Breaking News
light_mode

Hadiri Peringatan WRD 2026, Tutik Dorong Kolaborasi Semua Pihak Entaskan Rabies di Bali

  • account_circle Budi Susilawarsa
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PDHI Bali mencatat tujuh orang meninggal dunia akibat suspek rabies sepanjang Januari–Agustus 2026, sementara vaksinasi dan sterilisasi HPR digencarkan menuju target Bali bebas rabies 2028.

DENPASAR – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., menghadiri peringatan World Rabies Day (WRD) 2026 yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali, Minggu (27/9/2026), di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar.

Kegiatan yang mengusung tema “Stronger Together – Lebih Kuat Bersama untuk Eliminasi Rabies di Bali” tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.

Rangkaian kegiatan dalam peringatan WRD 2026 meliputi vaksinasi rabies, pengendalian populasi atau sterilisasi hewan penular rabies (HPR), pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis, edukasi kepada masyarakat, serta Pet Fun Run dan Dog Show.

Peringatan WRD 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies. Kegiatan tersebut sekaligus mendorong kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Di sela-sela kegiatan, Tutik Kusuma Wardhani mengapresiasi penyelenggaraan peringatan Hari Rabies Sedunia yang diinisiasi PDHI Cabang Bali. Ia mendukung upaya PDHI bersama Pemprov Bali dalam menanggulangi rabies di Bali dan mendorong kolaborasi yang lebih aktif antara seluruh pihak terkait.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Komisi IV DPR RI. Karena, masalah rabies ini domainnya ada di Kementerian Pertanian yang menjadi mitra dari Komisi IV. Sementara, saya yang kini duduk di Komisi IX lebih fokus pada kesehatan masyarakat. Tentu, kami sangat mendukung program pengentasan rabies di Bali,” ujar Srikandi asal Kabupaten Buleleng tersebut.

Menurut Tutik, tingginya populasi anjing di Bali menjadi salah satu tantangan dalam memutus rantai penyebaran rabies. Karena itu, peringatan WRD tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap bahaya rabies.

Sementara itu, Ketua PDHI Cabang Bali, drh. I Dewa Made Anom, menjelaskan bahwa kasus gigitan anjing rabies tahun ini masih cukup tinggi. Berdasarkan laporan dinas terkait, sejak Januari hingga Agustus 2026, sebanyak tujuh orang dinyatakan meninggal dunia akibat suspek rabies.

Melalui peringatan WRD tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama memperkuat upaya penanggulangan rabies di Bali.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pelaksanaan vaksinasi rabies kali ini menargetkan sebanyak 500 ekor HPR. Sementara itu, pengendalian populasi melalui sterilisasi hewan jantan dan betina menargetkan sebanyak 150 ekor.

Terkait kendala yang dihadapi, ia menilai Bali hingga kini belum memiliki data yang akurat mengenai populasi anjing. Selain itu, ia berharap vaksinasi rabies dapat dilakukan secara masif dan serentak.

“Produk vaksinasi yang digunakan harus mampu mencegah dan memiliki titer antibodi dengan jangka waktu minimal satu tahun. Itu akan mampu mengefisiensikan tenaga, waktu, dan dana, sehingga penyebaran rabies bisa segera diatasi,” ujarnya.

Pencegahan rabies perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui kepemilikan dan pemeliharaan hewan secara bertanggung jawab. Masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan kasus gigitan anjing maupun hewan penular rabies lainnya.

Di sisi lain, pemilik anjing di Bali diharapkan memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin, tidak dibiarkan berkeliaran, serta dilakukan sterilisasi sebagai bagian dari pengendalian populasi.

Kolaborasi antara pemerintah, PDHI, tenaga medis veteriner, komunitas pencinta hewan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya penanggulangan rabies di Bali.

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama menuju Bali bebas rabies pada 2028. Peringatan World Rabies Day 2026 kemudian ditandai dengan pelepasan burung ke alam bebas.

Bud

Budi Susilawarsa

Penulis

Saya orangnya ganteng, suka senyum, dan periang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Sengketa Tanah di Denpasar Dipersoalkan, Kuasa Hukum Indrawati Soroti Dugaan Kejanggalan Proses

    Sidang Sengketa Tanah di Denpasar Dipersoalkan, Kuasa Hukum Indrawati Soroti Dugaan Kejanggalan Proses

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Denpasar – Proses persidangan perkara sengketa tanah dengan nomor 397/Pdt.G/2026/PN Dps menuai sorotan dari pihak tergugat, Indrawati. Kuasa hukumnya, I Made Somya Putra, SH, MH, mengaku terkejut dengan agenda sidang yang dinilai tidak berjalan sesuai tahapan hukum acara perdata. Somya menyampaikan bahwa pihaknya baru menerima panggilan sidang pertama pada 15 April 2026, yang mengagendakan mediasi […]

  • Belajar dari Lee Kuan Yew! Kepemimpinan Keras yang Mengantar Singapura ke Panggung Dunia

    Belajar dari Lee Kuan Yew! Kepemimpinan Keras yang Mengantar Singapura ke Panggung Dunia

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR : Singapura pada 1965 adalah negara kecil dengan segudang keterbatasan. Baru keluar dari Federasi Malaysia, tanpa sumber daya alam, tanpa minyak, bahkan tanpa pasokan air bersih mandiri. Namun dari kondisi nyaris mustahil itu, lahir sebuah negara maju yang kini disegani dunia. Di balik transformasi tersebut berdiri sosok Lee Kuan Yew, pemimpin yang memerintah selama […]

  • Wakapolri Tegaskan Produk Jurnalistik Sah Tak Bisa Dipidana

    Wakapolri Tegaskan Produk Jurnalistik Sah Tak Bisa Dipidana

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Makassar – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto menegaskan bahwa karya jurnalistik yang diproduksi secara sah oleh perusahaan pers legal tidak dapat diproses secara pidana, termasuk dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penegasan tersebut disampaikan Agus Andrianto saat bersilaturahmi dengan insan media di Hotel Rinra, Makassar, Sulawesi […]

  • Drama Lift Kaca Kelingking, Retribusi Masuk, Tanggung Jawab Hilang Bujuk Investasi Tempat Lain

    Drama Lift Kaca Kelingking, Retribusi Masuk, Tanggung Jawab Hilang Bujuk Investasi Tempat Lain

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Keputusan Gubernur Koster untuk membongkar Lift Kaca Pantai Kelingking dalam wawancara singkat awak media dengan I Made Satria, S.H., selaku Bupati Klungkung yang dikutip dari Media Kabar Bali telah terang benderang mengakui retribusi yang telah dilakukan oleh investor Lift Kaca Pantai Kelingking. Dari info internal retribusi pelayanan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang […]

  • SBA Gelar “Spiritual & Financial Legacy” di Bali, Dorong Kesadaran Diri dan Kemandirian Finansial

    SBA Gelar “Spiritual & Financial Legacy” di Bali, Dorong Kesadaran Diri dan Kemandirian Finansial

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    DENPASAR — Komunitas SBA – Soul Being Awareness menggelar kegiatan bertajuk “Spiritual & Financial Legacy” di Nirmala Hotel Convention Center, Denpasar, Bali, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bagi masyarakat dalam membangun kesadaran diri, memperkuat kondisi finansial, dan menciptakan kehidupan yang lebih bernilai bagi keluarga maupun masa depan.   Mengusung tema “Membangun […]

  • Larangan Botol Plastik Gubernur Bali, Lebih Lucu dari Lawakan Petruk

    Larangan Botol Plastik Gubernur Bali, Lebih Lucu dari Lawakan Petruk

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 42Komentar

    Terjepret kamera, botol plastik dibawah 1 liter depan mata Gubernur Bali. DENPASAR — Kebijakan pelarangan air minum dalam kemasan plastik di bawah satu liter di Bali menuai Kontroversial. Ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola persoalan sampah secara sistemik ini dengan membuat larangan tersebut justru dianggap membebani masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang selama ini bergantung pada […]

expand_less