Oknum Pimpinan Ponpes Cabuli Santri, Berdalih Sakit untuk Legalkan Perbuatan Biadab!
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
- print Cetak

Pimpinan ponpes di Polman saat dihadirkan di Mapolres Polman terkait kasus pencabulan. (Sumber foto detik.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SULBAR – Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Zulfikar Syam alias ZU (37), terjerat kasus pencabulan terhadap santri pria berusia 16 tahun. Yang membuat geram, pelaku berusaha membenarkan tindakannya dengan alasan mengidap “penyakit” yang tak kunjung sembuh meski sudah berobat hingga ke Madinah, Arab Saudi.
“Ini bukan karena pengaruh masa lalu, tapi murni gangguan dalam diri saya,” kilah Zulfikar saat dikonfrontir di Mapolres Polman, Selasa (11/7/2023).
Meski enggan menjelaskan secara rinci “penyakit” yang ia maksud, pria ini mengklaim telah berusaha mengobatinya dengan berkonsultasi ke psikiater dan bahkan berdoa di tempat-tempat mustajab seperti Ka’bah dan Multazam.
“Saya percaya ada hikmah di balik semua ini,”ujarnya, seolah mencari pembenaran atas kejahatannya.
Permintaan Maaf yang Tak Tulus
Di hadapan media, Zulfikar meminta maaf, tapi sekaligus berusaha meyakinkan masyarakat agar tidak menjauhi pesantren.
“Jangan sampai orang tua ragu menyekolahkan anak di ponpes. Ini tempat terbaik untuk pembinaan akhlak,” katanya, seolah melupakan bahwa dirinya sendiri telah mengkhianati kepercayaan itu.
Korban Lebih Banyak dari Dugaan
Yang lebih mengerikan, polisi mengungkap bahwa korban bukan cuma satu, tapi tujuh santri! Bahkan, ada kemungkinan jumlahnya bisa bertambah.
“Dia mengaku sudah lupa detail kejadian dan identitas korban lainnya,” tegas Kasat Reskrim Polres Polman, Iptu I Gusti Bagus Wardhana.
Saat ini, Zulfikar telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini memantik pertanyaan: Benarkah alasan “penyakit” bisa jadi tameng bagi predator seksual? Masyarakat menuntut hukum terberat untuk pelaku yang telah merusak martabat pendidikan agama. (Ray)

o0r4x0
31 Agustus 2025 10:50 AM