Rugi Membengkak, Garuda Indonesia Masih Hadapi Turbulensi Pemulihan
- account_circle Admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sepanjang 2025 masih belum menunjukkan tanda pemulihan yang signifikan. Maskapai pelat merah ini justru mencatat lonjakan kerugian bersih yang cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Garuda Indonesia membukukan kerugian sebesar USD319,39 juta atau sekitar Rp5,4 triliun. Angka tersebut meningkat drastis dari kerugian tahun 2024 yang tercatat sebesar USD69,77 juta.
Dari sisi pendapatan, perseroan juga mengalami penurunan. Total pendapatan sepanjang 2025 tercatat sebesar USD3,21 miliar, turun dari USD3,41 miliar pada tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen penerbangan berjadwal yang menyumbang USD2,51 miliar.
Meski demikian, upaya efisiensi mulai terlihat pada beberapa pos beban operasional. Namun, tekanan besar justru datang dari lonjakan biaya pemeliharaan yang mencapai USD661,36 juta serta beban keuangan sebesar USD525,79 juta. Kedua komponen ini menjadi faktor utama yang menggerus kinerja perusahaan.
Secara geografis, pasar domestik masih menjadi tulang punggung bisnis Garuda. Rute yang berpusat di Jakarta memberikan kontribusi terbesar dengan nilai USD2,38 miliar. Disusul oleh kota-kota besar seperti Surabaya, Makassar, dan Medan. Sementara itu, untuk rute internasional, Tokyo menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai USD142,92 juta.
Di tengah tekanan tersebut, terdapat sedikit perbaikan dari sisi neraca. Ekuitas perseroan tercatat berbalik positif menjadi USD91,91 juta, menunjukkan adanya upaya restrukturisasi yang mulai berdampak.
Meski demikian, lonjakan kerugian yang terjadi menegaskan bahwa Garuda Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Jalan menuju pemulihan penuh diperkirakan masih panjang, seiring tekanan biaya dan dinamika industri penerbangan yang belum sepenuhnya stabil.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar