Usul Menteri Purbaya: “Dana Makan Bergizi Gratis Rp300 Ribu Langsung ke Rekening Orang Tua”
- account_circle Admin
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Menteri Purbaya mengusulkan skema baru penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam usulan tersebut, dana MBG tidak lagi disalurkan melalui penyedia katering atau pihak ketiga, melainkan ditransfer langsung ke rekening orang tua murid.
Menurut Purbaya, mekanisme ini dinilai lebih efisien dan mampu memangkas rantai birokrasi yang selama ini berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran. Ia menyebut, orang tua—khususnya ibu rumah tangga—merupakan pihak paling memahami kebutuhan gizi anak.
“Daripada anggaran habis untuk biaya administrasi, pengemasan, dan distribusi katering, lebih baik dana itu utuh dikelola oleh orang tua. Ibu-ibu adalah manajer gizi terbaik bagi anak-anaknya,” ujar Purbaya dalam keterangannya.
Dalam paparannya, Purbaya merinci alokasi dana MBG sebesar Rp15.000 per anak per hari. Dengan lima hari sekolah dalam sepekan, dana yang diterima mencapai Rp75.000 per minggu atau sekitar Rp300.000 per bulan untuk setiap siswa.
Ia menilai, dengan dana tersebut orang tua dapat lebih leluasa berbelanja bahan pangan segar di pasar tradisional, seperti sayur, daging, dan lauk bergizi, yang kemudian diolah sendiri di rumah. Selain dinilai lebih sehat, masakan rumahan juga dianggap lebih higienis karena minim bahan pengawet dibandingkan katering massal.
Selain aspek kesehatan, usulan ini juga dinilai memiliki dampak ekonomi dan lingkungan. Penyaluran dana langsung ke orang tua diyakini akan menggerakkan ekonomi pasar tradisional, karena uang berputar langsung ke pedagang kecil, bukan terpusat pada perusahaan besar penyedia jasa katering.
Dari sisi lingkungan, skema ini juga dinilai mampu mengurangi timbulan sampah, terutama limbah kemasan plastik dan styrofoam dari distribusi makanan siap saji ke sekolah-sekolah.
Meski demikian, usulan tersebut masih memerlukan kajian lanjutan, terutama terkait mekanisme pengawasan dan akuntabilitas penggunaan dana agar tujuan pemenuhan gizi anak tetap tercapai secara merata.
Pemerintah saat ini masih mempertimbangkan berbagai opsi terbaik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar