Breaking News
light_mode

Benarkah Santet Bekerja? Praktisi Pengembangan Diri Soroti Peran Pikiran dan Keyakinan dalam Membentuk Realitas

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kepercayaan terhadap santet, pelet, dan berbagai bentuk ilmu gaib masih hidup di tengah masyarakat Indonesia. Tidak sedikit orang yang meyakini bahwa niat buruk seseorang dapat memengaruhi kesehatan, keberuntungan, bahkan perjalanan hidup orang lain.

Namun, pandangan berbeda disampaikan sejumlah praktisi pengembangan diri yang mengaitkan fenomena tersebut dengan cara kerja pikiran bawah sadar dan sistem keyakinan individu. Mereka berpendapat bahwa pengaruh terbesar terhadap kehidupan seseorang justru berasal dari keyakinan yang tertanam dalam dirinya sendiri.

Salah satu pendekatan yang banyak dibahas adalah Hukum Asumsi (Law of Assumption) yang dipopulerkan oleh tokoh pengembangan diri, Neville Goddard. Dalam pandangan ini, seseorang tidak dapat begitu saja menjadi “korban” manifestasi atau niat orang lain tanpa adanya penerimaan secara psikologis maupun bawah sadar.

Menurut perspektif tersebut, ketakutan terhadap santet dapat bekerja layaknya efek nocebo dalam dunia medis. Jika placebo menggambarkan kondisi seseorang yang membaik karena percaya terhadap efektivitas suatu pengobatan, maka nocebo terjadi ketika seseorang mengalami gejala negatif akibat keyakinan bahwa dirinya sedang terkena pengaruh buruk.

“Ketika seseorang sangat yakin bahwa dirinya dikutuk atau disantet, pikiran bawah sadar dapat merespons keyakinan tersebut melalui stres, kecemasan, hingga gejala fisik yang dirasakan nyata,” demikian pandangan yang berkembang dalam komunitas pengembangan diri.

Selain faktor individu, pengaruh budaya dan lingkungan juga dinilai berperan besar. Di daerah yang sejak lama mengenal cerita tentang santet dan ilmu hitam, masyarakat cenderung memiliki keyakinan kolektif yang kuat terhadap keberadaan dan kekuatan praktik tersebut. Kondisi ini diyakini dapat membentuk pola pikir yang membuat seseorang lebih mudah merasa terpengaruh ketika menghadapi peristiwa yang dianggap berkaitan dengan santet.

Sebaliknya, individu yang memiliki keyakinan kuat bahwa hidupnya tidak dapat dikendalikan oleh pihak lain disebut cenderung lebih tahan terhadap rasa takut maupun sugesti negatif. Kesadaran diri dan kemampuan mengelola pikiran dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental dan emosional.

Meski demikian, para ahli psikologi mengingatkan bahwa berbagai keluhan fisik maupun gangguan emosional sebaiknya tetap ditangani melalui pendekatan medis dan psikologis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Rasa takut yang berkepanjangan, kecemasan, atau stres dapat memengaruhi kondisi tubuh dan kualitas hidup seseorang.

Perdebatan mengenai santet hingga kini masih menjadi bagian dari dinamika antara kepercayaan budaya, spiritualitas, dan penjelasan ilmiah. Namun satu hal yang menjadi titik temu berbagai pandangan adalah pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun keyakinan positif, serta tidak membiarkan rasa takut menguasai kehidupan sehari-hari.

Bagi banyak kalangan pengembangan diri, pesan utamanya sederhana: seseorang tetap memiliki peran terbesar dalam menentukan respons, sikap, dan arah hidupnya sendiri, terlepas dari berbagai pengaruh yang datang dari luar.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (26)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Somya Sentil “Sumpah Pocong” IMS: “Ngae Ngae, Buktikan Saja di Penyidik”

    Somya Sentil “Sumpah Pocong” IMS: “Ngae Ngae, Buktikan Saja di Penyidik”

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar — Polemik dugaan penggelapan dana Desa Adat Serangan senilai Rp4,5 miliar kian memanas. Pernyataan mantan Bendesa Adat Serangan, IMS, yang menantang digelarnya ritual “sumpah pocong” sebagai bentuk pembuktian, justru menuai respons keras dari kuasa hukum desa adat, I Made Somya Putra, SH, MH. Somya menilai narasi yang dibangun IMS di sejumlah media tidak menyentuh […]

  • Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi dan Staf Ahli, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

    Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi dan Staf Ahli, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Jakarta, 1 April 2026 — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, melantik dua pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4) di Jakarta. Dua pejabat yang dilantik yakni Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dan Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum. Pelantikan tersebut […]

  • Indonesia wajib kalahkan Irak demi asa ke Piala Dunia 2026

    Indonesia wajib kalahkan Irak demi asa ke Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    Gung De: Saatnya Garuda buktikan diri, jangan takut, main dengan cerdas dan totalitas! JEDDAH — Laga hidup mati akan dijalani Tim Nasional Indonesia dini hari nanti saat menghadapi Irak dalam lanjutan ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan yang digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB ini […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Layani 15 Juta Pelintas Sepanjang 2025, PNBP Tembus Rp1,5 Triliun

    Imigrasi Ngurah Rai Layani 15 Juta Pelintas Sepanjang 2025, PNBP Tembus Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    BADUNG — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja impresif di tengah derasnya arus mobilitas global menuju Bali. Sepanjang tahun ini, Imigrasi Ngurah Rai mencatat total perlintasan masuk dan keluar melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 15 juta orang, meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 6,9 […]

  • Setor Hafalan Jadi Modus, Guru Ngaji di Ampenan Diduga Cabuli Tujuh Santri

    Setor Hafalan Jadi Modus, Guru Ngaji di Ampenan Diduga Cabuli Tujuh Santri

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    MATARAM – Kasus dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang oknum guru ngaji di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah Ampenan, Kota Mataram, kini memasuki tahap hukum lebih lanjut. Penyidik Polresta Mataram telah menetapkan Hasan Basri alias AS (19) sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan. Kasat Reskrim Polresta Mataram, I Made Dharma Yulia Putra, […]

  • Gunung Semeru Naik ke Level III Siaga usai Erupsi Besar, Awan Panas Meluncur 8,5 Km

    Gunung Semeru Naik ke Level III Siaga usai Erupsi Besar, Awan Panas Meluncur 8,5 Km

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    LUMAJANG – Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meningkat drastis setelah terjadi erupsi besar pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan kepada CNNIndonesia.com bahwa status gunung berapi tertinggi di Jawa itu resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul […]

expand_less