Breaking News
light_mode

Sains Ungkap Keunikan Darah Haid! Bukan Limbah, Kaya Protein Regeneratif

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Amerika Serikat — Selama bertahun-tahun, darah haid kerap dipersepsikan sebagai limbah biologis semata. Namun, temuan ilmiah menunjukkan pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Penelitian sains modern mulai mengungkap bahwa darah menstruasi memiliki karakter biologis yang unik dan berpotensi penting bagi dunia medis.

Salah satu studi yang kerap menjadi rujukan adalah penelitian berbasis di Amerika Serikat pada 2012 berjudul “Proteomic Analysis of Menstrual Blood” yang dipimpin peneliti Heyi Yang. Studi ini menggunakan teknologi proteomik tingkat lanjut untuk menganalisis komposisi darah haid secara mendalam.

Hasilnya cukup mengejutkan. Tim peneliti mengidentifikasi 1.061 jenis protein dalam darah menstruasi. Dari jumlah tersebut, 385 protein tidak ditemukan dalam darah yang bersirkulasi normal di dalam tubuh manusia. Temuan ini menegaskan bahwa darah haid memiliki profil biologis yang berbeda secara signifikan dari darah biasa.

Para peneliti menemukan bahwa banyak protein unik tersebut berkaitan erat dengan regenerasi sel, perbaikan jaringan, modulasi sistem kekebalan tubuh, serta proses penyembuhan luka. Hal ini mencerminkan proses alami yang terjadi setiap bulan di rahim, yakni peluruhan lapisan endometrium yang diikuti dengan pembaruan jaringan secara berulang.

“Menstruasi adalah proses biologis yang sangat kompleks, melibatkan kehancuran dan pembentukan kembali jaringan rahim,” tulis tim peneliti dalam laporannya. Karena itu, darah haid mengandung molekul-molekul aktif yang mendukung proses pemulihan dan regenerasi tersebut.

Temuan ini sekaligus menantang stigma lama terhadap menstruasi. Darah haid, menurut para ilmuwan, bukan sekadar sisa metabolisme, melainkan cairan biologis yang kaya informasi dan potensi medis.

Beberapa peneliti bahkan menyebut darah menstruasi berpeluang dikembangkan untuk pengobatan regeneratif, penelitian sel punca, hingga pemahaman lebih dalam tentang kesehatan reproduksi perempuan. Namun demikian, mereka menekankan bahwa bidang ini masih relatif baru dan membutuhkan riset lanjutan yang lebih luas.

Selama ini, topik menstruasi dan kesehatan reproduksi perempuan dinilai kurang mendapatkan perhatian proporsional dalam dunia sains. Studi-studi seperti ini menjadi langkah awal untuk membuka pemahaman baru, sekaligus mendorong riset yang lebih inklusif dan berbasis bukti ilmiah.

Dengan berkembangnya teknologi biomedis, para ahli meyakini bahwa rahasia biologis darah haid baru sebagian kecil yang terungkap. Ke depan, penelitian lebih lanjut diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat sekaligus membuka peluang inovasi di bidang kesehatan dan kedokteran modern.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali

    Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Masih dalam pembahasan jejak gelap di balik tragedi naas yang menghantam Pariwisata di Bali pada waktu yang lalu. Paket widata misterius, travel ilegal dan 5 turis asal Tiongkok harus meregang nyawa tanpa selembar asuransi dari pihak agen travel. Kecelakaan maut yang merenggut lima turis Tiongkok di jalur ekstrem Singaraja–Denpasar, Jumat (14/11), bukan sekadar […]

  • Belajar dari Lee Kuan Yew! Kepemimpinan Keras yang Mengantar Singapura ke Panggung Dunia

    Belajar dari Lee Kuan Yew! Kepemimpinan Keras yang Mengantar Singapura ke Panggung Dunia

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR : Singapura pada 1965 adalah negara kecil dengan segudang keterbatasan. Baru keluar dari Federasi Malaysia, tanpa sumber daya alam, tanpa minyak, bahkan tanpa pasokan air bersih mandiri. Namun dari kondisi nyaris mustahil itu, lahir sebuah negara maju yang kini disegani dunia. Di balik transformasi tersebut berdiri sosok Lee Kuan Yew, pemimpin yang memerintah selama […]

  • Pasal Karet UU Tipikor Dinilai Berbahaya, Jualan Pecel Lele di Trotoar Bisa Kena Jerat Korupsi

    Pasal Karet UU Tipikor Dinilai Berbahaya, Jualan Pecel Lele di Trotoar Bisa Kena Jerat Korupsi

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mantan Wakil Ketua KPK periode 2007-2009 Chandra Hamzah.  DENPASAR – Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) kembali menuai sorotan tajam. Dalam sidang uji materi Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor di Mahkamah Konstitusi (MK), ahli hukum sekaligus mantan Wakil Ketua KPK, Chandra M. Hamzah, menyampaikan bahwa ketentuan dalam pasal tersebut sangat rawan […]

  • Semoga Tidak Terulang! Pemasangan Railing Jembatan Tukad Bangkung Dikebut Pasca Insiden Ulah Pati

    Semoga Tidak Terulang! Pemasangan Railing Jembatan Tukad Bangkung Dikebut Pasca Insiden Ulah Pati

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Badung, 25 September 2025 – Upaya meningkatkan keamanan di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, terus dikebut setelah kembali terjadinya insiden ulah pati (bunuh diri) yang mengguncang masyarakat. Pantauan di lapangan pada Kamis (25/9), menunjukkan progres pemasangan pagar pembatas (railing) baru mencapai kurang dari 50 persen. Tiang-tiang besi sudah berdiri di kedua sisi […]

  • Dari Tas Tulang Manusia ke Penjara Myanmar, Selebgram Indonesia Divonis 7 Tahun karena Dituduh Dukung Pemberontak

    Dari Tas Tulang Manusia ke Penjara Myanmar, Selebgram Indonesia Divonis 7 Tahun karena Dituduh Dukung Pemberontak

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Arnold Putra, seorang selebgram sekaligus desainer asal Indonesia yang sempat menuai kontroversi karena merancang tas dari tulang manusia dan kulit lidah buaya, kini kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena karya eksentriknya, melainkan karena divonis tujuh tahun penjara oleh pengadilan Myanmar. Ia dituduh masuk secara ilegal ke negara tersebut dan melakukan pertemuan dengan […]

  • Microrobot Medis Tingkatkan Harapan Pengobatan Presisi

    Microrobot Medis Tingkatkan Harapan Pengobatan Presisi

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Peneliti di ETH Zurich, Swiss, mengumumkan terobosan teknologi medis berupa microrobot berukuran kurang dari 2 milimeter yang dapat disuntikkan ke aliran darah maupun cairan serebrospinal untuk menghantarkan obat langsung ke titik penyakit. Teknologi ini diyakini dapat membuka babak baru pengobatan presisi yang lebih aman dan efektif. Microrobot berbentuk kapsul bulat ini memiliki cangkang […]

expand_less