Breaking News
light_mode

Lambang Tengkorak Menggigit Bulan Sabit, Identitas Keras Kekuasaan Kerajaan Kadiri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Lambang tengkorak bertaring yang menggigit Bulan Sabit atau dikenal sebagai Ardhacandrakapala lancana bukan sekadar simbol mistik, melainkan identitas resmi kekuasaan Kerajaan Khadiri (Panjalu) yang berpusat di Daha pada masa pemerintahan Sri Maha Raja Rakai Sirikan Sri Bameswara (1034–1057 Çaka / 1112–1135 M).

Simbol ini digunakan secara sadar dan politis sebagai penegasan ideologi kerajaan, sebagaimana tercatat dalam sejumlah prasasti yang dikeluarkan langsung oleh Raja Bameswara, antara lain Prasasti Gneng I bertahun 1050 Çaka atau 1128 M dan Prasasti Bameswara bertahun 1057 Çaka atau 1135 M.

Keberadaan lambang tersebut membantah anggapan bahwa simbol tengkorak hanya berfungsi sebagai ornamen atau hiasan keagamaan semata. Dalam konteks Jawa Kuna abad ke-11 hingga ke-12, simbol tengkorak merupakan bagian penting dari tradisi religius yang dipengaruhi kuat oleh ajaran Tantra Bhairawa, sebuah aliran yang berkembang di lingkungan istana dan kalangan elite spiritual.

Tengkorak dipahami sebagai simbol penyatuan hidup dan mati, terang dan gelap, yang merepresentasikan siklus eksistensi manusia dari kelahiran hingga kematian.

Dalam ajaran Tantra, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kesadaran sejati. Kesadaran tersebut hanya dapat dicapai ketika ego, nafsu, dan keterikatan jasmani dilenyapkan. Karena itu, simbol tengkorak justru dimaknai sebagai kemenangan atas ego manusia.

Penggunaan Ardhacandrakapala lancana oleh Kerajaan Kadiri menunjukkan bahwa kekuasaan raja tidak hanya bertumpu pada legitimasi politik dan militer, tetapi juga pada legitimasi spiritual yang keras dan absolut.

Simbol Candrakapala sendiri merupakan salah satu atribut utama Dewa Siwa, khususnya dalam aspek Bhairawa, yang kerap digambarkan menghiasi bagian kepala atau makuta sebagai lambang penguasaan atas kehidupan, kematian, dan waktu. Dengan mengadopsi simbol ini sebagai lambang kerajaan, Raja Bameswara secara tegas memposisikan dirinya sebagai representasi kekuatan kosmis Siwa di dunia fana. Kekuasaan raja dipandang sakral, tak terbantahkan, dan berada di atas tatanan manusia biasa.

Meski memiliki makna historis dan filosofis yang mendalam, simbol tengkorak menggigit Bulan Sabit jarang mendapat perhatian serius dalam narasi sejarah populer. Padahal, lambang ini menjadi bukti kuat bahwa peradaban Nusantara masa lalu tidak selalu lembut dan damai, melainkan juga keras, berani, dan sarat dengan pemahaman mendalam tentang kehidupan dan kematian.

Jejak ideologi inilah yang menjadi bagian penting dari sejarah kekuasaan Kerajaan Kadiri dan warisan intelektual Nusantara yang kerap terpinggirkan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terobosan Medis, Pria Buta Selama 10 Tahun Kembali Melihat Berkat Implan Kornea Buatan

    Terobosan Medis, Pria Buta Selama 10 Tahun Kembali Melihat Berkat Implan Kornea Buatan

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Sebuah kemajuan luar biasa dalam dunia medis berhasil dicapai setelah seorang pria berusia 78 tahun yang telah kehilangan penglihatannya selama satu dekade, kembali bisa melihat berkat implan kornea buatan. Inovasi ini dikembangkan oleh perusahaan asal Israel, CorNeat Vision, dan menjadi tonggak penting dalam teknologi pengobatan gangguan penglihatan. Menurut pernyataan resmi dari CorNeat Vision, […]

  • Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar Play Button

    Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Siswa SMAN 4 Denpasar melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai Langkah Awal Menyelamatkan Nyawa”, Sabtu (27/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang multimedia SMAN 4 Denpasar, Jalan Gunung Rinjani No. 1, Tegal Harum, Denpasar Barat, ini diikuti […]

  • Tutur Ayu, Jejak Pengabdian Tiga Guru Seni dalam Pameran di Santrian Gallery

    Tutur Ayu, Jejak Pengabdian Tiga Guru Seni dalam Pameran di Santrian Gallery

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Tiga seniman sekaligus pendidik yang tergabung dalam kelompok Soko Guru menggelar pameran seni bertajuk “Tutur Ayu” di Santrian Gallery. Pameran ini menampilkan karya-karya I Ketut Marra, I Wayan Santrayana, dan I Gede Budiartha, tiga guru seni yang telah memasuki masa pensiun namun tetap melanjutkan pengabdian melalui karya seni. “Pameran ini menjadi ruang ekspresi […]

  • Agung Bagus Pratiksa Linggih Dorong Pembangunan Bandara Bali Utara Dimulai 2025

    Agung Bagus Pratiksa Linggih Dorong Pembangunan Bandara Bali Utara Dimulai 2025

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang salah satunya memuat rencana pembangunan Bandara Bali Utara. Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat proyek strategis nasional tersebut. Ketua Umum BPD HIPMI Bali sekaligus Ketua Komisi […]

  • Sorotan Impor 105 Ribu Pikap India, Muammar Kadafi: Industri Lokal Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

    Sorotan Impor 105 Ribu Pikap India, Muammar Kadafi: Industri Lokal Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    JAKARTA – Rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga secara Completely Built Up (CBU) dari India senilai Rp24,66 triliun memicu gelombang kritik. Wacana tersebut dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional yang selama ini telah memiliki kapasitas produksi besar namun belum sepenuhnya terserap pasar domestik. Tokoh muda Muammar Kadafi menilai kebijakan impor dalam jumlah masif tersebut tidak […]

  • Drama Lift Kaca Kelingking, Retribusi Masuk, Tanggung Jawab Hilang Bujuk Investasi Tempat Lain

    Drama Lift Kaca Kelingking, Retribusi Masuk, Tanggung Jawab Hilang Bujuk Investasi Tempat Lain

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Keputusan Gubernur Koster untuk membongkar Lift Kaca Pantai Kelingking dalam wawancara singkat awak media dengan I Made Satria, S.H., selaku Bupati Klungkung yang dikutip dari Media Kabar Bali telah terang benderang mengakui retribusi yang telah dilakukan oleh investor Lift Kaca Pantai Kelingking. Dari info internal retribusi pelayanan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang […]

expand_less