Aksi Damai KMBD dan Aliansi Umat Islam Medan Dukung Surat Edaran Wali Kota untuk Medan Tertib dan Asri
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
METAR, Medan – Sejumlah tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh budaya, tokoh masyarakat, perwakilan partai politik, serta organisasi kemasyarakatan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI), dan Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Medan menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500-7.1/1540 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Non-Halal di wilayah Kota Medan, Selasa (03/03/2025).
Aksi yang digelar oleh Aliansi Umat Islam tersebut turut diikuti oleh Kerajaan Kejeruan Metar Bilad Deli (KMBD). Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan 80 tahun peristiwa yang dikenal sebagai Revolusi Sosial 1946, yang terjadi di wilayah Sumatra Timur, termasuk Kesultanan Deli.

Dalam orasinya, Raja KMBD XI bergelar Al Mulk Akbar Shah, YTAM Tengku Fauzi, S.Kom., M.H., menyampaikan dukungan terhadap kebijakan Wali Kota Medan yang dinilai bertujuan menciptakan ketertiban, kerapian, dan kenyamanan kota.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak mengandung unsur SARA maupun pelarangan berjualan daging non-halal, melainkan mengatur lokasi dan tata kelola agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, para pedagang tetap diperbolehkan berjualan, namun diminta menempati lokasi yang telah disediakan Pemerintah Kota Medan demi menjaga kesehatan, kebersihan, dan ketertiban umum. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga toleransi, keharmonisan, serta menghormati kebijakan pemerintah daerah.

Para tokoh yang hadir menekankan pentingnya memahami Surat Edaran tersebut secara utuh tanpa prasangka. Mereka mengimbau agar aspirasi disampaikan secara santun tanpa menyinggung keyakinan agama atau identitas kelompok tertentu.
Dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh masyarakat dan agama turut memberikan pernyataan sikap, di antaranya perwakilan MABMI Sumut, tokoh masyarakat Sakhyan Asmara dan Awaluddin Awel, serta tausiyah dari sejumlah ulama dan pendakwah. Ketua MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag., juga hadir memberikan pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan dan ketertiban sosial.
Aksi damai yang berlangsung di bulan suci Ramadan tersebut berjalan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan orasi dan pernyataan sikap, serta ditutup dengan buka puasa dan salat Magrib bersama.
Melalui aksi ini, peserta menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Medan dalam mewujudkan kota yang tertib, asri, dan teratur, serta mengajak seluruh warga untuk menjaga persatuan dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan. | Djuna

Maximize your earnings with top-tier offers—apply now!
4 Maret 2026 12:27 PM