Merpati Pos Disalahgunakan, Bea Cukai Kuwait Gagalkan Penyelundupan Ratusan Pil Ekstasi
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kuwait – Upaya penyelundupan narkotika dengan metode tak lazim berhasil digagalkan petugas bea cukai Kuwait pada 2017. Seekor merpati pos yang terbang dari wilayah Irak tertangkap membawa tas kecil berisi ratusan pil ekstasi yang dijahit langsung pada tubuhnya.
Dalam penindakan tersebut, aparat menemukan sekitar 178 hingga 200 butir pil ekstasi tersimpan dalam “ransel mini” yang dibawa burung tersebut. Penemuan ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana jaringan penyelundup narkoba terus mengembangkan cara-cara baru untuk menghindari pengawasan petugas.
Merpati pos sendiri dikenal memiliki kemampuan navigasi alami yang sangat akurat, bahkan mampu menempuh jarak ratusan kilometer dan kembali ke titik asalnya. Kemampuan inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mengirim barang terlarang tanpa melalui jalur konvensional seperti kendaraan darat atau pemeriksaan di perbatasan.
Praktik serupa bukan kali pertama terungkap. Di Kosta Rika, aparat pernah menangkap merpati yang membawa narkotika jenis kokain dan ganja ke dalam area penjara. Sementara di Kanada, kasus serupa terjadi ketika seekor merpati kedapatan membawa paket berisi sabu-sabu ke lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Pihak berwenang mengakui bahwa modus pemanfaatan hewan untuk penyelundupan telah lama terdeteksi, namun keberhasilan penangkapan di Kuwait menjadi salah satu bukti konkret yang memperkuat temuan tersebut.
Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkotika terus beradaptasi dengan berbagai cara, termasuk mengeksploitasi kemampuan alami hewan. Aparat pun dihadapkan pada tantangan baru dalam meningkatkan pengawasan terhadap metode-metode penyelundupan yang semakin tidak konvensional.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar