Gadis 15 Tahun Asal Siakin Derita Lupus, Butuh Uluran Tangan untuk Transportasi Berobat ke RS Sanglah
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BALI – Panggilan kemanusiaan datang dari pelosok Desa Siakin, Kecamatan Kintamani, Bangli. Seorang remaja perempuan bernama Kadek Bunga Berliana (15 tahun) tengah berjuang melawan penyakit lupus atau secara medis dikenal sebagai autoimun SLE (Systemic Lupus Erythematosus), yang telah dideritanya sejak duduk di bangku kelas 6 SD.
Penyakit ini menyebabkan Bunga harus berhenti sekolah dan menjalani perawatan rutin di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (RS Sanglah) Denpasar setiap 12 hingga 14 hari sekali. Sayangnya, akses dari Desa Siakin yang berada di daerah pedalaman menuju Denpasar membutuhkan biaya besar karena belum tersedia ambulans atau transportasi desa.
“Pengobatan memang ditanggung oleh JKN-KIS, tapi biaya transportasi dan bekal ke rumah sakit sangat memberatkan kami,” ungkap sang ayah, An Made Kumpul (0853-3703-0967), yang kini kesulitan mencari nafkah karena harus terus mendampingi Bunga menjalani perawatan. Situasi makin sulit karena keluarga tergolong tidak mampu, sementara biaya perjalanan PP Kintamani–Denpasar tidak murah.
Tim relawan berharap ada bantuan dari para dermawan, baik berupa dana untuk transportasi dan bekal selama pengobatan, sembako untuk kebutuhan harian keluarga, maupun advokasi pengadaan ambulans atau kendaraan desa agar pasien-pasien dari pedalaman seperti Bunga lebih mudah mendapatkan akses layanan kesehatan.
Bagi yang ingin membantu dapat menghubungi:
An Made Kumpul (Orangtua Bunga): 0853-3703-0967
Made “Dede As” Astawa (Relawan): 0813-5938-5655
I Made Somya Putra (Relawan): 0818-0558-5011
Semoga Kadek Bunga Berliana segera diberikan kesembuhan dan para dermawan yang membantu senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Dumogi rahayu. (Tim)

Saat ini belum ada komentar