Tarawih Berdekatan dengan Nyepi, PWNU Bali Ajak Umat Islam Utamakan Toleransi
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Pelaksanaan ibadah salat tarawih pada Ramadan tahun ini diperkirakan berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Menyikapi hal tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali mengajak umat Islam untuk mengedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama.
Ketua PWNU Bali, KH Abdul Azis, menyampaikan bahwa potensi kedekatan waktu tersebut perlu disikapi dengan bijak demi menjaga harmoni kehidupan masyarakat di Bali.
Menurutnya, apabila 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, maka pada malam sebelumnya umat Muslim masih menjalankan ibadah salat tarawih.
Sementara itu, Hari Raya Nyepi yang dirayakan umat Hindu tahun ini jatuh pada 19 Maret 2026, sehingga suasana hening khas Nyepi masih terasa di sejumlah wilayah.
“Salat tarawih tidak wajib dilaksanakan di masjid. Umat Islam juga dapat melaksanakannya di rumah bersama keluarga dan ibadah tersebut tetap sah serta tidak mengurangi pahala,” ujar Abdul Azis.
Ia menilai, pelaksanaan tarawih di rumah dapat menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi yang mengedepankan suasana hening dan tanpa aktivitas di luar rumah.
Lebih lanjut, Abdul Azis menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan wujud toleransi dan sikap saling menghargai antarumat beragama yang telah lama terjaga di Bali.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi majelis agama se-Bali di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Rabu (11/3).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan masyarakat menghadapi momentum keagamaan yang waktunya berdekatan.
Dalam rapat itu ditegaskan bahwa tidak ada kebijakan baru terkait pelaksanaan ibadah. Pertemuan hanya bertujuan untuk mensosialisasikan kesepahaman bersama agar seluruh umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan tetap menjaga keharmonisan dan ketertiban di Bali.
Dengan komunikasi dan saling pengertian, diharapkan perayaan Ramadan dan Nyepi tahun ini tetap berlangsung khidmat serta memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar