernasib penjara, belum lagi yang melaksanakan upacara pernikahan muput tetapi masih berstatus menikah, hal – hal ini perlu dilindungi secara hukum, ” Jelas Jro Mangku Parnama kepada awak media.

Pinandita Made Poniman selaku ketua panitia acara HUT PSN ke-27.
Pinandita Made Poniman selaku ketua panitia acara menekankan juga kepada para Pinandita bahwa pelayanan keagamaan harus dijalankan secara profesional, humanis, dan berlandaskan nilai dharma serta sifat seva yakni pelayanan tulus ikhlas.
“Di tengah perkembangan zaman dan dinamika sosial masyarakat, para Pinandita diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus pengayom umat dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama, ” Sebutnya serta menerangkan bahwa acara ini digerakkan secara swadaya dan konsumsi dibantu oleh Pemerintah Badung.

Pinandita Dr. Dra. I Nyoman Sukendra, M.Hum., selaku ketua PSN Korda Badung.
Pinandita Dr. Dra. I Nyoman Sukendra, M.Hum., selaku ketua PSN Korda Badung mengungkapkan fakta unik yang berhubungan dengan kehendak alam. HUT PSN ke – 27 menunjukan angka yang mengartikan 2 sebagai kualitas dari dualitas (rwabhineda) yang berpadu dengan kualitas angka 7 yang tergolong angka yang istimewa didalam wariga.
“Satu minggu ditunjuk dengan 7 hari, sapta petala, sapta loka dan lainnya yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, ” Babarnya.
Ia juga menerangkan kesempurnaan angka 7 yang dipadukan dengan angka 2 perbedaan menjadikan satu bagian yang tidak bisa dilepaskan dan saling melengkapi, seperti kanan-kiri, laki-perempuan, siang-malam dan lain sebagainya yang sesungguhnya itu adalah satu kesatuan utuh.
“Kenapa di Badung, memang dari jaman dahulu tempat pertemuan memang sering dilakukan di Badung yakni dari kata meadungan tempatnya bertemu”
“Dari utara Buleleng ke selatan bertemunya di Badung ditengah, dan juga dari barat dan timur jembrana dan karangasem ketemuannya di tengah juga Badung, ” Tutupnya.

Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M. Si., selaku Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Terakhir acara awak media menemui Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M. Si., selaku Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan, yang mengapresiasi acara tersebut dan ikut bangga karena visi yang diutarakan PSN meningkatkan profesionalisme Pinandita seluruh Indonesia.
“Dalam ruang kerja Pinandita yang profesional juga diharapkan karena di setiap daerah memiliki keragaman perbedaan tentu profesionalisme ini harus sesuai juga dengan desa kala patra atau tempat wilayah dimana mereka menjadi penganteb upakara, ” Pungkasnya.
Dengan semangat Dharma Seva, seluruh elemen yang terlibat berharap pelayanan keagamaan ke depan semakin berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan umat di era modern tanpa meninggalkan akar tradisi dan kearifan lokal.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar