Breaking News
light_mode

Pura Sakral Pat Payung, Energi Sentral Pulau Serangan

  • account_circle Ray
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Mengunjungi Desa Serangan dan wilayah kawasan Kura Kura Bali tidak lengkap bila tidak Tangkil ke Pura Pat Payung, sebuah kawasan tempat suci yang berada di tengah semak belukar di arah timur menuju pantai serangan ini, yang kira – kira telah berumur 200 tahun yang lalu.

Menurut Jro Mangku setempat, I Ketut Sudiarsa menerangkan bahwa nama Pat Payung  berasal dari kata ‘Pat’ yang berarti empat, dan payung berarti  payung atau peneduh.

Jro Mangku I Ketut Sudiarsa Mapuja.

“Kata Pat Payung diartikan sebagai empat peneduh arah mata angin, yaitu arah timur, arah barat, arah utara, dan arah selatan,” ulas Jro Mangku Ketut Sudiarsa kepada awak Media Gatra Dewata, Selasa (10/3/2026).

Mangku Sudiarsa yang memiliki seorang putra yang bekerja di Negara Paman Sam ini menceritakan kisah sejarah asal mula nama Pura Pat Payung. Ia menceritakan kakek Mangku Sudiarsa seorang nelayan yang memungut batu karang laut unik ditengah laut yang diletakkannya dibawah pohon santen.

“Karang tersebut dilihat bersinar oleh orang sekitar yang di gong gonglah sama anjing – anjing. Kemudian adalah orang ketedunan / kerauhan yang mengatakan akan berdiri sebuah Pura yang digunakan sebagai permohonan pelindung bagi masyarakat sekitar, ” Ungkapnya.

Kemudian kakeknya mendirikanlah sebuah Pura Pat Payung diatas tanah tegalan miliknya, yang juga memiliki hubungan kental dengan Pura Sakenan. Dengan bukti sebuah tugu dengan meru yang menjulang tinggi.

“Setiap masyarakat Desa Sakenan bila akan ada hajatan pasti mepekeling, penyengkeb dan mohon penerang disini”

Pura ini juga memiliki hubungan dengan Pura Ratu Gede Dalem Ped, dengan wujud perempuan yang sudah sangat tua sekali yang kerap disebut Ratu Niang Sakti yang ada hubungannya dengan Pura Tanah Kilap.

“Bila wenten Pujawali ring Pura Tanah Kilap, yang disini itu adalah ibunya, makanya bila upacara itu berlangsung pasti nunas tirthanya disini, ” Ujarnya.

Konon ada cerita lainnya yang beredar di masyarakat, dahulu ada seorang juru kunci Kerajaan Majapahit yang diperintahkan untuk melakukan tapa di Pura Pat Payung. Atas permohonan pangempon pura, pertapa tersebut diminta untuk mencari, bagaimana sejatimya asal mula nama Pat Payung tersebut.

Setelah tapa bratanya selesai, diungkapkan bahwa nama Pat Payung diambil dari cerita zaman dahulu. Ketika Raja Klungkung dan Raja Karangasem berperang, terhempaslah payung miliki Raja Klungkung dan jatuh di Pulau Serangan, tepat di Pura Pat Payung kini berdiri. Sehingga kawasan tersebut dinamai Pat Payung.

Pura yang piodalannya jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye yang dikenal dengan Tumpek Kandang, ini mulanya hanya ada satu buah palinggih yang berasal dari kayu dapdap atau turus lumbung. Kemudian, di bawah turus lumbung tersebut diletakkan bebatuan, sehingga lama-kelamaan menjadi banyak dan menyerupai bentuk palinggih.

Setelah mengalami perkembangan, palinggih di pura ini menjadi bertambah, yaitu Palinggih Meru yang merupakan pangayat Pura Dalem Sakenan, Palinggih Dukuh Sakti, Palinggih Dewa Pat Payung, dan Palinggih Gong. Penambahan palinggih di Pura Pat Payung dilaksanakan berdasarkan petunjuk gaib atau pawisik.

Palinggih Gong, salah satu kisah unik yang berada di Pura Pat Payung.

Muasal dibangunnya Palinggih Gong, bermula dari adanya sekaa (kelompok) Gong yang memohon taksu atau kharisma di Pura Pat Payung. Pada mulanya, kelompok ini tergolong lancar dan mampu menguasai banyak lagu-lagu. Namun, setelah beberapa lama berjalan, kelompok tersebut bubar, sehingga alat gambelan tidak lagi dirawat.

Palinggih Ratu Gobleg.

Kejadian aneh terjadi saat gambelan tersebut digunakan kembali, khususnya pada instrumen gong. Siapa pun yang memainkan gong tersebut, pasti akan jatuh sakit. Setelah ditanyakan kepada orang pintar, dikatakan bahwa gong tersebut harus distanakan di Pura Pat Payung. Hingga saat ini diyakini palinggih ini adalah tempat untuk memohon taksu kesenian.

Pelinggih Pura Dalem Jawi, yang berada disekitar kawasan Pura Pat Payung.

Di sekitar kawasan Pura Pat Payung ada juga pelinggih seperti Palinggih Pura Dalem Jawi, Palinggih Ratu Gobleg, Palinggih Ratu Gde Dalem Nusa dan Palinggih Ratu Wong Samar. Semua itu memiliki fungsi dan taksunya sendiri – sendiri, mereka berada ditengah – tengah sentral pertemuan tanah asli Pulau Serangan dan Reklamasi.

Palinggih Ratu Gde Dalem Nusa.

Palinggih Ratu Wong Samar.

Janji BTID untuk penataan Pura Pat Payung adalah menjadikan Pura ini juga sebagai pusat spiritual pengunjung dengan design telaga.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjaga Waktu dari Laut Dalam! Hiu Greenland Berusia 400 Tahun yang Masih Hidup di Era Modern

    Penjaga Waktu dari Laut Dalam! Hiu Greenland Berusia 400 Tahun yang Masih Hidup di Era Modern

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Bayangkan ada makhluk hidup yang telah menyelami kedalaman laut sejak tahun 1620-an—saat Galileo masih menatap bintang-bintang, sebelum Newton merumuskan gravitasi, bahkan jauh sebelum lahirnya negara-negara modern. Ia bukan legenda atau fosil hidup, tapi benar-benar masih berenang di kedalaman Arktik dan Atlantik Utara hingga hari ini. Inilah hiu Greenland (Somniosus microcephalus), salah satu vertebrata […]

  • Sorotan Impor 105 Ribu Pikap India, Muammar Kadafi: Industri Lokal Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

    Sorotan Impor 105 Ribu Pikap India, Muammar Kadafi: Industri Lokal Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    JAKARTA – Rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga secara Completely Built Up (CBU) dari India senilai Rp24,66 triliun memicu gelombang kritik. Wacana tersebut dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional yang selama ini telah memiliki kapasitas produksi besar namun belum sepenuhnya terserap pasar domestik. Tokoh muda Muammar Kadafi menilai kebijakan impor dalam jumlah masif tersebut tidak […]

  • Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR — Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat Desa Adat Serangan. Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha, menyuarakan kegelisahan warga yang selama puluhan tahun harus menanggung dampak lingkungan tanpa pernah merasakan manfaat dari operasional TPA tersebut. Menurut Jro Bendesa, TPA Suwung yang telah beroperasi sejak 1984 hingga kini […]

  • Proyek Whoosh Jokowi Bikin Ricuh, Kemenkeu dan Danantara Saling Lempar Soal Utang KCIC

    Proyek Whoosh Jokowi Bikin Ricuh, Kemenkeu dan Danantara Saling Lempar Soal Utang KCIC

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Proyek kereta cepat Whoosh Jakarta–Bandung, salah satu proyek kebanggaan era Presiden Joko Widodo, kembali memantik kontroversi panas. Bukan soal kecepatan atau teknologinya, melainkan soal utang jumbo senilai Rp120 triliun yang kini menjadi bola liar antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Danantara selaku pengelola proyek. Kemenkeu menegaskan bahwa utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) […]

  • Golkar Bali Genjot Kursi Legislatif dan Eksekutif, Demer Tantang Kader Potensial

    Golkar Bali Genjot Kursi Legislatif dan Eksekutif, Demer Tantang Kader Potensial

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, menegaskan target ambisius partainya: memperbesar jumlah kursi legislatif dan eksekutif di seluruh tingkatan. Dalam pengarahan usai upacara mecaru dan syukuran di wantilan DPD Golkar Bali, Minggu (10/8/2025), politisi yang akrab disapa Demer itu menantang seluruh kader berpotensi untuk maju sebagai calon legislatif maupun eksekutif. “Kita […]

  • Valentine 2026, Monarch Bali Dalung Salurkan Bantuan ke Dua Panti Asuhan

    Valentine 2026, Monarch Bali Dalung Salurkan Bantuan ke Dua Panti Asuhan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Memaknai Hari Kasih Sayang yang jatuh pada 14 Februari 2026, Monarch Bali Dalung menggelar kegiatan sosial bertajuk Jalinan Kasih dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada dua panti asuhan di Denpasar dan Kabupaten Tabanan. Bantuan diserahkan kepada Yayasan Metta Mama & Maggha yang berlokasi di Jalan Gunung Lawu No. 30 Denpasar serta Yayasan Gayatri Widya […]

expand_less