Jepang Pecahkan Rekor Anggaran Pertahanan, Siapkan Strategi Serangan Balik Hadapi Ancaman Regional
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOKYO — Pemerintah Jepang resmi menyetujui rancangan anggaran pertahanan terbesar dalam sejarah negara itu, dengan nilai mencapai sekitar 9 triliun yen atau setara Rp 940 triliun untuk tahun fiskal mendatang. Lonjakan anggaran ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan keamanan Tokyo, sekaligus menjadi sinyal kuat meningkatnya kewaspadaan Jepang terhadap dinamika geopolitik Asia Timur yang kian tegang.
Dalam anggaran jumbo tersebut, Jepang memusatkan perhatian pada penguatan kemampuan counter-strike atau serangan balasan. Pemerintah memprioritaskan pengadaan rudal jarak jauh yang mampu menjangkau pangkalan musuh, serta investasi besar dalam pengembangan jet tempur generasi terbaru melalui kerja sama dengan mitra internasional. Selain itu, alokasi dana juga difokuskan pada peningkatan pertahanan siber, pengembangan teknologi drone, serta penambahan stok amunisi strategis.

Kebijakan agresif ini tidak terlepas dari meningkatnya ancaman keamanan regional. Ekspansi kekuatan militer China yang semakin masif, ditambah dengan uji coba dan provokasi rudal Korea Utara yang berulang, menjadi faktor utama pendorong perubahan postur pertahanan Jepang. Tokyo kini berupaya membangun kemampuan militer yang lebih seimbang untuk menghadapi dominasi China sekaligus mengimbangi modernisasi militer negara-negara tetangga.
Langkah ini sekaligus menegaskan pergeseran besar Jepang dari doktrin pasifisme pascaperang menuju strategi pertahanan yang lebih aktif. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Jepang menilai penguatan militer sebagai langkah krusial untuk menjaga kedaulatan nasional dan stabilitas kawasan.
Editor – Ray

https://shorturl.fm/vu7p6
31 Desember 2025 6:40 AM