Fenomena Ojol Taruna Glowing di Istana Wakil Presiden
- account_circle Ray
- calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
- print Cetak

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima dan berdialog dengan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Minggu (31/8/2025). (Foto: Wapres RI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah orang yang mengaku perwakilan pengemudi ojek online (ojol) mendadak jadi sorotan publik. Bukan karena substansi pertemuannya, melainkan karena sosok-sosok yang tampil dinilai janggal: wajah glowing, jaket ojol mulus, sepatu mahal, dan tutur kata yang lebih mirip aktivis mahasiswa luar negeri daripada pekerja jalanan.
Kejanggalan semakin kuat ketika salah satu dari mereka memperkenalkan diri sebagai “taruna ojol.” Istilah ini memicu gelombang tanya di ruang publik. Sebab, kata “taruna” lebih lekat dengan akademi militer atau kepolisian, bukan dengan profesi pengemudi ojol yang sehari-hari berjibaku dengan kemacetan jalanan.
Dalam pertemuan di ruang megah istana itu, muncul pula kalimat formal yang jarang terdengar di kalangan ojol asli. “Eskalasi demonstrasi harus dikendalikan,” ucap salah satu perwakilan. Netizen pun berseloroh, bagi pengemudi ojol sesungguhnya, kata “eskalasi” mungkin lebih terdengar seperti merek obat nyamuk ketimbang istilah politik.
Kesan mengkilap mereka kian diperkuat oleh atribut yang dikenakan. Jaket hijau segar bak baru keluar pabrik, sepatu Air Jordan seharga jutaan rupiah menempel di kaki, hingga gaya berbicara yang runtut bak pidato akademis. Pertanyaan pun bermunculan: apakah ini benar pengemudi ojol, ataukah aktor panggilan yang sedang memerankan peran rakyat kecil?
Keraguan publik makin tebal setelah Garda Indonesia, organisasi besar pengemudi ojol, menyatakan, “Itu bukan anggota kami.” Pernyataan tegas ini justru membuka ruang spekulasi liar: dari dugaan influencer, aktor bayaran, hingga agen rahasia yang ditugaskan untuk menciptakan narasi damai.

Di sisi lain, ribuan ojol nyata tetap turun ke jalan menyuarakan aspirasi. Mereka menuntut keadilan untuk Affan Kurniawan, memperjuangkan kesejahteraan, dan bertahan di bawah teriknya aspal jalanan. Kontras itu sangat mencolok: di ruang ber-AC istana, ada “ojol taruna glowing” yang bicara soal eskalasi, sementara di jalan raya, ojol asli hanya berkata lugas, “Kami lapar.”
Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan lebih besar: apakah rakyat sedang menyaksikan pertemuan politik serius, atau sekadar sebuah sandiwara pencitraan? Misteri “ojol taruna glowing” di istana masih menggantung, menjadi teka-teki di tengah riuhnya demonstrasi jalanan. (Ray)
@gatra_dewataFenomena “ojol taruna glowing” yang muncul dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran di Istana menimbulkan tanda tanya besar, karena penampilan dan tutur kata mereka dinilai jauh dari keseharian pengemudi ojol asli yang masih berjuang di jalanan. Publik pun berharap Istana tidak sekadar menghadirkan sosok-sosok kontroversial, melainkan benar-benar memfasilitasi dialog terbuka dengan perwakilan ojol sejati agar aspirasi mereka tersampaikan apa adanya, bukan tereduksi menjadi sekadar panggung pencitraan. #demokrasi #gatradewata #gatradewatagroup #pesonamuinspirasiku #dialog

52ecrp
8 Oktober 2025 11:37 PMhttps://shorturl.fm/WLPOk
3 September 2025 10:10 AMhttps://shorturl.fm/l714u
2 September 2025 7:12 AMhttps://shorturl.fm/EBjqT
2 September 2025 3:33 AM