Breaking News
light_mode

WKS Klarifikasi Unggahan Media Sosial, Tegaskan Prinsip dan Dorong Transparansi Desa Adat

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar – Unggahan terbaru dari akun media sosial milik WKS kembali menuai perhatian masyarakat. Beberapa pihak menganggap unggahan tersebut sebagai bentuk “playing victim” atau seolah menyalahkan pihak lain. Namun saat diwawancarai pada 17 Juli, WKS membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa maksud pernyataannya telah dipelintir.

Berita sebelumnya

Ancaman Kasepekang Desa Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro Somya: Adat Tak Boleh Menyalahi Hak Asasi

“Saya dipercaya sebagai wakil Banjar dalam kegiatan Karya Ngaben Masal dan diberi tanggung jawab sebagai Bendahara 1. Dalam rapat bersama yang juga dihadiri Jro Bendesa, saya mengusulkan sistem pengadaan barang menggunakan PR (Purchase Request), PO (Purchase Order), dan perbandingan harga. Tapi usulan itu ditolak.

Dengan jumlah dana yang besar, saya merasa tidak akan sanggup mempertanggungjawabkan secara transparan tanpa sistem itu. Maka saya memilih mundur dari posisi Bendahara dan dipindahkan sebagai Humas 2,” jelas WKS.

Ia juga menyoroti tata kelola keuangan desa adat yang menurutnya masih menyisakan banyak persoalan dan perlu perbaikan serius.

“Kalau bicara soal keuangan desa adat, saya rasa masih banyak yang harus dibenahi secara menyeluruh dan jujur,” ujarnya.

Meski masih menjalankan peran sosial di lingkungan sekitar, WKS mengaku kini lebih memfokuskan diri pada pendidikan dan bisnis pribadi.

“Jujur saja, saya enggan terlalu dalam terlibat urusan adat. Saat ini saya sedang menyelesaikan disertasi program doktoral Ilmu Agama Hindu sambil menjalankan usaha saya sendiri. Saya pernah tinggal lama di luar negeri dan sering memperkenalkan keindahan budaya Bali, karena saya memang mencintai Bali dan ajaran Hindu,” katanya.

WKS diketahui sedang menempuh studi doktoral di salah satu perguruan tinggi Hindu negeri di Bali. Meski disibukkan dengan kuliah dan bisnis, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan kontribusi yang membangun bagi masyarakat.

“Bagi saya, mencintai adat bukan sekadar hadir di forum, tapi bagaimana kita bisa menjaga nilai, budaya, dan prinsip transparansi dalam pelaksanaannya,” pungkasnya. (Ray)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • Wangsa

    Dijaman yg serba digital memang dibutuhkan suatu transparansi apalagi itu terkait dgn masalah dana atau keuangan yg melibatkan kegiatan di desa adat… kritik membangun sangat di perlukan saat ini untuk kemajuan suatu desa,, karna dana yg dipakai bersumber dari desa dan di gunakan untuk kegiatan desa atau adat tentu dibutuhkan pelaporan keuangan yg acuntable

    Balas18 Juli 2025 7:13 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • D’Kubon Place by ABM Nusa Penida, Destinasi Staycation dengan Sentuhan Coffee & Local Experience

    D’Kubon Place by ABM Nusa Penida, Destinasi Staycation dengan Sentuhan Coffee & Local Experience

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    NUSA PENIDA – D’Kubon Place Nusa Penida by ABM menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman dan tenang di jantung keindahan Nusa Penida. Penginapan ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tropis yang asri, jauh dari hiruk pikuk, namun tetap dekat dengan berbagai destinasi unggulan di pulau tersebut. Dirancang dengan konsep modern berpadu sentuhan […]

  • Royal Ambarrukmo Gaet Pasar Wisata Premium Dunia di BBTF 2026, Usung Pengalaman Budaya Keraton

    Royal Ambarrukmo Gaet Pasar Wisata Premium Dunia di BBTF 2026, Usung Pengalaman Budaya Keraton

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    BADUNG – Gelaran Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 kembali menegaskan posisi Bali sebagai pusat pertemuan industri pariwisata internasional. Ajang yang mempertemukan pelaku wisata dari berbagai negara ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Dalam pembukaan BBTF 2026, Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardana, […]

  • Prabowo Ungkap Peran Megawati Saat Dirinya “Luntang-Lantung”, Singgung Etika Politik dan Bisnis di Sidang DPR RI

    Prabowo Ungkap Peran Megawati Saat Dirinya “Luntang-Lantung”, Singgung Etika Politik dan Bisnis di Sidang DPR RI

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pengakuan mengejutkan terkait hubungannya dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam pidato Rapat Paripurna DPR RI ke-19 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Pidato yang awalnya membahas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 itu mendadak menjadi sorotan ketika Prabowo berbicara […]

  • Perbudakan Upah Murah! Toko Oleh-oleh, Rumah Makan Siap Saji, Villa Bodong dan Kampus Tak Sesuai UMK

    Perbudakan Upah Murah! Toko Oleh-oleh, Rumah Makan Siap Saji, Villa Bodong dan Kampus Tak Sesuai UMK

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 9Komentar

    DENPASAR – Praktik pembayaran upah di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Bali kembali menuai sorotan tajam. Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Sekretaris Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali, A A Gede Agung Aryawan, ST atau Gung De, menilai maraknya upah murah di sektor pariwisata dan usaha modern sebagai bentuk perbudakan gaya baru yang menggerus martabat […]

  • TPST Gagal! Wakil Rakyat Bungkam, Somya Putra Sebut Adanya Potensi Konspirasi Rugikan Publik

    TPST Gagal! Wakil Rakyat Bungkam, Somya Putra Sebut Adanya Potensi Konspirasi Rugikan Publik

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 9Komentar

    DENPASAR – Gembar – gembor penyelesaian sampah TPA Suwung Kangin dengan cara membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Denpasar, Bali, meliputi TPST Kertalangu di Denpasar Timur, TPST Padang Sambian di Denpasar Barat, dan TPST Tahura Ngurah Rai di Denpasar akhirnya gagal total. Sepi tak terdengar suara wakil rakyat di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat […]

  • Angka Perceraian di Surabaya Naik Tajam pada 2025, Fenomena “Banjir Janda” Kian Nyata

    Angka Perceraian di Surabaya Naik Tajam pada 2025, Fenomena “Banjir Janda” Kian Nyata

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Surabaya – Fenomena yang kerap disebut masyarakat sebagai “banjir janda” semakin nyata terjadi di Kota Surabaya. Sepanjang tahun 2025, angka perceraian tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Surabaya, jumlah perkara perceraian yang masuk selama tahun 2025 mencapai 6.080 kasus. Angka tersebut menunjukkan tren kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2024. […]

expand_less