AMPB Dorong Penguatan Polisi Pariwisata, Audiensi dengan Kapolda Bali Bahas Penertiban Wisatawan Asing
- account_circle Ray
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, BALI — Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) melakukan audiensi dengan Kapolda Bali untuk memperkuat sinergi antara pelaku pariwisata dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum penyampaian sejumlah catatan kritis terkait dinamika keamanan pariwisata di Bali, terutama meningkatnya pelanggaran yang melibatkan wisatawan asing.
Dalam audiensi tersebut, AMPB menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara organisasi tersebut dengan Polda Bali sebenarnya telah terjalin sejak lama, termasuk pada masa kepemimpinan Kapolda sebelumnya. Kolaborasi tersebut bahkan pernah diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Bali.

Salah satu contoh kerja sama itu terjadi pada masa pandemi COVID-19, ketika AMPB bersama jajaran kepolisian turun langsung membantu masyarakat yang terdampak melalui pembagian bantuan sembako. Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Wakapolda Bali saat itu, Brigjen Pol. Sunarta, turut terlibat dalam penggalangan bantuan serta pengadaan perlengkapan pelindung bagi tenaga penanganan pandemi.
Soroti Pelanggaran oleh Wisatawan Asing
AMPB dalam pertemuan itu juga menyoroti meningkatnya pelanggaran yang dilakukan sejumlah wisatawan asing di Bali. Pelanggaran tersebut dinilai cukup beragam, mulai dari pelanggaran lalu lintas hingga tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Menurut AMPB, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat merusak citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman, tertib, dan berbudaya.
Meski demikian, organisasi tersebut tetap memberikan apresiasi kepada Polda Bali yang dinilai telah bekerja keras menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sehingga Bali tetap kondusif di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.
Usulkan Penambahan Polisi Pariwisata
Dalam audiensi tersebut, AMPB juga mendorong penguatan peran Polisi Pariwisata di Bali. Organisasi tersebut menilai keberadaan personel kepolisian yang secara khusus menangani sektor pariwisata menjadi kebutuhan mendesak mengingat kompleksitas persoalan di kawasan wisata yang terus berkembang.
AMPB bahkan mengusulkan penambahan jumlah personel Polisi Pariwisata agar pengawasan di berbagai destinasi wisata dapat berjalan lebih maksimal.
Selain itu, AMPB juga mengusulkan agar konsep “Polisi Kehormatan” yang pernah diterapkan pada masa lalu dapat dihidupkan kembali. Skema tersebut dinilai dapat melibatkan unsur masyarakat untuk membantu aparat kepolisian dalam menjaga keamanan di kawasan pariwisata.
Plat Khusus Kendaraan Sewa

Isu lain yang turut dibahas dalam audiensi tersebut adalah maraknya penggunaan kendaraan sewa oleh wisatawan asing, baik mobil maupun sepeda motor.
Untuk mempermudah pengawasan, AMPB mengusulkan agar kendaraan sewa wisatawan menggunakan plat nomor khusus sehingga aparat kepolisian lebih mudah melakukan identifikasi di lapangan.
Selain itu, meningkatnya jumlah wisatawan kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Benoa juga dinilai membutuhkan sistem pengawasan yang lebih kuat, mengingat ribuan wisatawan dapat masuk ke Bali dalam waktu singkat melalui jalur tersebut.
Kapolda Siapkan Forum Koordinasi Besar
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda Bali menyambut positif audiensi yang dilakukan AMPB. Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan industri pariwisata Bali.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi Direktur Pam Obvit, Kabag Ops, serta Direktur Intelkam Polda Bali.
Kapolda juga mengusulkan agar segera digelar rapat koordinasi besar yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku pariwisata, kepolisian, hingga berbagai stakeholder terkait.
Rencana forum koordinasi lintas sektor itu nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Bali agar dapat segera diwujudkan guna mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di sektor pariwisata.
Keamanan Bali Jadi Reputasi Dunia
Bagi AMPB, keamanan Bali bukan hanya persoalan lokal semata, melainkan juga menyangkut reputasi pariwisata Indonesia di mata dunia.
Karena itu, AMPB menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan aparat kepolisian dalam menjaga Bali tetap aman, tertib, dan nyaman bagi wisatawan.
“Pariwisata Bali hanya bisa bertahan jika keamanan benar-benar dijaga bersama,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam audiensi tersebut.
Editor – Ray

r1yynf
13 Maret 2026 9:23 AM