Kembali Beraksi! MSP Salurkan Sembako dan Kursi Roda di Bangli dan Buleleng
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANGLI – Semangat berbagi kembali ditunjukkan Tim Creative MSP melalui kegiatan sosial yang digelar pada Minggu, 5 April 2026. Dalam keterbatasan waktu dan cakupan wilayah yang luas, tim relawan membagi diri menjadi dua kelompok guna menjangkau masyarakat di tiga desa berbeda, yakni Desa Songan, Desa Sukawana, dan Desa Madenan.
Kegiatan ini difokuskan pada dua bentuk bantuan utama, yaitu pembagian sembako dan penyaluran kursi roda bagi warga yang membutuhkan.

Pada penyaluran sembako, bantuan disalurkan ke Dusun Peradi, Desa Songan B. Program ini merupakan hasil kolaborasi Tim Creative MSP bersama relawan, dengan dukungan dari PHDI Bangli melalui program Saka Boga Sevanam dalam rangka Tahun Nyepi Saka 1948 yang bersumber dari CSR Bank BRI.

Sejumlah warga penerima manfaat di antaranya Ni Jro Sang Hyang, Ni Made Cindri, Ni Nengah Rupet, dan Ni Ketut Renti yang seluruhnya berasal dari Dusun Peradi. Selain itu, bantuan sembako juga diberikan kepada Kadek Susanti di wilayah Gambih, Desa Sukawana.
Sementara itu, bantuan kursi roda disalurkan ke beberapa titik di Desa Sukawana dan Desa Madenan. Bantuan ini berasal dari donatur pribadi, yakni Ibu Merry Tanhart bersama suaminya, Bapak Akin, yang kemudian didistribusikan oleh tim relawan MSP.

Penerima bantuan kursi roda antara lain Jro Mangku Istri Balian Sumarya yang mengalami stroke di Subak Lateng, Desa Sukawana. Selain itu, kursi roda juga diberikan kepada Ni Kadek Susanti (16), penderita penyakit autoimun lupus di Subak Gambih, serta Wayan Sudana yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan di Munduk Belong, Dusun Sang Ambu, Desa Madenan, Kabupaten Buleleng.

Dalam perjalanan penyaluran bantuan, tim relawan juga menemui kondisi sosial yang memprihatinkan. Seorang warga di Subak Gambih mengaku menderita penyakit autoimun lupus pada bagian kulit dan tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni. Karena kondisi kesehatannya, ia tidak mampu bekerja maupun memperbaiki tempat tinggalnya, sehingga berharap adanya bantuan program bedah rumah.
Temuan tersebut menambah daftar warga yang membutuhkan perhatian, di mana tim mencatat setidaknya tiga kasus penyakit autoimun lupus di wilayah tersebut, termasuk seorang warga lainnya di Desa Siakin.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga membuka mata akan kebutuhan mendesak masyarakat di daerah. Tim Creative MSP berharap aksi ini dapat menggugah lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi membantu sesama.

“Semoga semakin banyak yang tergerak untuk berbuat dan berbagi, karena masih banyak saudara kita yang membutuhkan perhatian,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar