Pegadaian Bangun Rumah Bibit di Wawo, Salurkan 1.000 Bibit Kopi untuk Perkuat Ekonomi Hijau Bima
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Program TJSL PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa di Summer Camp IV Desa Riamau mendorong pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat budidaya kopi sebagai komoditas unggulan Kabupaten Bima.
BIMA – PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan meresmikan Rumah Bibit serta menyerahkan bantuan pembelian 1.000 bibit kopi pada rangkaian kegiatan Summer Camp IV di Desa Riamau, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan kopi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem di kawasan pegunungan Wawo.

Rumah Bibit yang diresmikan akan difungsikan sebagai pusat pembibitan, edukasi, dan pengembangan tanaman kopi yang dikelola secara berkelanjutan. Sementara bantuan 1.000 bibit kopi diharapkan mampu memperluas areal tanam serta meningkatkan produktivitas perkebunan milik masyarakat setempat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan program yang tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

“Melalui program TJSL, PT Pegadaian (Persero) ingin tumbuh bersama masyarakat. Peresmian Rumah Bibit dan bantuan 1.000 bibit kopi ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi merupakan investasi sosial dan lingkungan yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang sekaligus mendukung pelestarian alam. Kami percaya bahwa keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan,” ujar Edy.
Senada dengan itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa, Mustofa, menilai kawasan Wawo memiliki potensi besar sebagai sentra pengembangan kopi sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Menurutnya, keberadaan Rumah Bibit diharapkan menjadi pusat penyediaan bibit kopi berkualitas sekaligus tempat belajar bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas budidaya.

“Kami berharap keberadaan Rumah Bibit dapat menjadi pusat pengembangan bibit kopi yang berkualitas sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat produktivitas petani serta mendorong lahirnya kawasan kopi yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kabupaten Bima,” katanya.
Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBe) MANJAKAN dalam kegiatan Summer Camp IV yang mengusung tema pelestarian lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pengembangan komoditas kopi, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian kawasan pegunungan.
Melalui program TJSL ini, PT Pegadaian berharap Rumah Bibit dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kopi Wawo secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan semangat perusahaan, “Melayani Sepenuh Hati, MengEMASkan Indonesia”, yang diwujudkan melalui berbagai program sosial, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi di berbagai daerah operasional PT Pegadaian (Persero).
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar