Pandangan Arya Pering Tentang Sosok Ketua Baru IHGMA Bali, Harmoni, Integritas, dan Kolaborasi Jadi Kunci
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Bali — Ketua Umum DPP Indonesian Hotel General Manager Association periode 2024–2027, I Gede Arya Pering Arimbawa, menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru IHGMA Bali yang dinilai harus mampu menjaga harmoni, integritas, serta memperkuat jejaring industri di tengah dinamika pariwisata global.

Sebagai figur yang dikenal dengan filosofi kepemimpinan “Harmony”, Arya Pering menilai regenerasi dalam tubuh IHGMA merupakan keniscayaan organisasi yang sehat. Ia menegaskan bahwa setiap pemimpin memiliki gaya berbeda, namun tetap harus berpijak pada nilai dasar organisasi, yakni PIN: Professionalism, Integrity, dan Networking.
“Gaya kepemimpinan boleh berbeda, tetapi guideline-nya harus jelas. PIN itu fondasi yang tidak boleh berubah,” ujar Arya Pering dalam pandangannya terhadap arah kepemimpinan baru IHGMA Bali.
Momentum pergantian kepemimpinan ini terjadi dalam Musyawarah Daerah (Musda) III IHGMA Bali 2026 yang menjadi ajang strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan. Dalam konteks ini, Arya Pering melihat sosok ketua baru, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra, sebagai figur yang memiliki kapasitas akademik dan wawasan luas, serta kemampuan membangun sinergi lintas sektor.

Menurutnya, kekuatan utama kepemimpinan baru terletak pada kemampuan menyatukan visi organisasi dengan dinamika industri. “Sinergitas yang sudah terbangun selama ini berjalan baik, satu napas dengan kepengurusan pusat, dan itu menjadi modal kuat,” tegasnya.
Arya Pering juga menyoroti berbagai program inovatif yang lahir dari IHGMA Bali, seperti kegiatan IHGMA Run yang dinilai sukses menjadi inisiatif daerah dan berpotensi dikembangkan ke tingkat nasional. Ia menyebut Bali sebagai “pilot project” yang mampu melahirkan program-program inspiratif berbasis kolaborasi.

“Bali bisa menjadi inisiator, tetapi kemandirian daerah lain tetap penting. Kolaborasi adalah kunci agar IHGMA tumbuh merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Lebih jauh, Arya Pering menekankan bahwa kepemimpinan ke depan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi yang semakin kompleks, terutama dengan meningkatnya jumlah anggota. Ia mendorong penguatan sistem digital, termasuk pengembangan platform informasi berbasis website sebagai pusat data bagi stakeholder pariwisata.

Sementara itu, tokoh pendidikan dan pengamat organisasi, Komang Artana, turut menegaskan bahwa IHGMA adalah organisasi dinamis yang secara konsisten melahirkan pemimpin baru setiap tiga tahun. Ia mengapresiasi kesinambungan kepemimpinan dari era Yoga Iswara hingga saat ini yang tetap berpegang pada nilai PIN.
Komang juga menilai regenerasi sebagai bentuk kedewasaan organisasi. “Tidak ada manusia sempurna, dan tidak ada pemimpin hebat yang berdiri sendiri. Semua dibangun melalui kolaborasi,” ujarnya, mengutip filosofi lokal.
Dengan berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya, Arya Pering berharap kepemimpinan baru IHGMA Bali mampu memperkuat peran strategis organisasi, tidak hanya sebagai wadah profesional, tetapi juga sebagai motor penggerak pariwisata berkelanjutan di Bali dan Indonesia.

Ratu Agung Bagus Ngurah Putra, S.Tr.Par., M.Tr.Par., CHA., CHE., ketua terpilih IHGMA Bali.
“Yang terpenting adalah menjaga harmoni dalam organisasi, memperkuat integritas, dan memperluas jaringan. Dari situlah kepemimpinan yang kuat akan lahir,” pungkasnya.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar