Breaking News
light_mode

Pura Dalem Mendek Gelar Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit, Ida Dalem Smara Putra: Lestarikan Warisan Leluhur

  • account_circle Ray
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN – Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Pedudusan Alit Pura Dalem Mendek Banjar Adat Kebon Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan yang dimulai tanggal 2 Juni sampai dengan 20 Agustus 2026, yang pada hari 7 Juli 2026 melakukan upacara Melaspas semua pelinggih dan juga mendak / memohon kehadiran Ida Dalem dari Puri Semarapura Klungkung.

Puri Agung Klungkung atau Puri Agung Semarajaya atau Puri Agung Semarapura masih memiliki Penglingsir Puri Agung Klungkung (atau Puri Agung Semarajaya/Semarapura) saat ini adalah Ida Dalem Smara Putra, yang juga dikenal sebagai Raja Klungkung XII.

Beliau merupakan keturunan langsung dari dinasti Kerajaan Klungkung dan dikenal sebagai Panglingsir (tetua) yang aktif melestarikan budaya serta memimpin Paiketan Puri-puri Sejebag Bali, yang puncak dari Upacara digelar pada tanggal 11 Agustus nanti.

Kegiatan ini dihadiri oleh Krama Banjar Adat Kebon, Desa Adat Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, yang bersiap melaksanakan Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit di Pura Dalem Mendek.

Rangkaian yadnya ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh sradha dan bhakti umat Hindu sekaligus melestarikan tradisi warisan leluhur yang telah dijaga secara turun-temurun.

Karya Ngenteg Linggih merupakan upacara penyucian dan peneguhan kembali kesucian pelinggih sebagai stana Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya. Melalui yadnya ini, umat memohon kerahayuan, keseimbangan alam semesta, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat.

Ketua Prawartaka karya atau Ketua Panitia Pelaksana atau Ketua Penyelenggara, I Gede Nyoman Dana Edi (Dedik) mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara bergotong royong oleh krama Banjar Adat Kebon.

Semangat ngayah terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam menyiapkan banten, sarana upacara, hingga penataan kawasan pura.

Rangkaian upacara diawali pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 16.00 WITA dengan prosesi Mapekeling, Nyukat Genah, dan Neases Mekarya Uparengga yang dipuput oleh Ida Pedanda.

Selanjutnya, 17 Juli 2026, dilaksanakan Melaspas Tetaring dan Melaspas Alit Pelinggih sebagai prosesi penyucian seluruh pelinggih yang akan digunakan selama pelaksanaan karya.

Pada 18 Juli 2026, umat melaksanakan Mepasaran, Nanceb Jata Karya, dan Nyinak yang dipuput oleh pemangku. Memasuki 29 Juli 2026, rangkaian dilanjutkan dengan Ngadegang Pengerajeg Karya, Gana Dadi Tapini, Pengemit Karya, Rare Angon, Ngentegang Sunari, hingga pemasangan penjor di sepanjang kawasan desa adat.

Memasuki bulan Agustus, umat akan melaksanakan Nunas Tirta pada 2 Agustus, dilanjutkan Pengelepas Prani (Mepepada) pada 3 Agustus, serta Mecaru Panca Rupa (Tawur) pada 4 Agustus 2026 yang dipuput oleh Ida Pedanda.

Tahapan berikutnya meliputi prosesi Melasti pada 8 Agustus, Mendak Pusaka (Keris) pada 9 Agustus, serta Ngebejiang ke Toya Tabah pada 10 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian penyucian sebelum puncak karya.

Puncak Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit akan berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WITA. Prosesi utama dipuput oleh Ida Pedanda dan dihadiri krama Banjar Adat Kebon, masyarakat Desa Adat Beraban, serta umat Hindu dari berbagai daerah.

Rangkaian yadnya kemudian dilanjutkan dengan Ngaturang Prani pada 12–18 Agustus, disusul prosesi Nyegara Gunung pada 19 Agustus 2026 sebagai simbol penyatuan unsur bhuana agung dan bhuana alit.

Seluruh pelaksanaan karya akan ditutup pada 20 Agustus 2026 melalui prosesi Ngremekin, Ngingkap, Nyalarin, Nyineb, dan Mendem Bagia yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian upacara.

Dalam rangkaian penutupan tersebut juga akan dilaksanakan prosesi Mendem Pedagingan di Padmasana. Prosesi sakral ini dijadwalkan dihadiri Panglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Smara Putra, yang dikenal sebagai penerus dinasti Kerajaan Klungkung sekaligus tokoh pelestari adat dan budaya Bali.

Sementara itu, Jro Mangku Pemucuk Pura Dalem Lemendek, Jro Mangku Wayan Sutika, bersama seluruh pemangku akan memimpin berbagai tahapan upacara sesuai tatanan sastra agama Hindu Bali.

Panitia mengajak seluruh krama dan umat Hindu untuk turut ngayah serta mengikuti setiap tahapan yadnya dengan penuh ketulusan.

Melalui pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih ini diharapkan tercipta keharmonisan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sesama manusia, dan alam semesta, sekaligus memperkuat pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

I Dewa Putu Sudarsana, Tokoh Hindu.

I Dewa Putu Sudarsana dalam kesempatannya memohon kepada Ida Dalem Smara Putra untuk memberikan sepatah dua patah kata untuk memberikan semangat kepada generasi muda dalam melestarikan adat dan budaya.

“Inggih, Terima kasih saya haturkan kepada masyarakat yang hadir, saya merasa bangga dapat hadir dalam upacara besar ini. Ini telah dilakukan oleh leluhur – leluhur sebelumnya ini adalah tempat yang bersejarah dan membuat saya rindu berada disini, ” Ungkapnya, selasa 7 Juli 2026.

Ia juga memohon kepada masyarakat dan generasi muda untuk terus melestarikan adat dan budaya Bali.

“Kita harus menggunakan ketulusan kita untuk tetap melestarikan adat dan budaya ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan kerahayuan sareng sinamian, ” Ujarnya yang disambut dengan ucapan astungkara dan tepuk tangan.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanker Tulang! Penyakit Mematikan yang Menggerogoti Jaringan Sehat, Pakar Ingatkan Perlunya Deteksi Dini

    Kanker Tulang! Penyakit Mematikan yang Menggerogoti Jaringan Sehat, Pakar Ingatkan Perlunya Deteksi Dini

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    DENPASAR – Kanker tulang menjadi salah satu penyakit berbahaya yang kerap tidak disadari hingga mencapai stadium lanjut. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tak terkendali di dalam tulang, membentuk tumor yang perlahan menghancurkan jaringan sehat. Kondisi ini melemahkan struktur tulang, menyebabkan nyeri kronis, pembengkakan, hingga meningkatkan risiko patah tulang meski hanya karena aktivitas […]

  • Harvard Tahan Rugi Rp665 Miliar dari ETF Bitcoin, Tetap Jadi Kampus Pemilik Aset Kripto Terbesar

    Harvard Tahan Rugi Rp665 Miliar dari ETF Bitcoin, Tetap Jadi Kampus Pemilik Aset Kripto Terbesar

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – Harvard University tengah menjadi sorotan setelah portofolio investasinya mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) sebesar US$40 juta atau sekitar Rp665,8 miliar. Kerugian itu muncul dari anjloknya nilai exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang sempat turun 26% dari puncaknya di level US$126 ribu per BTC. Meski menghadapi penurunan tajam, Harvard tidak menunjukkan tanda-tanda melepas kepemilikan […]

  • Gagal Terbang ke Jepang, Owner Arisan Twins_SJ Dihadang Korban di Bandara, Dugaan Kerugian Belasan Miliar Menguak

    Gagal Terbang ke Jepang, Owner Arisan Twins_SJ Dihadang Korban di Bandara, Dugaan Kerugian Belasan Miliar Menguak

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Upaya seorang perempuan berinisial NNS (31) alias Saska J, yang diduga sebagai pengelola arisan online Twins_SJ, untuk bepergian ke Jepang bersama suaminya berujung pencegahan dramatis di bandara. Sejumlah orang yang mengaku sebagai korban mendatangi lokasi dan menghadang keberangkatan tersebut setelah informasi perjalanan tersebar di kalangan anggota arisan. Baca berita sebelumnya klik untuk link […]

  • Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR — Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat Desa Adat Serangan. Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha, menyuarakan kegelisahan warga yang selama puluhan tahun harus menanggung dampak lingkungan tanpa pernah merasakan manfaat dari operasional TPA tersebut. Menurut Jro Bendesa, TPA Suwung yang telah beroperasi sejak 1984 hingga kini […]

  • Misteri Patung Dwarapala, Penjaga Gerbang yang Sarat Makna Spiritual dan Simbol Kekuasaan

    Misteri Patung Dwarapala, Penjaga Gerbang yang Sarat Makna Spiritual dan Simbol Kekuasaan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR, 28 Juni 2025 — Patung berwujud raksasa bersenjata gada yang kerap ditemui di pintu gerbang candi, pura, atau bangunan kuno di Nusantara dikenal dengan nama Dwarapala. Lebih dari sekadar ornamen atau hiasan, Dwarapala memegang fungsi simbolik sebagai penjaga sakral terhadap tempat suci, sekaligus perlambang batas antara dunia profan dan spiritual. Dalam kepercayaan Hindu-Buddha yang […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Luncurkan “Mayaswari”, Jemput Bola Edukasi Keimigrasian ke Masyarakat

    Imigrasi Ngurah Rai Luncurkan “Mayaswari”, Jemput Bola Edukasi Keimigrasian ke Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Imigrasi Ngurah Rai Luncurkan “Mayaswari”, Jemput Bola Edukasi Keimigrasian ke Masyarakat BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai memperkenalkan inovasi baru bertajuk MAYASWARI (Mobile Layanan Informasi Imigrasi) sebagai upaya menghadirkan layanan informasi keimigrasian yang lebih dekat dengan masyarakat. Program ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jangkauan edukasi keimigrasian secara langsung di lapangan. […]

expand_less