Polisi Tegaskan Foto Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS adalah Rekayasa AI
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya angkat bicara terkait beredarnya gambar wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang viral di media sosial. Polisi memastikan gambar tersebut bukan hasil autentik, melainkan rekayasa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mencermati gambar yang beredar luas tersebut. Menurutnya, foto yang diklaim sebagai hasil tangkapan CCTV itu tidak dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.
“Kami meyakini bahwa gambar tersebut merupakan hasil AI, yang berpotensi menyesatkan proses penyelidikan,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, kemunculan gambar tersebut diduga merupakan upaya pihak tertentu untuk mengganggu jalannya penyidikan kasus yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.
Budi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran konten menyesatkan justru dapat menghambat upaya pengungkapan kasus.
“Kami berharap masyarakat dapat memberikan ruang kepada penyidik agar proses penyelidikan berjalan fokus dan tidak terintervensi oleh informasi yang tidak benar,” katanya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian meminta dukungan publik untuk bersabar dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat. Polisi menegaskan komitmennya untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku penyiraman air keras tersebut.
Diketahui, korban, Andrie Yunus, diserang oleh dua orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam. Peristiwa itu terjadi saat Andrie dalam perjalanan pulang usai menghadiri kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap identitas serta motif pelaku di balik aksi kekerasan tersebut.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar