Connect with us

Daerah

WIZZELA MANAGEMENT IKUT MENSPONSORI DEKLARASI WULING BALI CLUB

Published

on


Gatra dewata | Gianyar | Bali | Wizzela Management merupakan salah satu pemain akomodasi pariwisata yang sudah terkenal ditelinga para turis asing maupun domestik, bahkan mahasiswa juga pernah mendapat pelayanan study tour yang memuaskan oleh management ini.

Pada hari ini desember tanggal 1 tahun 2019 Wizzela mencoba untuk ikut serta dalam mensponsori kegiatan perkumpulan pencinta mobil asal tiongkok.

Wuling Motors merupakan merk mobil yang hadir meramaikan bursa pasar otomotif di Indonesia dan merupakan Produk sebuah merek kendaraan asal Liuzhou, Guangxi, Republik Rakyat Tiongkok. Merek ini dijalankan oleh perusahaan Liuzhou Wuling Automobile Industry Co., Ltd.

Di Indonesia mereka sudah mengeluarkan 4 varian model, wuling memasarkan 3 MPV and 1 SUV, Wuling sendiri sudah memiliki 98 dealer resmi di 76 kota di Indonesia.

Jenis Varian Mobil Wuling yang di jual di Indonesia adalah Wuling Formo, Wuling Cortez, Wuling Confero dan Wuling Almaz dengan variasi pilihan spek yang banyak dan sesuai kebutuhan.

“Kita menggunakan 2 varian mobil Wuling, yang jenis Cortez untuk tour dan travel kami, dan Almaz untuk kegiatan harian”, jelas Anggela owner Wizzela management.

Agus willy dan Anggela

Deklarasi ini juga menjadikan ajang silahturahmi pecinta mobil wuling khususnya daerah Bali dengan anggota yang sudah cukup asyik untuk mengadakan kegiatan touring kedepannya.

Kecintaan kepada Wuling bukan semata-mata pada karena mobil ini murah, dan terbukti tidak murahan dan mampu bersaing secara sehat khususmya otomotif di Indonesia.

“Keinginan kita adalah pencinta mobil Wuling bisa menjadi satu komunitas, satu keluarga”, terang Agus Willy ketum Wuling Bali Club.

Kegiatan Wuling Bali Club selalu tidak bisa lepas dari keikutsertaan keluarga saat mengadakan kegiatan bersama, jadi family time adalah kegiatan yang tentu menyenangkan.

“Kedepannya kita ingin berkerjasama untuk kegiatan bakti sosial “, tutup Anggela di Resto Batuan sore hari ini. (Ray)


Daerah

Bikin Iri, Mulai Kalangan Bawah Hingga Pejabat Publik Untung Berlipat Paska Banjir, Begini Analisanya!

Published

on

GatraDewata[Jakarta] Gemuruh pembahasan soal banjir seolah tanpa henti seminggu belakangan ini. Banyak data yang berseliweran entah mana yang benar. Ada yang bilang banjir kali ini yang terparah, ada juga yang berkoar jika ini tidak terlalu buruk. Ketika jajaran Pemprov DKI memantau banjir lewat CCTV, kami memilih untuk menganalisa apa yang tersisa setelahnya.

Tapi sebelumnya kami mengucapkan keprihatinan bagi handai taulan yang terdampak, baik langsung maupun tidak langsung, oleh bencana air berlebih ini. Semoga tuhan memberikan kekuatan sekaligus jalan keluar secara permanen.

Namun, suka atau tidak, siapa sangka di balik genangan air tempo hari ada beberapa kalangan yang malah kipas – kipas meraup nikmat. Distribusi kenikmatan inipun cukup merata, mulai dari kalangan bawah hingga pejabat publik. Nah, loh!?

Mari kita lanjutkan analisa sederhana ini, siapa saja kalangan yang dimaksud!

1. Jasa derek kendaraan (towing)

Tak terhindarkan lagi, mobil yang mogok harus diangkut menggunakan mobil derek. Entah mesinnya jebol karena dipaksa menerjang banjir atau sekedar kelelep dalam keadaan mati. Keduanya musti mendapatkan penanganan oleh ahli. Rekomendasi para pakar otomotif mnganjurkan agar mobil yang terkena banjir jangan langsung dihidupkan. Jika dipantau dari siaraan langsung waktu itu maka jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu unit. Potongan kue yang besar ini dibagi dengan sedikit kalangan saja. Karena usaha derek kendaraan ini tidak sebanyak gerai Indomaret. Kisaran tarifnya dibagi menjadi tiga kelompok sesuai jenis/dimensi kendaraannya. Tarif awal berkisar antara 100 ribu hingga 200 ribu untuk 5 kilometer pertama. Kemudian ada tarif tambahan yang berkisar antara 8 ribu hingga 15 ribu per kilometernya.  Contohnya, mobil sedan yang diderek sejauh 10 kilometer akan dikenakan biaya sejumlah 100 ribu ditambah 8 ribu kali 5 (km), yaitu 140 ribu. Jika berhasil mengamankan 10 saja mobil kecil maka cuan yang masuk sekitar 1,4 juta, tergantung jarak yang ditempuh.

2. Bengkel

Setelah mobil diderek, so what? Kebanyakan mobil – mobil sial itu  diderek ke bengkel rujukan, kecuali pemiliknya seorang mekanik maka akan diarahkan ke rumah. Tapi jumlah orang yang paham mekanisme mobil tidaklah banyak. Jadi, baik bengkel mobil maupun motor, sebagaimana dewi fortuna menghampiri jasa derek tadi, dipastikan kebanjiran order. Apalagi salah satu ulasan  TV swasta menyebutkan jika jasa pemulihan mobil paska banjir (kelas SUV), berkisar antara 20 hingga 30 juta Rupiah. Ada ribuan mobil yang sempat dipaksa latihan nyelam, baik di garasi rumah, parkir maupun di jalanan. Itu berarti Milyaran uang akan dialokasikan untuk mengisi pundi – pundi perbengkelan. Fakta ini sekaligus mengubah tren perjodohan di ibu kota, bahwa, menantu idaman itu adalah seorang mekanik.

3. Binatu (Laundry)

Sebenarnya binatu kurang dikenal oleh masyarakat kita, istilah kerennya Laundry. Bayangin aja rumah anda kelelep sampai palfon. Sementara kedatangan air berlebih yang tidak diundang ini cukup nakal, sehingga masyarakat tidak punya cukup waktu untuk berkemas. Jadilah pakaian dan semua barang berbahan kain bercampur aduk air kotor. Nah, siapa yang mampu mencuci seluruh linen atau pakaian bekas banjir sekaligus? Ini memang sudah rejekinya wirausahawan binatu. Mari kita berdoa semoga mesin cuci mereka tidak jebol karena harus kerja keras demi mengambil sebanyak mungkin cucian. Demand (kebutuhan) yang begitu tinggi bisa saja menaikkan tariff cucian, misalnya yang dulunya 5 ribu per kilo kini malah naik menjadi 8 ribu, bahkan dobel. Ada dua kenaikan sekaligus; kenaikan harga dan kebutuhan. Maka secara otomatis pemasukan binatu naik secara signifikan.

4. Jasa Kebersihan (Cleaning services)

Sektor bersih – bersih rumah ini tetap kebagian jatah karena banyak orang kaya yang enggan mengotori tangannya untuk melakukan dirty job ini sendiri. Lagipula, bersih – bersih paska banjir berbeda dengan ritual harian. Kadang anda butuh tangga untuk membersihkan lumpur di bagian ventilasi, kipas angin gantung dan bagian tingggi lainnya. Membersihkan lantai dengan mesin semprot high pressure lebih efisien daripada menggunakan penggaruk berbahan karet. Tentu ada banyak lagi peralatan khusus yang jarang tersedia di rumah. Oleh karena itu paling tepatnya memang dikerjakan oleh jasa cleaning service, karena alat mereka memadai. Tidak ada patokan harga untuk jasa ini. Tapi angka 1 juta per rumah untuk kembali kinclong mestinya tidaklah berlebihan, tergantung besaran rumah tentunya. Jasa bersih – bersih rumah harian (bukan rumah paska banjir) ada di kisaran 50  ribu hingga 70 ribu per jamnya. Itu berarti angka 1 juta per rumah cukup adil. Sebagai bonus, ada juga sofa dan kasur yang butuh perlakuan sama. Ongkosnya beda lagi dengan pakaian. Panen, panen, panen.

5. Gubernur DKI

Genangan berskala besar di Jakarta tidak lepas dari peran Gubernur Anies Baswedan. Sosok beliau wara wiri di dunia maya; baik itu di portal berita nasional, TV, media cetak maupun di sosial media. Salah satu akun sosial media menyebut jika beliau sukses menangani banjir, terlepas dari foto – fotonya dengan Ibu Rumiati. Ada pula yang memajang beragam prestasi beliau sejak sebelum menjadi gubernur, bahkan status kakeknya sekaligus yang dianggap berjasa terhadap tanah air. Bahkan, berkaitan dengan penanganan ibu kota, akun lainnya berceloteh jika Anies sangat mumpuni untuk jabatan presiden RI. Di lain pihak, ia juga tidak luput dari hujatan warga yang kesal, karena secara instan akan menjadi mangsa bagi jasa – jasa layanan di atas. Believe it or not, justru di situasi inilah ia meraup keuntungan besar. Bukan hanya karena anggaran banjir yang akan surut (baca: terserap) lebih cepat, tapi beliau mendapatkan exposure (pemberitaan) yang membuatnya kian terkenal. Bayangin aja jika beliau harus bayar untuk tampil di layar kaca! Ongkosnya bisa ratusan juta per detik; nah yang ini gratis dan berhari – hari pula. Boleh dikata bahwa beliau mendapatkan exposure yang tak ternilai. Jika betul ia layak menjadi orang nomor 1 di Indonesia, maka efek pemberitaan ini akan menjadi modal besar di tahun 2024 mendatang. Gile bener!

6. Tukang Potong Rambut (Barber shop/salon)

Sebagaimana kepercayaan suku Sunda bahwa memotong rambut pada situasi tertentu dapat bermakna buang sial. Hal ini sejalan dengan kebiasaan warga Beijing yang setiap perayaan Imlek, dalam kurun waktu seminggu, orang – orang bergegas potong rambut untuk buang sial. Bahkan mereka harus membuat reservasi jauh – jauh hari karena saking banyaknya permintaan. Kembali ke tanah air, bukan tidak mungkin dalam situasi yang menguras tenaga dan pikiran ini, masyarakat akan berlomba – lomba ke barber shop untuk buang sial. Perkiraannya begini: jika jumlah penduduk Jakarta 7 juta orang dan yang merasa sial mencapai 30% saja, maka ada 2,1 juta kepala yang perlu dipangkas, maksud kami rambutnya. Jika ongkos per kepala 30 ribu (kadang lebih) maka ada 63 milyard uang akan berduyun – duyun ke gerai potong rambut.<swn>

Continue Reading

Daerah

Perbatasan Penatih – Pagutan Kelod Jadi Langganan Banjir

Published

on

GatraDewata⌊Gianyar⌋Tidak hanya di Jakarta, banjir juga hadir di wilayah Gianyar, Bali. Sesuai gambar yang diambil hari ini, Senin, 22 Februari 2021, titik banjir ini tepatnya di perbatasan Penatih dengan Pagutan Kelod.

Warga sekitar mengatakan bahwa banjir kali ini bukanlah yang pertama kalinya. “Setiap kali hujan, minimal sejam aja, pasti banjir di area ini,” ungkap salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya. Warga lain menambahkan jika banjir disini disebabkan oleh dua hal: pertama, kapasitas kali yang tidak berimbang dengan volume air, khususnya saat hujan lebat; kedua, karena banyaknya sampah yang terbawa air dari hulu, yang kemudian menyumbat titik pembagian air. Titik sumbatannya persis disebelah candi bentar.

Volume air berlebih ini tidak berhenti pada perbatasan ini saja. Genangan airnya merembet hingga ujung sawah bagian timurnya. Panjangnya hampir mencapai 100 meter. Jadi mulai dari candi bentar perbatasan hingga ujung sawah (sebelah utara jalan) bagian timurnya terendam saat hujan.

