Breaking News
light_mode

Konser Andrea Bocelli di Indonesia Diwarnai Penolakan, Pengamanan Ketat hingga Kericuhan di Jakarta

  • account_circle Admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konser di Borobudur dan Jakarta Tetap Digelar meski Ditolak MUI, Ribuan Personel Dikerahkan untuk Pengamanan hingga Aksi Penolakan di JIExpo Berujung Kericuhan

MAGELANG – Rangkaian konser tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia berlangsung di tengah kontroversi politik, keagamaan, dan kemanusiaan. Meski mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah organisasi masyarakat Islam karena rekam jejak yang dikaitkan dengan Israel, pemerintah tetap mengizinkan dua pertunjukan tersebut di Candi Borobudur, Magelang, dan JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Konser pertama berlangsung di kawasan Candi Borobudur pada Sabtu (31/10/2026), sedangkan pertunjukan kedua digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Kontroversi tersebut membuat aparat keamanan mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengawal jalannya kegiatan. Bahkan, pengamanan di Borobudur dilakukan dengan pendekatan khusus, yakni tanpa penggunaan senjata api, tongkat pemukul, maupun senjata tajam oleh personel yang bertugas.

Di Jakarta, situasinya berkembang lebih serius. Aksi penolakan yang berlangsung bersamaan dengan konser berujung kericuhan setelah terjadi pelemparan batu ke arah petugas pengamanan. Puluhan orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli sebelumnya disampaikan MUI sejak 10 Oktober 2026. Organisasi tersebut meminta pemerintah membatalkan dua pertunjukan karena menyoroti keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022 yang disebut disaksikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai penyelenggaraan konser tersebut perlu mempertimbangkan sikap Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Pada 22 Oktober 2026, Sudarnoto menyampaikan bahwa apabila pemerintah tetap memberikan izin, keputusan tersebut menjadi kewenangan pemerintah.

“Kalau memang pemerintah tetap (mengizinkan), ya, itu urusan pemerintah,” kata Sudarnoto di Jakarta.

Desakan pembatalan itu tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan, tetapi juga menyangkut sensitivitas publik terhadap konflik Palestina dan Israel.

Namun, pemerintah tetap mempertahankan penyelenggaraan konser dengan mempertimbangkan aspek pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif. Kementerian Pariwisata sebelumnya memperkirakan dua pertunjukan tersebut berpotensi menghasilkan dampak ekonomi hingga 44 juta dolar AS atau sekitar Rp792 miliar.

Target kehadiran penonton diperkirakan mencapai 7.000 orang di Borobudur dan 9.000 orang di Jakarta. Pemerintah juga menyiapkan dukungan promosi pariwisata, termasuk fasilitasi visa seniman dan kerja sama penerbangan untuk wisatawan mancanegara.

Di tengah perdebatan tersebut, promotor Shoemaker Live memastikan konser tetap berjalan setelah melakukan komunikasi dan dialog dengan sejumlah pihak.

Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyatakan Andrea Bocelli akan membawa pesan kemanusiaan melalui pertunjukan musiknya. Salah satu lagu dalam konser didedikasikan untuk perdamaian dunia.

“Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian,” ujar Prajna dalam keterangan tertulis.

Promotor juga mengumumkan program kemanusiaan berupa penggalangan dana dan rencana donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak Palestina serta anak-anak di negara lain yang terdampak perang.

Meski demikian, langkah tersebut tidak sepenuhnya meredakan penolakan. MUI pada 28 Oktober 2026 secara resmi menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah dan Polri yang tetap memberikan izin penyelenggaraan konser.

Pengamanan Berlapis Berujung Kericuhan di JIExpo

Pengamanan konser di Borobudur menjadi perhatian tersendiri. Polda Jawa Tengah bersama Polres Magelang mengerahkan ribuan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Aparat menerapkan pendekatan humanis dan persuasif. Pemeriksaan internal juga dilakukan untuk memastikan personel tidak membawa senjata api, tongkat pemukul, senjata tajam, maupun benda berbahaya lainnya.

Kepolisian menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi selama dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan hukum.

Namun, dinamika berbeda terjadi ketika konser kedua berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Aksi penolakan dilakukan sejumlah elemen masyarakat, termasuk kelompok dari Front Persaudaraan Islam. Polisi mengupayakan pendekatan dialogis dan mempertemukan perwakilan kelompok penolak dengan pihak penyelenggara.

Meski demikian, situasi memanas setelah upaya dialog tidak menghasilkan kesepakatan. Seusai konser, sebagian massa berupaya memasuki kawasan JIExpo secara paksa dan terjadi pelemparan batu ke arah petugas.

Kombes Pol Budi Hermanto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut situasi akhirnya dapat dikendalikan aparat.

“Intinya tadi malam ada insiden beberapa, tapi alhamdulillah semua dapat terkendali,” kata Budi Hermanto di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan keterangan Polda Metro Jaya yang diberitakan ANTARA, sebanyak 34 orang mengalami luka-luka. Korban terdiri atas 32 personel Polri, satu personel TNI, dan satu warga sipil. Sebagian korban mendapatkan perawatan medis, sementara beberapa di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa tidak ada orang yang diamankan dalam insiden tersebut.

Peristiwa di JIExpo memperlihatkan bahwa penyelenggaraan konser internasional tidak hanya berkaitan dengan aspek hiburan dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pengelolaan keamanan serta komunikasi publik yang sensitif terhadap dinamika sosial.

Di satu sisi, pemerintah berkepentingan mendorong pariwisata dan industri kreatif melalui penyelenggaraan acara berskala internasional. Di sisi lain, aspirasi masyarakat yang menolak konser juga merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat yang dilindungi undang-undang.

Kontroversi konser Andrea Bocelli akhirnya meninggalkan persoalan yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik. Peristiwa ini menjadi ujian bagi pemerintah dan aparat dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi, kebebasan berekspresi, keamanan publik, serta solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polusi Tak Kasat Mata Mengintai Bali! Dari Lindi hingga Asap Sampah, Ancaman Kian Nyata

    Polusi Tak Kasat Mata Mengintai Bali! Dari Lindi hingga Asap Sampah, Ancaman Kian Nyata

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Denpasar, Bali — Di balik citranya sebagai destinasi wisata kelas dunia dengan keindahan alam yang memikat, Bali kini menghadapi ancaman lingkungan yang kian serius namun kerap luput dari perhatian. Berbagai bentuk polusi “tak kasat mata” perlahan muncul sebagai ancaman laten, mulai dari limbah cair rumah tangga, emisi kendaraan, hingga asap pembakaran sampah. Fenomena ini tidak […]

  • Kasus TPPO Nyoman Nelson, Kontruksi Hukum Jaksa Abaikan Asas Lex Mitior, Gede Indria: Jaksa Tidak Cermat

    Kasus TPPO Nyoman Nelson, Kontruksi Hukum Jaksa Abaikan Asas Lex Mitior, Gede Indria: Jaksa Tidak Cermat

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 64Komentar

    Kuasa hukum I Nyoman Nelson menilai dakwaan JPU dalam perkara dugaan TPPO ABK KM Awindo 2A tidak cermat, mempersoalkan pasal pidana, lex mitior, dan pertanggungjawaban korporasi. DENPASAR — Pertarungan hukum dalam perkara dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) calon anak buah kapal (ABK) KM Awindo 2A memasuki babak sengit. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri […]

  • Ketika Kejujuran Dianggap Gangguan dan Kemunafikan Dipersepsikan sebagai Kesantunan

    Ketika Kejujuran Dianggap Gangguan dan Kemunafikan Dipersepsikan sebagai Kesantunan

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    BOGOR – Wakil Ketua Umum Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Vaza Fernantha, melontarkan kritik tajam terhadap fenomena yang menurutnya masih mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, yakni budaya kemunafikan yang kerap dianggap sebagai bentuk kesantunan dan cara aman untuk bertahan dalam lingkungan sosial. Dalam sebuah pandangan yang disampaikan pada 31 Mei 2026, Vaza menilai kemunafikan […]

  • Gelombang Penolakan Masjid di Fujisawa Picu Perdebatan Toleransi dan Tata Ruang

    Gelombang Penolakan Masjid di Fujisawa Picu Perdebatan Toleransi dan Tata Ruang

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Fujisawa, Jepang — Rencana pembangunan sebuah masjid besar di Fujisawa memicu gelombang penolakan dari ribuan warga setempat. Aksi demonstrasi yang berlangsung pada akhir pekan itu menjadi sorotan publik karena menyoroti isu sensitif terkait toleransi beragama, identitas budaya, hingga tata ruang perkotaan di Jepang, pada Minggu (12/4). Massa aksi berkumpul di pusat kota dengan membawa spanduk […]

  • Sat Samapta Polresta Denpasar Atur Lalu Lintas Pagi di Zona Rawan Macet, Arus Lancar dan Terkendali

    Sat Samapta Polresta Denpasar Atur Lalu Lintas Pagi di Zona Rawan Macet, Arus Lancar dan Terkendali

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR — Dalam upaya mengurai kemacetan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Sat Samapta Polresta Denpasar menggelar kegiatan pengaturan lalu lintas (PH pagi) di sejumlah titik rawan macet di wilayah ZONA 8, Senin pagi (23/6). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Adnyana T.J., S.Sos., S.H., M.M., yang turun langsung […]

  • Halal Bihalal IOF Jakarta Dikemas Seru Lewat “Tents and Trails 2”, Perkuat Silaturahmi di Alam Terbuka

    Halal Bihalal IOF Jakarta Dikemas Seru Lewat “Tents and Trails 2”, Perkuat Silaturahmi di Alam Terbuka

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 7Komentar

    BOGOR — Tradisi Halal Bihalal yang lekat dengan suasana Bulan Syawal kembali dimaknai secara berbeda oleh komunitas otomotif. Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengda Jakarta menggelar kegiatan bertajuk Tents and Trails 2 (TnT 2) di Tiara Camp Citeko, Sabtu–Minggu (11–12 April 2026), dengan konsep silaturahmi di alam terbuka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan […]

expand_less