SBA Gelar “Spiritual & Financial Legacy” di Bali, Dorong Kesadaran Diri dan Kemandirian Finansial
- account_circle Ray
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR — Komunitas SBA – Soul Being Awareness menggelar kegiatan bertajuk “Spiritual & Financial Legacy” di Nirmala Hotel Convention Center, Denpasar, Bali, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bagi masyarakat dalam membangun kesadaran diri, memperkuat kondisi finansial, dan menciptakan kehidupan yang lebih bernilai bagi keluarga maupun masa depan.

Mengusung tema “Membangun Kesadaran, Menata Keuangan, dan Mewariskan Kehidupan yang Bernilai”, acara tersebut memadukan pendekatan spiritual dan finansial dalam satu forum. Panitia menilai, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi telah memunculkan disrupsi di berbagai sektor kehidupan, termasuk tantangan pekerjaan dan penghasilan masyarakat.

Founder SBA Komunitas, Jro C Esaputra, C.M.P., menerangkan tentang Financial Legacy.
Founder SBA Komunitas, Jro C Esaputra, C.M.P, mengatakan masyarakat saat ini membutuhkan penguatan mental dan alternatif sumber penghasilan agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
“Kami ingin mengajak semua kalangan yang memiliki problem finansial, utang, dan sebagainya agar tetap kuat dan mampu bangkit. Selain penguatan spiritual dari dalam diri, kondisi finansial juga wajib diperbaiki,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangun keharmonisan terlebih dahulu dalam lingkungan keluarga dan sosial sebelum memasuki tahapan pengembangan finansial yang lebih luas, termasuk pemahaman mengenai pasar modal.

Komunitas SBA sendiri dirintis sejak 2013, berangkat dari pengalaman pribadi sang founder dalam menghadapi tekanan hidup dan proses kebangkitan diri. Hingga kini, komunitas tersebut telah memiliki ribuan anggota yang tersebar di Bali, Lombok, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat, dengan beragam latar belakang profesi.

Drs. Made Suambara, menerangkan tentang spiritual legacy.
Selain Jro C Esaputra, acara juga menghadirkan Drs. Made Suambara yang dikenal melalui pendekatan Yoga Tertawa untuk membangun kesehatan mental dan energi positif. Dalam pemaparannya, ia menyebut sumber penghasilan manusia tidak hanya berasal dari kemampuan fisik maupun intelektual, tetapi juga dari hubungan sosial dan nilai kebaikan kepada sesama.
Menurutnya, membangun hubungan baik dengan keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat luas dapat menjadi energi positif yang membawa dukungan dalam kehidupan.
“Bila kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain, suatu saat ketika membutuhkan bantuan, mereka akan hadir membantu kita,” katanya.

Erni Krisna Sari selaku Relationship Manager Dupoin Futures Indonesia, mengajarkan tentang meningkatkan skill dalam trading.
Dalam sesi finansial, SBA bekerja sama dengan Dupoin Futures Indonesia. Relationship Manager perusahaan tersebut, Erni Krisna Sari, memberikan pemaparan mengenai dunia trading modern serta pentingnya edukasi dan manajemen risiko dalam investasi.
Ia menjelaskan bahwa trading memiliki potensi keuntungan tinggi, namun juga dibarengi risiko besar sehingga diperlukan keterampilan dan pendampingan yang tepat.

“Trading itu juga skill, dan skill dapat terus diasah. Karena itu edukasi menjadi hal penting agar investor mampu memahami risiko sekaligus peluang yang ada,” ujarnya.

Ketua Komunitas Soul Being Awareness, I Ketut Parsua Bawa.
Sementara itu, Ketua Komunitas Soul Being Awareness, I Ketut Parsua Bawa, mengatakan komunitas yang dibentuk saat ini tidak hanya berfokus pada pengembangan spiritual, tetapi juga pada penguatan finansial dan pembentukan legacy kehidupan.
Menurutnya, komunitas yang telah berkembang hingga puluhan anggota itu juga dibentuk dengan struktur kepengurusan agar tetap solid dan tidak terpecah.
“Keinginan kami adalah menjaga keharmonisan antara spiritual dan finansial. Bila hanya salah satu yang berkembang, maka bisa menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan,” katanya.
Panitia menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang mengikuti dinamika perjalanan peserta, mulai dari membangun kesadaran diri, memahami realita kehidupan, menemukan harapan, hingga memperoleh strategi dan langkah nyata untuk bertindak.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 14.00 WITA dengan registrasi peserta, dilanjutkan sesi pembukaan, spiritual legacy, pemaparan finansial, coffee break, gala dinner, mapping strategy, hingga penutupan pada pukul 22.00 WITA.
Melalui kegiatan ini, SBA berharap masyarakat mampu bangkit dari tekanan hidup, menemukan arah baru, serta membangun kehidupan yang lebih harmonis dan bernilai bagi diri sendiri maupun keluarga.
Editor – Ray

https://shorturl.fm/SdojN
10 Mei 2026 10:58 PM8n0h3n
10 Mei 2026 7:02 PM