Jumat Agung! Detik-Detik Penyaliban Yesus Kristus dan Makna Pengorbanan yang Abadi
- account_circle Admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yerusalem — Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung sebagai hari refleksi atas penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus, sebuah peristiwa yang diyakini sebagai puncak pengorbanan demi keselamatan umat manusia.
Peristiwa ini bermula setelah Yesus Kristus ditangkap pada malam sebelumnya. Ia kemudian mengalami serangkaian penyiksaan, mulai dari dipukuli, dicambuk, hingga dimahkotai duri. Dalam proses hukum yang berlangsung di bawah otoritas Romawi, Ia dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus.
Dalam perjalanan menuju tempat penyaliban, Yesus Kristus memikul salib-Nya sendiri melintasi Yerusalem. Ia kemudian disalibkan, sebuah metode hukuman mati yang kejam pada masa itu. Catatan Injil menyebutkan, kegelapan menyelimuti wilayah tersebut dari siang hari hingga sekitar pukul 15.00.
Menjelang wafat-Nya, Yesus Kristus mengucapkan, “Sudah selesai,” sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes 19:30. Pernyataan tersebut dimaknai sebagai penuntasan misi penebusan dosa manusia.
Setelah wafat, jenazah-Nya diturunkan dari salib dan dimakamkan sebelum matahari terbenam. Sebuah batu besar digulingkan untuk menutup pintu makam, sementara penjaga ditempatkan di lokasi tersebut atas perintah otoritas setempat, guna mencegah kemungkinan pencurian jenazah oleh para pengikut-Nya.
Bagi umat Kristiani, Jumat Agung bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi momentum perenungan mendalam tentang kasih, pengorbanan, dan pengampunan. Nilai-nilai tersebut diyakini tetap relevan dalam kehidupan modern, melampaui batas waktu dan generasi.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar