Breaking News
light_mode

Hidup Tanpa Benci di Tengah Dunia yang Sarat Emosi Negatif

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar — Di tengah dinamika kehidupan sosial yang kerap diwarnai konflik, perbedaan pandangan, dan luapan emosi, ajaran Siddhartha Gautama kembali menemukan relevansinya. Pesan tentang pentingnya hidup tanpa kebencian menjadi refleksi mendalam bagi masyarakat modern yang menghadapi tekanan sosial semakin kompleks.

Dalam salah satu ajarannya, Buddha menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh kondisi lingkungan, melainkan oleh kemampuan individu dalam mengelola batin. Hidup tanpa benci, bahkan ketika berada di tengah orang-orang yang dipenuhi amarah, disebut sebagai bentuk kebijaksanaan tertinggi.

Fenomena meningkatnya polarisasi sosial, baik di ruang publik maupun media digital, menunjukkan bahwa kebencian kerap menjadi respons instan atas perbedaan. Namun, nilai-nilai yang diajarkan Buddha justru mengajak untuk memutus rantai tersebut dengan menumbuhkan welas asih, kesabaran, dan pengendalian diri.

Pengamat sosial menilai, menginternalisasi sikap tanpa kebencian bukan berarti mengabaikan realitas atau bersikap pasif. Sebaliknya, hal itu menjadi kekuatan moral untuk merespons situasi dengan kepala dingin serta mengedepankan empati di tengah ketegangan.

Lebih jauh, praktik hidup tanpa benci diyakini mampu menciptakan dampak berantai yang positif, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Ketika seseorang mampu menjaga kedamaian batin, ia berpotensi menjadi penyeimbang di tengah situasi yang penuh gejolak.

Di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan penuh tekanan, ajaran ini menjadi pengingat bahwa kedamaian tidak selalu harus dicari di luar diri. Justru, ia tumbuh dari kemampuan untuk tetap tenang dan bebas dari kebencian, apa pun situasi yang dihadapi.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahfud MD Sentil Ketimpangan Hukum, Orang Kuat Dibebaskan, Orang Kecil Dijadikan Tersangka Abadi

    Mahfud MD Sentil Ketimpangan Hukum, Orang Kuat Dibebaskan, Orang Kecil Dijadikan Tersangka Abadi

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kembali melontarkan kritik tajam terhadap wajah penegakan hukum di Indonesia yang dinilai timpang dan diskriminatif. Melalui akun media sosial X miliknya, @mohmahfudmd, Mahfud menyoroti bagaimana hukum sering kali bersikap lunak terhadap mereka yang punya kuasa politik dan ekonomi, namun begitu kejam […]

  • Samsung Galaxy Z Flip 8 Hadir Lebih Matang, Fokus pada Ketahanan dan Pengalaman Premium Play Button

    Samsung Galaxy Z Flip 8 Hadir Lebih Matang, Fokus pada Ketahanan dan Pengalaman Premium

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 17Komentar

    JAKARTA – Samsung kembali memperkuat posisinya di pasar ponsel lipat melalui kehadiran Galaxy Z Flip 8. Generasi terbaru seri foldable ini hadir bukan dengan perubahan revolusioner, melainkan penyempurnaan di berbagai sektor penting seperti desain, daya tahan, performa, hingga pengalaman penggunaan sehari-hari. Perangkat ini disebut menjadi jawaban bagi pengguna yang menginginkan smartphone lipat dengan tampilan stylish […]

  • Belajar dari Lee Kuan Yew! Kepemimpinan Keras yang Mengantar Singapura ke Panggung Dunia

    Belajar dari Lee Kuan Yew! Kepemimpinan Keras yang Mengantar Singapura ke Panggung Dunia

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR : Singapura pada 1965 adalah negara kecil dengan segudang keterbatasan. Baru keluar dari Federasi Malaysia, tanpa sumber daya alam, tanpa minyak, bahkan tanpa pasokan air bersih mandiri. Namun dari kondisi nyaris mustahil itu, lahir sebuah negara maju yang kini disegani dunia. Di balik transformasi tersebut berdiri sosok Lee Kuan Yew, pemimpin yang memerintah selama […]

  • Kuasa Hukum Nilai Replik JPU Penuh Kelemahan, Siap Sajikan Duplik Balasan

    Kuasa Hukum Nilai Replik JPU Penuh Kelemahan, Siap Sajikan Duplik Balasan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 16Komentar

    DENPASAR – Sidang lanjutan perkara Anak Agung Ngurah Oka di Pengadilan Negeri Denpasar pada Kamis (14/8/2025) memanas setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan replik atau tanggapan atas nota pembelaan terdakwa. Pihak pembela menilai isi replik tersebut justru memperlihatkan kelemahan argumentasi jaksa dan tidak selaras dengan fakta persidangan. I Made Somya Putra, kuasa hukum Ngurah Oka, […]

  • Harvard Tahan Rugi Rp665 Miliar dari ETF Bitcoin, Tetap Jadi Kampus Pemilik Aset Kripto Terbesar

    Harvard Tahan Rugi Rp665 Miliar dari ETF Bitcoin, Tetap Jadi Kampus Pemilik Aset Kripto Terbesar

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – Harvard University tengah menjadi sorotan setelah portofolio investasinya mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) sebesar US$40 juta atau sekitar Rp665,8 miliar. Kerugian itu muncul dari anjloknya nilai exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang sempat turun 26% dari puncaknya di level US$126 ribu per BTC. Meski menghadapi penurunan tajam, Harvard tidak menunjukkan tanda-tanda melepas kepemilikan […]

  • Rocky Gerung: Kasus Tom Lembong Bentuk Pemerasan Politik

    Rocky Gerung: Kasus Tom Lembong Bentuk Pemerasan Politik

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Sidang pembacaan vonis terhadap mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, pada Jumat (18/7/2025) menarik perhatian publik. Sejumlah tokoh nasional seperti Anies Baswedan, Rocky Gerung, Refly Harun, dan Saut Situmorang hadir langsung di Ruang Sidang Hatta Ali, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sebagai bentuk dukungan moral terhadap Tom. Anies Baswedan datang pada […]

expand_less