Penanganan secara normatif memang sudah beberapa kali dilakukan namun sumbatan selalu terjadi saat hujan lebat. “Kami selalu bersihkan sumbatannya ketika air sudah surut,” tutupnya.<swn>

Continue Reading

Daerah

Kian Nyata, Hotel Akan Berlomba – Lomba Jual Kasurnya. Kok Bisa?

Published

on

GatraDewata⌊Denpasar⌋ Masyarakat Bali, mungkin juga berlaku untuk daerah lain, bakal dibanjiri kasur bekas hotel. Pasalnya, perilaku masyarakat akan pengalaman tidur nyenyak mulai bergeser. Lantas, apakah itu berarti para tamu akan tidur tanpa kasur?

Slow, mas bro! Begini ceritanya:

Kami pernah pantau gaya berlibur orang lokal yang doyan sekamar rame – rame. Waktu itu ada kamar yang dihuni sampai 5 orang; jadi 3 orang di tempat tidur besar (double), 2 orang lagi menggunakan tempat tidur tambahan (extra bed). Buat mereka yang penting bisa tidur, privasi belakangan. Di lain pihak, study tour luar pulau kalau liburan di Bali tidurnya di penginapan jenis hostel; antara 4 sampai 6 orang per kamar.

Dibilangan Canggu, Kuta, Uluwatu dan daerah pesisir lainnya, dimana pantainya mumpuni untuk berselancar, kerap menyediakan hostel bagi penikmat ombak tersebut. Mereka hidupnya sederhana; yang penting bisa selancar, soal kamar apa adanya. Begitu juga di daerah Ubud. Para yogi (pelaku yoga, Red) jarang yang mau tidur seranjang dengan yogi lain karena biasanya mereka tidak saling kenal.

Nah, hadirnya penginapan  jenis hostel ini cocok bagi kelompok diatas; anak sekolah, kalangan petualang yang gaya hidupnya simple, kalangan yogi dan peselancar. Disamping tingkat kenyamanan yang rendah, nginep rame – rame berdesakan di satu tempat tidur jelas tidak sejalan dengan protokol kesehatan. Kondisi inilah yang membuat kehadiran hostel bak gayung bersambut. Hostel lebih mendekati gaya hidup era baru karena walaupun dalam satu kamar dihuni hingga 6 orang, tapi tempat tidurnya terpisah. Itu artinya jarak antar penghuni terjaga selama ada di kamar. Sekarang tinggal disesuaikan dengan aturan yang berlaku, misalnya tetap mengenakan masker. Jadi tidak ada lagi yang berdesakan seperti ikan asin.

Ceruk pasar yang spesifik (niche market) inilah yang harus dipertimbangkan oleh pelaku bisnis penginapan yang sudah eksis.

Bukankah kenyataan tadi  mengindikasikan bahwa kebutuhan destinasi wisata akan kamar hostel akan meningkat kedepannya? Sementara membangun hostel baru pastinya agak berat setelah setahun lebih defisit. Selama ini modal terserap untuk urusan operasional yang lebih tinggi dari pendapatan. Indikasi lain keterpurukan pebisnis penginapan yaitu kian banyaknya hotel yang kini dijual.

Terus, apa hubungannya dengan jual kasur?

Untuk mengambil ceruk pasar diatas, bukan tidak mungkin hotel non bintang harus menjual sebagian kasurnya untuk digantikan dengan bunk bed (istilah tempat tidur susun untuk hostel, Red). Ini adalah aksi mengambil peluang, sekecil apapun itu, demi kelangsungan bisnis kedepannya. Data Badan Pusat Statistik provinsi Bali, tahun 2019, menunjukkan bahwa di Bali terdapat 3,912 hotel non bintang. Jika mereka sepakat untuk menyediakan 2 kamar saja setingkat hostel, maka jumlah kasur yang akan dilempar ke publik, untuk kemudian digantikan dengan bunk bed, mendekati angka 8,000 biji. OMG! Pilih jual kasur atau hotelnya?<swn>

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam